Apakah Es Krim Bisa Jadi Pengganti Susu Anak?

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 17 Sep 2015 13:11 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Susu dan es krim sama-sama mengandung kalsium. Tapi, si kecil tentu lebih memilih es krim karena warna dan bentuknya lebih menarik.

Es krim merupakan makanan beku yang dibuat dari olahan produk susu yang ditambahkan dengan perasa dan pemanis. Selain susu, es krim juga kaya akan protein, kalsium, lemak dan beberapa jenis mineral lainnya.

 

 

Dalam 100 gr es krim mengandung kalori sebanyak 207 Kkal, 11 gr lemak, 4 gr protein dan 24 gram karbohidrat. Sedangkan dalam 100 ml susu sapi mengandung kalori sebanyak 61 Kkal, 3,2 gr protein, 3,5 gr lemak dan 4,3 gram karbohidrat.

Gula sering ditambahkan dalam es krim. Dengan penambahan ini kalori es krim tentu akan semakin tinggi sehingga gizinya tidak seimbang.

"Padahal kalsium yang ada pada es krim cukup tinggi yaitu sekitar 13 persen dari kebutuhan harian anak,” tutur Jansen Ongko, Msc, RD selaku ahli gizi kepada Detikfood (14/9/15).

 

 

Dengan kandungan kalsium yang tinggi, apakah es krim boleh jadi pengganti susu? “Es krim boleh saja diberikan pada anak jika ia enggan minum susu. Sehingga es krim dapat dijadikan sebagai pengganti susu," tambah Jansen.

Namun, Jansen menegaskan bahwa jangan biasakan untuk mengganti susu dengan es krim. Karena bagaimanapun kandungan kalori pada es krim cukup tinggi dan bukan berasal dari sumber alami. Pemberian es krim jangan sampai mendominasi dan men​galahkan​ menu makanan utama anak.

(lus/odi)