Tanpopo: Asyiknya Memanggang Beef Short Ribs dan Ngemil Oden Gaya Yatai

Lusiana Mustinda - detikFood Selasa, 13 Sep 2016 18:20 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
Jakarta - Malam ini enaknya menyantap hidangan hangat. Dengan konsep a la Yatai, Anda bisa menikmati irisan daging panggang, oden hingga ramen di bawah tenda.

Di kawasan Gandaria, Anda bisa menemukan tempat makan sederhana yang sajikan hidangan Jepang enak. Bernama Tanpopo, tempat makan ini jadi salah satu yang ramai dikunjungi pecinta kuliner akhir-akhir ini.

Mengusung konsep Yatai, para pengunjung dapat menikmati makanan di bawah tenda sederhana. Yatai merupakan warung tenda yang berada di pinggir jalan dan biasanya berjualan pada sore hingga malam hari. Di negara asalnya, Yatai bisa ditemukan hampir di semua daerah di Jepang.

Chef Hideyoshi meracik menu yakiniku yang terdiri dari daging ayam, USDA Beef short Ribs hingga Rib Eye. Selain itu, ada juga Ramen, Gyudon, Rice Curry hingga Oden.

Ada tiga gerobak yang bisa Anda pilih. Mulai dari gerobak ramen hingga oden yang bisa langsung di pilih.

Kami tertarik untuk menikmati oden (Rp 5.000). Ada tiga jenis oden yang kami coba yaitu edamame dengan tekstur berserat potongan edamame yang gurih, lobak yang empuk serta oden polos dengan sensasi rasa ikan yang ringan. Makin enak diseruput dengan kuah bening yang gurih hangat. Mantap!

Puas menyantap oden, kamipun tak sabar untuk menikmati yakiniku yang menjadi andalan chef Hide. Irisan daging sapi tipis short ribs asal USDA (Rp 30.000) terlihat berwarna merah muda dengan bagian serat berwarna putih.

Bara api yang diletakkan dalam kotak besi dengan penutup teppan perlu kami kipas agar baranya menyala. Kemudian kami menyusun irisan daging ke bagian atasnya. Lama memanggangnya bisa Anda sesuaikan sendiri.

Sebelum disantap, kami terlebih dahulu mencelupkan ke dalam dua jenis saus yang sudah disediakan. Ada saus (tare) yang dipadukan dengan wijen (niku tare) dan juga saus tidak berwijen. Keduanya memiliki rasa yang manis gurih.

Agar semakin enak, sebelum dipanggang kami juga mencelupkan daging ke dalam saus niku tare dengan sensasi dominan manis dan gurihnya bawang putih serta semburat ringan wijen.

Suara desisan berbunyi ketika daging diletakkan di atas teppan. Tunggu beberapa menit dan dagingpun siap disantap dengan semangkuk nasi hangat yang pulen. Nyam!

Selain yakiniku, kami juga tak ingin melewatkan ramennya. Seporsi Spicy Negi Shio (Rp 35.000) disajikan hangat-hangat. Warna kuahnya kemerahan dengan aroma khas bubuk cabai. Menurut salah satu karyawan, ramen pedas ini menjadi salah satu yang disukai pengunjung.

Kuah merah jingga yang agak keruh ini menjadi paduan mie yang mulur. Dengan tumpukkan chasiu ayam, tauge dan telur rebus. Ramen semakin lengkap disajikan dengan irisan daun bawang.

Slurp! Terasa pedas di tenggorokan. Cecapan bubuk cabai juga cukup kuat di lidah. Huah! Kuahnya tidak terlalu kental. Mienya berwarna kekuningan dengan tekstur kenyal dengan ukuran yang agak tipis.

Sedangkan pelengkap chasiu ayamnya empuk padat. Telurnya dimasak matang. Secara keseluruhan, rasanya sudah disesuaikan dengan lidah lokal. Tapi menurut kami rasa kuah ramennya hanya dominan rasa pedas tetapi kaldu gurihnya kurangnya pekat.

Favorit kami adalah yakiniku. Tak hanya enak, tapi ada keasyikan memasak sendiri. Bagi Anda yang tertarik mencoba, bisa langsung datang ke kawasan Gandaria. Tempat ini buka mulai pukul 18.00 hingga 24.00. Yuk, mampir!

Tanpopo Jakarta
Jl. Sultan Iskandar Muda No. 99E
Arteri Pondok Indah (Setelah Gandaria City)
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
Telp: 087777583858

(lus/odi)