Si Kecil Kelebihan Berat Badan? Kurangi Porsi Makan Belum Tentu Turunkan Berat Badannya

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 11 Nov 2016 17:45 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Memiliki anak dengan berat badan berlebihan pasti mengkhawatirkan. Akan tetapi, bolehkah si kecil menjalankan diet?

Sekitar 90 persen obesitas dipengaruhi karena faktor lingkungan yaitu karena pola hidup tak sehat. Anak-anak yang alami kegemukan tidak boleh sembarangan untuk melakukan diet.

"Di usia ini anak-anak sedang alami masa pertumbuhan. Kalau ingin menurunkan berat badan sebaiknya konsultasi dulu ke dokter dan ahli gizi," tutur Sari Sunda Bulan, ahli gizi yang ditemui detikFood beberapa waktu lalu.

Si Kecil Kelebihan Berat Badan? Kurangi Porsi Makan, Belum Tentu Turunkan Berat BadannyaFoto: iStock
Menurutnya, sebelum melakukan diet, perlu di cek terlebih dahulu kondisi anak seperti berat badan, tinggi badan serta kebiasaan makan. Sehingga dokter ataupun ahli gizi dapat melakukan action plan.

Selain itu, orang tua juga harus memiliki food diary. Food diary ini merupakan catatan makan anak dalam sehari. "Dengan food diary ini tentu ahli gizi bisa tahu makanan apa yang dikonsumsi oleh anak. Karena ada beberapa anak yang makannya normal tapi suka camilan cookies misalnya. Satu cookies saja kalorinya bisa 100 Kkal. Jadi harus di review baru mudah membuat action plan-nya," jelas wanita berkerudung ini.

Cara mudahnya adalah dengan mengurangi gorengan dan membatasi makanan manis serta memperbanyak aktifitas fisik si kecil. Gorengan atau makanan manis bisa diganti dengan camilan buah atau crackers yang tidak mengandung gula.

Si Kecil Kelebihan Berat Badan? Kurangi Porsi Makan, Belum Tentu Turunkan Berat BadannyaFoto: Thinkstock
"Yang harus diingat adalah anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan sehingga tidak boleh asal melakukan penurunan berat badan dengan memberi makanan dalam porsi kecil," ujar Sari.

Saat usia 2-3 tahun, anak-anak sudah rentan terkena obesitas. Sehingga diperlukan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang. Agar si kecil tak mengalami masalah kelebihan berat badan yang dapat berakibat negatif untuk kesehatannya saat dewasa nanti. (lus/odi)