Sluurp.. Gurih Enak Laksa Tangerang

Sluurp.. Gurih Enak Laksa Tangerang

- detikFood
Rabu, 27 Apr 2011 16:05 WIB
Jakarta - Gurihnya kuah kekuningan ini sudah dikenal sejak lama. Makanan legendaris asal kota Tangerang ini bisa dibilang salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan. Laksa Tangerang gurih disantap dengan daging ayam ataupun telur dan juga buras. Hmm..enak!

Kalau mendengar kata 'Laksa', di kepala saya langsung terbayang semangkuk laksa Cibinong atau laksa Betawi komplet dengan isinya. Saat diajak seorang kawan untuk mencicipi laksa Tangerang, saya sedikit bertanya-tanya "Apa bedanya dengan laksa Cibinong atau Betawi ya?".

Menurut penuturan kawan saya, penjual laksa di daerah Tangerang banyak dijumpai di Jl. Moh. Yamin atau yang biasa dikenal dengan kawasan LP Wanita Dewasa, kota Tangerang. Menyusuri kota Tangerang di sore hari cukup mengasyikkan, suasananya cukup adem. Menyisir jalan di sepanjang LP Wanita Tangerang belum juga saya jumpai penjual laksa, padahal biasanya penjual laksa ini banyak sekali bak jamur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah bertanya-tanya warga sekitar, saya baru tahu kalau penjual laksa di kawasan Tangerang telah dikumpulkan di satu area bernama 'Kawasan Kuliner Laksa Tangerang' yang berada di ujung Jl.Moh. Yamin (masih di depan LP Wanita Tangerang). Para penjual laksa yang sudah dikenal di daerah Tangerang kini menempati sebuah area yang cukup bersih dan nyaman untuk para pengunjung.

Ada sekitar 7 hingga 10 penjual laksa yang mangkal di sini mulai dari laksa Bang Kumis Brewok, laksa Lepay, Laksa Bang Tubing, laksa Bang Benni, dan yang paling populer adalah laksa Bang Kumis. Laksa Bang Kumis terlihat padat pengunjung padahal jam makan siang sudah lama berlalu. Mungkin pengunjung yang datang sama seperti saya, penasaran dengan rasa laksa Tangerang atau sekedar mengobati rasa rindu.
Β 
Penjual laksa langsung menanyakan laksa pesanan saya, apakah mau menggunakan ayam (Rp 13.000), telur (Rp 7.000), atau laksa polos (Rp 5.000). Seporsi laksa komplet dengan ayampun jadi pilihan saya sore itu. Disetiap meja, tersedia aneka kerupuk dan juga buras untuk teman makan laksa.

Laksa Tangerang lebih sederhana soal isi, cukup dengan mi putih yang berukuran sedikit besar kemudian disiram dengan kuah sayur yang menggunakan kacang hijau, sepotong ayam, dan juga taburan daun kucai. Warna kuahnya tidak terlalu kuning seperti laksa Cibinong ataupun Betawi.

Laksa Tangerang menggunakan mie berwarna putih yang terbuat dari beras dan ukurannya sedikit besar. Mie ini cukup mengenyangkan, tapi jika dirasa kurang nendang buras yang ada di setiap meja pun bisa jadi aduannya. Tekstur mienya cenderung lebih kasar dibandingkan mie kuning dan tidak terlalu lentur seperti mie pada umumnya. Rasa kuahnya gurih namun tidak bikin enegΒ  meskipun menggunakan santan.

Saat disantap, terasa jejak kasar pada kuahnya. Saat saya lihat lebih teliti, ternyata ada taburan kelapa parut seperti serundeng di dalam kuahnya. Hmm.. pantas saja jika rasanya makin mantap! Uniknyam, daging ayam pada laksa Tangerang ini sepertinya telah dibakar terlebih dahulu karena ada jejak gosong di beberapa bagian dan aroma sangit saat dimakan. Hmm.. tak hanya aromanya saja yang bikin enak, bumbu yang meresap dan daging yang empuk cocok sekali dengan buras yang empuk. Nyam..nyam..

Meskipun terlihat sama, laksa Tangerang ini cukup berbeda dengan laksa Cibinong ataupun laksa Betawi yang pernah saya cicipi. Dan apabila Anda sedang berada di kota Tangerang, tak ada salahnya untuk memanjakan lidah Anda dengan seporsi laksa legendaris kota Tangerang.

Laksa Bang Kumis
Kawasan Kuliner Laksa Tangerang
Jl.Moh. Yamin (depan LP Wanita Dewasa)
Tangerang

(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads