Keaneka ragaman budaya di Indoensia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Seperti hidangan nasi yang bisa diolah dengan diliwet, kukus hingga bakar. Masing-masing diolah tergantung selera dan disajikan dengan lauk pauk yang berbeda pula.
Untuk menikmati sajian khas Nusantara tak perlu jauh-jauh datang ke kota asalnya. Di Jakarta banyak resto dan warung yang menjajakan aneka hidangan khas daerah. Salah satunya adalah warung Lesehan Mbok Ndoro yang terletak di kawasan Sudirman Park. Warung ini menawarkan hidangan khas Solo yang sedep.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak perlu meminta daftar menu lagi, karena sebuah meja panjang yang memajang bebas lauk-pauk dan bisa dipilih sesuai keinginan. Masing-masing ditaruh di atas piring anyaman bambu, beralas kertas nasi dan daun pisang. Aneka lauknya terlihat menggiurkan!
Langsung saja, saya memesan sepiring nasi liwet. Tahu bacem, sate telor puyuh dan sambal goreng ati sengaja dipilih untuk lauknya. Tak lupa pecel dengan siraman bumbu kacang juga untuk menu sayurnya. Wah, semuanya tersaji penuh sesak di atas piring.
Tak mau berlama-lama tergoda dengan aromanya, mulutpun mulai mengunyah perpaduan nasi liwet yang pulen gurih dengan berbagai lauk. Tahu bacem dan sate puyuh yang kenyal empuk rasanya tidak terlalu manis, justru cenderung gurih. Lain lagi ceritanya kalau disuap dengan sambal goreng atinya. Meski terlihat tidak sangar, namun sambal goreng ini meninggalkan jejak pedas di lidah yang menggigit.
Pecelnya yang tampil sederhana hanya berisi tiga jenis sayuran. Ada bayam, kacang panjang dan tauge. Semuanya direbus hingga empuk dan disiram dengan bumbu kacang yang agak encer. Bumbu kacangnya yang tidak diulek halus menuntut lidah untuk mengoyak butiran kacang.
Demikian juga dengan nasi ramesan pilihan teman saya. Sepiring nasi putih yang hangat dengan aneka lauk pauk yang berbeda. Ada tumis pare, teri goreng dan ditambahkan kremesan juga sambal rawit merah.
Ternyata nasinya juga tak kalah pulen empuk, sangat pas dimakan dengan aneka lauknya. Sementara tumis parenya dimasak dengan irisan bawang merah dan bawang putih, rasanya renyah tidak terlalu pahit. Nasi yang pulen inipun terasa makin enak meski disantap dengan ikan teri yang krenyas gurih plus sambal rawitnya yang pedas manis.
Untuk menghapus dinginnya udara malam di Jakarta, saya memesan wedang uwuh (Rp. 5.000). Gelas kaca bertangkai menjadi wadah minuman yang tersaji hangat ini. Minumannya terbuat dari ramuan rempah-rempah khas seperti kayu manis, cengkeh, secang dan jahe. Wedang uwuh khas Imogiri ini berhasil menghangatkan tubuh yang tertiup angin.
Tuntas sudah melepas rindu pada masakan khas Solo. Selain perut kenyang tubuhpun jadi lebih hangat. Kamipun hanya cukup membayar Rp. 17.000 untuk menu nasi liwet, pecel, tahu bacem plus sate puyuh dan Rp. 15.000 untuk nasi, tumis pare dan teri goreng. Pastinya kami akan singgah lagi kesini karena harganya murah, mengenyangkan dan sedap!
Lesehan Mbok Ndoro
Jl. KH Mas Mansyur No.9
(Seberang Apt. Sudirman Park)
Buka jam 17.30-00.00 WIB
Delivery: 082310364853 (Khusus Sudirman Park)
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN