Kepincut Sedepnya Pecel Pincuk

- detikFood Senin, 10 Nov 2008 13:07 WIB
Jakarta - Salad gaya Jowo ini selalu saja obat kangen yang ampuh. Sayurannya komplet dari daun singkong sampai daun kenikir. Siraman bumbu yang mlekoh bikin rasanya makin gurih enak. Apalagi ditaruh di atas nasi anget dan makan dengan cara muluk plus mendol tempe dan rempeyek kacang. Walah sedep tenan!!!

Kemarin siang tiba-tiba saja saya ingin sekali makan pecel. Ya, saya pengin jajan pecel yang langsung berhadapan dengan si mbok penjualnya. Pecel diracik langsung di depan saya dan bisa puas memilih sayuran plus lauk-pauk pelengkapnya. Lha, di Jakarta tentu saja sulit menemui penjual pecel seperti itu.

Untung saja teman saya membujuk untuk mampir ke warung pecel di kawasan Kalibata. Jaminan 'pasti enak' membuat saya semangat mendatangi kawasan ini meskipun dihadang kemacetan.

Warung kecil yang berada di pelataran parkir TMP Kalibata siang itu tampak lumayan ramai, Di spanduknya tertulis nama  'Pecel Pincuk Kalibata'. Pincuk  yang dalam bahasa Jawa artinya adalah piring yang terbuat dari selembar daun pisag yang dilipat ujungnya dan disemat lidi. Jadi di cekungan lipatan itulah biasanya makanan ditaruh. Wah, sudah terbayang-bayang sedapnya racikan pecel di atas daun pisang yang wangi!

Langsung saja saya memesan seporsi pecel komplet, yang artinya menggunakan semua sayuran. Meraciknya juga tidak lama karena semua sayuran sudah ditata dalam tampah bambu dan bumbu pecelpun sudah diaduk kental.  Pecel ditaruh di atas sepotong daun pisang yang beralas piring dari anyaman lidi.

Isi pecelnya memang sangat komplet, hampir semua sayuran hijau menjadi bahan utamanya. Seperti daun pepaya, tauge, kacang panjang, kenikir, sawi hijau, dan juga daun singkong. Pilihan sayuran bisa disesuaikan dengan selera. Sebagai pemakan sayuran saya agak kaget menemukan daun kenikir dalam racikan pecel ini. Aroma wangi sengir khas kenikir beradu dengan sambal kacang yang gurih pedas. Benar-benar sedap!

Karena memesan pecel komplet maka pecelpun dilengkapi dengan serundeng kelapa nan gurih, orek tempe kering, dan daun kemangi. Taburan petai Cina yang krenyes-krenyes melengkapi pecel komplet ini.  Pelengkap lain yang tak pernah ketinggalan dalam racikan pecel Madiun ini adalah rempeyek kacang. Rempeyeknya bertepung tipis dengan taburan kacang cincang dan daun jeruk yang renyah gurih!

Sayuranpun segera saya aduk dengan bumbu pecel yang cokelat kemerahan kental. Saat suapan pertama mampir di lidah sangat terasa aroma kencur, bawang putih dan daun jeruk yang harum kuat. Benar-benar racikan khas Madiun! Jejak pedas cabai tidak terlalu terasa, rasa manis gula merah, gurih kacang tanah seolah beradu seimbang di mulut.

Selain rempeyek kacang yang renyah gurih yang menjadi 'sahabat setia' pecel ini, masih ada botok, bacem tempe dan tahu, sate telur puyuh, sate ati rempela, telur asin, empal dan juga paru. Selain itu juga ada mendol, perkedel khas Jawa Timuran yang terbuat dari tempe yang dihaluskan dan diberi bumbu cabai, bawang putih kencur dan dikepel-kepel bulat lonjong baru digoreng. Rasanya pedas-pedas gurih nikmat hmm.. nikmat! Hanya sayang mendol yang saya makan sudah tidak hangat lagi, kalau masih hangat wow…uenaak tenan!

Porsi nasi yang sedikit membuat sajian pecel ini terasa pas di perut. Setelah ditambah mendol, bacem tempe dan sate telur puyuh, perutpun terasa kenyang. Racikan dan gaya penyajian yang sederhana dan khas pecel ini benar-benar membuat rasa kangen saya terobati!
 
Ternyata harganya pun cukup ringan di kantong seporsi pecel pincuk dihargai Rp 7.000,00. Kalau ingin tambah rempeyek kacang yang renyah cukup dengan Rp 3.000,00 saja sekantong rempeyek pun bisa dibawa pulang. Warung pecel ini juga menerima pesanan loh!


Pecel Pincuk Kalibata
Jl. Taman Makam Pahlawan Kalibata
Buka 07.00-21.00 WIB
Harga mulai Rp 2.000,00 sampai Rp 12.000,00
Telp. 021-70588204/08129619843 (Menerima Pesanan)
(eka/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com