Bekal Tak Dimakan? Mungkin 5 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Bekal Sekolah Sehat

Bekal Tak Dimakan? Mungkin 5 Hal Ini Jadi Penyebabnya

Odilia Winneke - detikFood
Rabu, 05 Agu 2015 09:39 WIB
Bekal Tak Dimakan? Mungkin 5 Hal Ini Jadi Penyebabnya
Foto: Thinkstock
Jakarta - Bekal yang sudah susah-susah Anda buat tak dimakan oleh si kecil. Jika terjadi beberapa kali dalam seminggu sudah saatnya Anda mencari tahu penyebabnya. Hal yang terlihat sepele bisa jadi penyebabnya.

Jika bekal hanya dimakan sedikit atau tak dimakan sama sekali, tanyakan pada anak apa
sebabnya.Kecuali itu beberapa hal ini perlu Anda cermati karenz bisa jadi alasan anak tak makan bekalnya.

1. Tampilan makanan seadanya

Foto: Thinkstock
Nasi goreng dalam kotak makan plus 2 potong nugget. Sekali dua kali mungkin masih bisa diterima anak. Tetapi kalau terlalu sering pasti anak akan bosan. Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak sangat memerlukan rangsangan visual berupa bentuk dan warna untuk membangkitkan selera makan. Usahakanmemberi sentuhan berbeda. Misalnya telur dibentuk hati atau nasi goreng diberi hiasan abon sehingga menarik perhatian si kecil.

2. Makanan sulit dimakan

Foto: Thinkstock
Anak memiliki keterbatasan waktu dan tempat saat makan bekalnya. Karenanya jika ayam dengan tulang atau makanan dalam potongan besar akan sulit dimakan. Akhirnya bekalpun tidak dimakan karena waktu makan yang terbatas. Potong ayam dan makanan lain untuk ukuran sekali suap. Buang tulang atau pembungkus yang merepotkan.

3. Menu makanan membosankan

Foto: Thinkstock
Seperti orang dewasa, anak-anak juga cepat bosan. Jika dalam seminggu tiga kali anak mendapat bekal mie goreng tentu ia kehilangan selera. Susun menu bekal yang praktis dan bisa dinikmati seluruh keluarga. Ajak si kecil menentukan bersama apa yang ingin dinikmati sebagai bekal sekolahnya. Hal ini membuat ia merasa dihargai.

4. Anak sudah kenyang

Foto: Thinkstock
Meskipun sudah membawa bekal, jajanan di kantin sekolah pasti menggoda anak. Sebaiknya jangan beri uang saku sehingga ia mau makan bekalnya dan tidak jajan. Selain itu perhatikan jumlah bekal yang dibawa. Perhitungkan dengan jam sekolah.

Jika ada dua kali jam istirahat maka bekal harus mencukupi untuk dimakan dua kali. Hindari minuman manis seperti teh manis kemasan atau susu manis kemasan. Minuman manis cepat membuat anak kenyang dan malas makan bekal. Sebaiknya ganti dengan potongan buah segar dan air putih.

5. Adanya ancaman

Foto: Thinkstock
Banyak ibu memberikan bekal sambil memberi ancaman. 'Awas ya bekal harus dimakan habis!' atau peringatan kecil pada anak. Ancaman ini membuat anak tidak nyaman dan cenderung tak menyentuh bekalnya sama sekali. Mereka akan makan bekalnya dengan rasa takut.

Sebaiknya beri motivasi positif pada anak. Misalnya dengan mengatakan 'Kalau kamu lapar ibu sudah siapkan makanan kesukaanmu di kotak ini'. Anak akan menikmati bekal sebagai bagian kasih sayang ibunya.

Halaman 2 dari 6
(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads