Begor alias bebek goreng kini memang menjadi primadona dimana-mana termasuk kota Yogya. Tak heran jika para penjual begor pun mulai bertebaran di kota gudeg ini, termasuk Bebek Gobek yang sudah lama membuat saya penasaran. Sebagai penggila bebek saat berkunjung ke Yogya saya pun nekad mengunjungi warung bebek yang terletak di kawasan Condong Catur tersebut.
Hujan rintik-rintik mulai jatuh saat saya tiba di depan warung bebek yang terletak di pinggir Jl. Nusa Indah. Meskipun tergolong kecil warung ini sangat eye catching dari arah jalan raya. Banner besar mencolok berwarna kuning bertuliskan Bebek Gobek, Sego Bebek. Gambar donald bebek memakai blangkon yang tampak di banner tampil cukup unik.
Warung Bebek Gobek cukup tampil sederhana dan menempati halaman beralas paving block. Di bagian depan ada etalase berisi bebek, ayam, hati ampela, iso yang ditaruh dalam wadah-wadah tanah liat. Sedangkan di bagian dalam berjejer deretan meja dan kursi plastik untuk duduk.
Kesederhanaan tersebut juga tampak dalam menu-menu yang ditawarkan. Sebut saja bebek goreng yang bisa dipilih paha atau dada, ayam goreng, tempe, tahu, iso sapi, dll. Pesanan saya sendiri berupa begor, iso, dan tempe goreng langsung dicatat oleh sang pelayan.
Dalam hitungan menit begor berukuran tak terlalu besar berwarna kecoklatan sudah tersaji di hadapan. Begor ini disajikan dalam wadah bambu yang dialasi kertas cokelat. Begitu pula dengan tempe dan iso pesanan saya yang sudah dipotong-potong kecil. Untuk nasinya ditaruh dalam bakul mungil dari anyaman bambu.
Sang pelayan pun mempersilahkan saya mengambil sambal dan lalapan yang ditaruh dalam meja tersendiri. Selain dua jenis sambal, lalapan, ada sebuah kendi tanah liah yang bertuliskan 'kuah bebek'. Jadi inilah yang unik di warung Bebek Gobek ini. Rasa penasaran membuat cepat-cepat menyendok kuah berwana kekuningan tersebut dari kendi tanah liat.
Petualangan menikmati Bebek Gobek pun dimulai. Saat daging bebek dikoyak dengan mudah dan mendarat di lidah, hmm... sensasi empuk daging bebek menyatu dengan rasa gurih dan jejak aroma kunyit yang terasa lamat-lamat di lidah. Rupanya si bebek gobek ini memakai pakem Jawa Timuran yang cenderung gurih asin.
Pasangan bebek tentunya adalah sambal yang di warung ini disajikan dalam dua versi yaitu berupa sambal merah dan kuning. Saat membandingkan keduanya, olala... rupanya si sambal kuning memiliki setruman pedas yang lebih dahsyat. Sedangkan sambal merahnya lebih bersahabat di lidah dengan sedikit tone rasa manis. Sebagai penyuka rasa pedas pastinya si sambal goreng kuning lah yang jadi jawaranya!
Sedangkan untuk kuah bebek yang terbuat dari kaldu bebek rupanya berfungsi untuk dicocolkan ke daging bebek. Sehingga pada suapan berikutnya sebelum mendarat di mulut, daging bebek ini saya cocolkan dulu pada kuah bebek yang berwarna kekuningan. Hasilnya? Wuih... daging bebek terasa lebih gurih lagi dan makin enak!
Tak ketinggalan iso goreng ini pun jadi salah satu favorit saya. Iso yang dipotong kecil-kecil memudahkan saya untuk menyantapnya. Apalagi saat dipadukan dengan sambal bebek yang nonjok hmm... membuat lidah saya tak bisa berhenti menikmatinya sampai akhir.
Saat membayar sepotong Bebek Gobek yang gurih enak ini dihargai Rp 13.500,00. Sedangkan untuk iso sapi Rp 6000,00 dan Rp 2000,00 untuk tempe dan nasi putih. O ya, Bebek Gobek menyediakan kemasan frozen untuk bebek dan ayam buat mereka yang ingin dibawaΒ pulang. Wah pokoknya tidak sia-sia saya memburu Bebek Gobek hingga ke Yogya karena puasnya bener-bener puoll!
Warung Gobek
Sego Bebek
Jl. Nusa Indah 2, Condong Catur
(Sebelah Utara Pasar Condongcatur)
Yogyakarta
Telp: 0274-8210481
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN