Wah, Kenyangnya Menyantap Seporsi Soto Babon yang Hangat Gurih!

- detikFood Kamis, 11 Apr 2013 17:19 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Jangan membayangkan hewan baboon asal Afrika. Makanan ini tak ada kaitannya dengan primata, melainkan semangkuk soto enak yang gurih sedap. Kuah kental dengan isi komplit, daging ayam, sapi, kecambah, bihun, juga kol. Makin enak saat diaduk dengan sesendok sambal.

Lalu apa hubungannya soto dengan hewan babon? Rupanya, babon adalah nama lain dari ayam indukan. Dagingnya punya tekstur lebih kenyal, dan biasanya punya berat yang lebih besar dibanding ayam umumnya. Kuahnya menggunakan racikan khas soto Lamongan, dan banyak dijual di daerah Malang.

Spanduk besar bertuliskan 'Soto Babon' di kawasan Mampang sukses bikin saya ngiler. Pasalnya, konon soto babon punya kuah yang cenderung lebih kental dan keruh, dengan penggunaan rempah yang banyak. Mampir ah!

Sekitar jam 6 sore, warung Soto Babon masih sepi pembeli. Rupanya, warung ini baru saja dibuka sekitar jam 5, dan biasanya mulai ramai di malam hari hingga tengah malam. Menunya tak jauh-jauh dari soto dan nasi campur, pisah, juga aneka jenis sate, seperti telur, kerang, juga usus.

Karena belum banyak pembeli, seporsi soto babon dengan nasi dipisah (Rp. 11.000) cepat diantar ke hadapan saya. Benar saja, kuahnya coklat keruh dengan isi melimpah. Ada irisan daging ayam, kecambah, bihun, kol, telur, daun bawang, juga sedikit irisan daging sapi.

Limpahan koya, yaitu campuran antara kerupuk udang dan bawang putihlah yang membuat soto ini keruh. Teksturnya jadi unik, karena tak mulus di lidah seperti menyantap kuah soto pada umumnya. Terjejak ada krenyes-krenyes gurih seperti serundeng. Aromanya wangi semerbak!

Kekuatan soto ini memang terletak pada kaldunya yang gurih pekat. Karena babon merupakan bahan kaldu paling bagus. Ayam indukan yang sudah tua justru punya kepekatan rasa kaldu yang gurih. Apalagi dagingnya juga tebal. Karenanya paling cocok dibuat soto.

Buat saya yang pertama kali mencicip, terasa penuh kejutan. Namun rasanya yang sedap membuat saya justru tak bisa berhenti menyuap. Apalagi kucuran air jeruk nipis dan sambal merah membuat rasanya makin komplit. Meski porsinya besar, nyatanya semangkuk soto dan sepiring nasipun ludes!

Gerobak soto babon ini juga terletak satu area dengan warung bakso Malang Kanjuruhan di sebelahnya. Terjejer aneka topping bakso khas Malang, dari tahu, bakso ukuran besar, kecil, siomay, pangsit goreng, juga pangsit rebus. Tinggal pilih, mau bakso Malang porsi biasa (Rp. 15.000) atau porsi jumbo (Rp. 18.000) biar tambah puas!

Kuah baksonya bening bersih dan menebarkan aroma kaldu plus bawang putih yang wangi. Hmm, rasanya memang gurih-gurih enak. Paling pas ditambah sedikit saus sambal, dan dinikmati sewaktu cuaca sedang hujan. Sedikit tips, untuk Anda yang tak begitu suka soto dengan rasa asin yang kuat, bisa meminta racikan bakso tanpa tambahan garam karena kuahnya sudah gurih enak.

Wah, dengan uang Rp. 35.000, menu porsi mengenyangkan dari soto babon dan bakso Malang Kanjuruhan benar-benar mampu bikin perut kenyang. Kalau mau mampir, ingat-ingat lokasinya, di depan bank BRI Mampang, di jalur yang menuju arah Ragunan.


Soto Babon
Depan bank BRI/eks restoran Sederhana
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 9 (arah menuju Ragunan)
Jakarta Selatan
Jam buka: 17.00-00.00



(flo/odi)