Ayam Penyet Pondok Labu: Huah! Pedas Menggigit Lele Penyet dan Ayam Kremes

Maya Safira - detikFood Rabu, 15 Jul 2015 16:09 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Sambal pedas selalu sukses membuat nafsu makan meningkat. Inilah sensasi yang dirasakan saat menyantap sajian penyet di sini. Ada lele penyet yang gurih lembut atau ayam kremes renyah. Semuanya sukses membuat keringat menetes!

Di seberang Pasar Pondok Labu ada warung tenda yang tak pernah sepi pengunjung. Mengusung nama Ayam Penyet Pondok Labu, sudah ketahuan menu andalan tempat yang sudah hadir sejak tahun 2011. Kami pun tertarik mencobanya.

Layaknya sajian kaki lima, Ayam Penyet Pondok Labu tampak sederhana dengan gerobak kayu di bagian depan. Terdapat beberapa meja dan kursi dengan beratapkan tenda bongkar pasang. Karena ingin lebih santai, kami memilih duduk lesehan di atas tikar yang tersedia. Kebetulan lokasi warung di depan toko yang sudah tutup saat sore hari.

Tak begitu banyak menu yang ditawarkan tempat ini. Antara lain Nasi Ayam Penyet, Nasi Lele Fillet, Nasi Bandeng Kremes, dan Nasi Tahu Tempe. Kami menjatuhkan pilihan pada Nasi Ayam Kremes (Rp 16.000) dan Nasi Lele Penyet (Rp 13.000).

Setelah menunggu ayam dan ikan lele digoreng, kedua sajian tiba di hadapan kami. Karena penyet jadi andalan, kami mencobanya terlebih dahulu.

Tampak piring rotan berlapis kertas cokelat. Di dalamnya ada nasi putih dan sepotong lele dengan permukaan tertutup lumuran sambal. Pelengkapnya berupa irisan mentimun dan kol.

Ikan lele yang berwarna kehitaman, ukurannya lumayan besar. Ketika dicicip, teksturnya empuk lembut di dalam dan garing di bagian luar. Bumbu terasa gurih meresap hingga ke dagingnya.

Sedangkan sambal penyet menjadi juara bagi pencinta pedas. Sambal kemerahan itu benar-benar pedas menyengat saat pertama masuk ke mulut. Rasa cabai rawit sangat mendominasi. Bagaimana tidak, selain cabai digerus kasar ada juga cabai utuh dalam racikan sambal rawit matang ini.

Terdapat pula jejak rasa bawang putih, daun jeruk, tomat dan bawang merah. Peluh pun tak berhenti bercucuran tiap menyuapkan daging lele bersama sambal ke mulut. Huaah! Bagi yang tak suka pedas, sebaiknya minta sambal dipisah dari lauk.

Ayam kremes jadi sasaran kami selanjutnya. Penyajiannya sama seperti lele penyet. Bedanya sambal tidak diletakkan di atas ayam, melainkan di sebelahnya. Jumlah sambal juga tak sebanyak hidangan penyet.

Olahan ayam kremes ini memiliki rasa cukup enak. Nampaknya ayam goreng sudah diungkep bumbu yang meresap hingga ke dalam. Terasa paduan ketumbar, kunyit, lengkuas dan bawang putih dalam serat dagingnya.

Bumbu kremesnya juga cukup banyak dengan tekstur renyah. Sayangnya karena diletakkan sebelah sambal, ada sedikit kremes yang jadi lembab. Namun tetap sedap menyantap nasi hangat bersama ayam kremes dan sambal ini.

Selain warung tenda di seberang pasar, Ayam Penyet Pondok Labu juga punya kedai permanen. Terletak di Pangkalan Jati, rumah makannya buka dari siang. Ada juga cabang lainnya di daerah Rawa Kopi. Tertarik mencoba sambal pedas racikannya? Yuk mampir!

Ayam Penyet Pondok Labu
Jl. Margasatwa
(seberang Pasar Pondok Labu)
Jakarta Selatan
Telp: 085786192989
Jam Buka: 17.30 - 01.00

Jl. Pangkalan Jati
(dekat UPN "Veteran" Jakarta)
Telp: 085710566415

(msa/odi)