Serat sangat berfungsi untuk mencegah penyakit degeneratif atau metabolisme, terutama pencernaan. Jika orang dewasa membutuhkan sekitar 25-30 gram per hari, anak-anak memerlukan kebutuhan serat yang berbeda.
“Anak-anak yang berusia 2 hingga 20 tahun perhitungannya berbeda. Caranya adalah usia ditambah dengan 5 gram untuk kebutuhan serat perhari,” jelas Dr. Ulul Albab, SpOG selaku Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada
(22/12) di Hypermart Cyberpark, Karawaci.
Misalnya saja, untuk anak-anak yang berusia 7 tahun, Anda dapat menghitung kebutuhan serat dengan cara 7 tahun ditambah dengan 5 gram sehingga dalam sehari anak ini membutuhkan serat sebanyak 12 gram.
Obesitas pada anak-anak disebabkan karena pola makan yang kurang baik. “Orangtua lebih suka memberikan anak-anak makanan yang instan. Misalnya saja ayam goreng, sangat disukai anak-anak sehingga lebih mudah pemberiannya dibandingkan dengan sayur dan buah,” tambah Ulul.
Selain dapat melancarkan pencernaan. “Serat juga dapat mengontrol jumlah makanan untuk anak-anak dengan obesitas. Karena makanan tinggi serat dapat memacu hormon Cholecystokinin yang akan memberi sinyal ke otak untuk berhenti makan saat perut kenyang,” jelas dokter berkacamata ini.
Makanan tinggi serat seperti umbi-umbian, sayur dan buah bisa Anda berikan pada anak. “Tak harus berbentuk utuh, beragam makanan ini bisa Anda kreasikan menjadi berbagai sajian makanan. Seperti buah dan sayur, Anda bisa mengolahnya menjadi smoothies atau jus. Jika ingin menambahkan protein, cukup tambahkan susu atau yoghurt agar rasanya enak dan anak-anak suka,” tutup Ulul.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN