5 Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Tak Diberikan pada si Kecil

5 Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Tak Diberikan pada si Kecil

- detikFood
Senin, 19 Jan 2015 14:01 WIB
5 Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Tak Diberikan pada si Kecil
Foto: Thinkstock
Jakarta - Gorengan, minuman manis, dan jelly disukai banyak anak. Si kecil memang memerlukan asupan kalori untuk tumbuh kembang. Tetapi mereka lebih perlu nutrisi dari makanan berkualitas.
Β 
Bukan tak mungkin melatih anak mengenali makanan sehat sejak dini. Menurut Christine Gerbstadt, dokter dan juru bicara American Dietetic Association yang diperlukan anak makanan sehat bernutrisi, bukan makanan berkalori kosong. Karenanya ia menganjurkan untuk tidak memberikan makanan dan minuman ini pada anak sejak usia dini.



5 Makanan dan Minuman Ini Sebaiknya Tak Diberikan pada si Kecil (1)

1. Minuman Soda

Foto: Thinkstock
Manis dingin minuman bersoda sangat disukai anak. Ada bayi usuai 7 bulan yang sudah diperkenalkan pada minuman ini di Amerika. Padahal minuman ini tak bernutrisi. Kandungan utamaya hanya gula saja. Asupan gula berlebih berakibat buruk untuk kesehatan gigi dan memicu kegemukan saat dewasa.

2. Jus Buah

Foto: Thinkstock
Meski terbuat dari buah bukan berarti sehat. Serat buah sudah dihancurkan dengan blender dan juga banyak mengandung gula. Sedangkan memakai jus buah seperti pir dan apel untuk memberi rasa manis makanan juga kurang baik. Makanan akan lebih cepat diserap usus. Padahal makanan perlu waktu untuk diserap nutrisinya oleh tubuh.


Untuk bayi usia 6-12 bulan sebaiknya diberikan ASI atau susu formula dan sedikit air. Jus buah segar bisa diberikan berkala setelah usianya di atas 1 tahun.

3. Crackers

Foto: Thinkstock
Si kecil akan asyik menggenggam dan menggigit crackers. Namun, ngemil crackers akan membuatnya ketagihan. Akibatnya ia kenyang saat waktu makan tiba dan tidak mau menyantap menu sehat yang disiapkan.


Sebaiknya ganti camilan ini dengan irisan apel yang manis atau pilih sereal rendah gula sebagai penggantinya.

4. Makanan Olahan

Foto: Thinkstock
Banyak jenis makanan olahan dijual di pasaran. Makanan ini diolah dalam proses panjang dan lama yang berakibat hilangnya banyak nutrisi. Karena itu untuk mengawetkan ditambahkan banyak gula, garam, dan bahan aditif lainnya.

Makanan kalengan merupakan salah satu contohnya. Juga beragam jenis daging olahan dan makanan ringan lainnya.

5. Dessert dari Gelatin

Foto: Thinkstock
Banyak orang mengira gelatin mengandung protein karena dibuat dari tulang sapi. Padahal jumlahnya hanya sedikit. Karena teksturnya lunak dan mudah ditelan, dessert ini sering diberikan pada si kecil.

Namun, setelah gelatin ditambahkan gula dan bahan-bahan lainnya maka tidak lagi menyehatkan. Justru membuat si kecil kenyang dan menolak makan. Sebaiknya ganti dengan apel panggang yang lebih empuk, lembut, manis alami, dan mudah ditelan.
Halaman 2 dari 6
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads