Huah..Huah.. Disengat Sambal si Cuek Bebek!

Huah..Huah.. Disengat Sambal si Cuek Bebek!

- detikFood
Kamis, 06 Agu 2009 13:27 WIB
Jakarta - Daging bebek goreng yang garing, empuk, dan  gurih jadi andalannya. Tidak berbau amis, dan sama sekali tidak alot! Apalagi kalau sudah bertemu dengan 'teman setia'nya, sambal bajak yang bikin nyetrum! Huah..huah..

Sudah lama saya tidak melewati kompleks Kopassus di Cijantung, sepulang kerja saya iseng melewati daerah tersebut. Saat di perjalanan, tiba-tiba saja teman saya bilang kalau di sini ada warung tenda yang menjual bebek goreng enak. Wah.. pas sekali! Perut saya memang lapar dan saya tak bisa menolak kalau sudah ditawari menu bebek goreng.

Tenda warung 'Cuek Bebek' ini sangat sederhana dan kecil. Di dalamnya hanya berisi dua buah meja panjang dengan susunan kursi plastik yang ditata rapi. Suasananya tidak terlalu ramai saat saya datang. Sebuah daftar menu sudah ada di meja. Hmm.. tidak ada menu lain selain bebek goreng dan bebek bakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seporsi bebek goreng plus ati dan ampela goreng jadi pesanan saya. Sedangkan teman saya memilih bebek bakarnya. Di tempat ini memang tak ada menu lainnya, hanya menjual bebek goreng dan bebek bakar saja. Meskipun begitu yang mengantri sangatlah banyak. Memang tak terlihat di dalam tenda, karena rata-rata orang yang datang membelinya untuk di bawa pulang.

Jadi saya harus sedikit bersabar menunggu giliran. Selang sepuluh menit akhirnya pesanan saya datang. Bebek gorengnya tampak menggiurkan, meskipun tampilannya sangat sederhana. Disajikan dalam wadah piring anyaman beserta dengan lalapan sperti daun kemangi, kol, dan juga mentimun. Sedangkan sambalnya sudah disediakan di atas meja, hmm.. saya jadi bebas nambah sepuasnya nih!

Daging paha bebek saya sobek dengan sangat mudah tanpa sedikitpun perlawanan. Aroma gurih langsung menguap, bagian luarnya renyah namun bagian dalam tetap empuk. Sama sekali tak meninggalkan jejak amis. Wah.. saya benar-benar menyukainya. Tak lengkap kalau makan bebek tanpa terkena sentuhan pedasnya sambal.

Sambal yang digunakan adalah sambal bajak yang digoreng sehingga masih tertinggal sedikit jejak berminyak. Warnanya merah kecokelatan. Cocolan pertama daging bebek plus sambal kontan saja membuat saya tersengat! Pasalnya sambal ini seperti nyetrum saking pedasnya. Padahal kalau dilihat sama sekali tidak tampak 'garang'. Meskipun begitu sambal bajak ini tidak membuat saya kapok untuk terus dicocol dengan daging bebek yang empuk gurih. Tambahan sedikit kecap anis pada sambalnya membuat nya jadi lebih enak!

Peluh pun tak ayal lagi peluh pun mebanjiri kening dan leher saya, sesekali saya pun menyerutup es jeruk untuk meredam rasa pedasnya. Berbeda dengan bebek gorengnya, bebek bakar tampak sedikit lebih basah dengan sedikit jejak gosong di beberapa bagian. Dagingnya empuk gurih, dengan sedikit tertinggal jejak manis diakhirnya.

Tapi buat saya, yang menjadi juara adalah bebek gorengnya. Ampela dan ati gorengnya tidak terlalu istimewa. Bebek bakarnya pun demikian, tapi saya sangat menyukainya karena sama sekali tidak amis dan tidak alot! Hmm.. selain itu juga harganya yang ramah dikantong membuat warung 'cuek bebek' ini tak pernah sepi pengunjung. Untuk seporsi bebek goreng dan bebek bakar saya cukup merogoh kocek Rp 30.000,00 saja. Hmm.. murah bukan?

Cuek Bebek
Jl. Pendidikan I, Cijantung
Jakarta Timur
(Di dekat lampu merah Cijantung)
Buka mulai dari jam 5 sore.


(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads