Rujak Cingur? Uenak Tenan!!

- detikFood Jumat, 25 Apr 2008 11:31 WIB
Jakarta - Tak hanya rujak cingur yang disajikan dengan petis udang yang tersaji mengundang selera. Nasi rawon khas Surabaya ini pun rasanya 'nendang' abis. Jika Anda pencinta hidangan Jawa Timur atau kangen kampung halaman, pastinya wajib cobain resto yang satu ini!

"Wah enak kali ya makan rujak cingur," ujar seorang teman suatu hari. Wah tergiang-ngiang ucapannya, lha kok saya jadi ikutan ngiler makanan arek Suroboyo itu ya? Meskipun saya sendiri bukan orang Jawa, makanan dari Jawa Timur ini entah kenapa cukup cocok dilidah saya.

Akhirnya menjelang siang tercetuslah ide untuk mencicipi rujak cingur yang berada di 'Depot Surabaya'. Letak persisnya ada di Jl. Muwardi tepat dibelakang terminal Grogol. Sengaja kami memilih tempat tersebut, karena menurut teman saya tidak hanya rujak cingurnya yang enak, rawon dan lontong cap go meh rumah makan tersebut juga wajib dicoba. Wah jadi penasaran nih!

Sekilas tak ada kesan istimewa ketika kami melangkahkan kaki di rumah makan yang bergaya rumahan tersebut. Kursi-kursi plastik berwarna biru dan meja kayu sederhana berderet memenuhi halaman dan gerasi yang disulap menjadi tempat makan pengunjung. Saat itu rumah makan telah lengang, karena jam makan siang telah terlewat. "Wah untung saja bukan jam makan siang, kalau tidak bisa-bisa tidak kebagian tempat," ujar teman saya sambil mengambil tempat duduk disalah satu sudut.

Ternyata menu Jawa Timuran yang disuguhkan oleh rumah makan ini cukup komplet tersedia. Misalnya seperti rawon, nasi bakmoy, nasi rames, tahu campur, rujak cingur, lontong cap go meh,dll. Bahkan di hari libur juga terdapat menu spesial seperti ote-ote dan kupang lontong, wah wah... saya pun jadi kebingungan memilihnya. Pastinya rujak cingur tetap menjadi pilihan utama, dengan tambahan berupa rawon dan lontong cap go meh hasil rekomendasi teman saya tersebut.

Akhirnya rujak cingur yang ditunggu-tunggu tiba dihadapan kami. Ya, rujak cingur ini memang merupakan makanan khas hidangan Jawa Timur tepatnya Surabaya. Mengapa disebut rujak cingur? Nah, itu karena makanan ini terdiri dari paduan 'rujak' yang terdiri atas buah-buahan, cingur dan petis. Nah petis dan cingur inilah yang membedakannya dengan rujak pada umumnya.

Disajikan dalam pinggan putih, rujak cingur ini tampil medhok dengan bumbu petis yang warnanya hitam kecokelatan melimpah ruah menyelimuti isian rujak. Wuihh nyaris kami saya menitikkan air liur sebelum mencicipinya slurppp!!!

Di RM Depot Surabaya rujak cingurnya terdiri atas nenas, timun, bangkoang, kedondong, serta tempe dan tahu. Sedangkan 'cingur' sendiri berasal dari kata cungur yang berarti tulang rawan dari bagian hidung dan bibir atas sapi. Yang tak boleh ketinggalan dari sajian rujak cingur ini adalah siraman bumbu petis udangnya.

Paduan rujak cingur dengan bumbu petis yang kami cicipi ini juga memakai pisang batu, sehingga ada sensasi krenyes-krenyes yang enak ketika menyantapnya. Hmm... membuat kami tak bisa berhenti mengunyah nyam...nyam... Bahkan meskipun rujaknya telah habis, kami masih asyik menikmati kerupuk gendar yang dicocol dengan bumbu petis yang masih tersisa di piring hingga licin tandas wah... uenak rek!

Upss keasyikan menikmati si rujak cingur membuat kami hampir melupakan lontong cap go meh dan rawon yang telah menunggu untuk disantap. Setelah membilas mulut dengan minuman standar berupa es teh manis kami pun beralih kesasaran selanjutnya.

Rawon yang asli Jawa Timur ini memiliki ciri khas kuah yang hitam pekat berasal dari kluwek. Yang saya suka pada rawon di RM Depot Surabaya ini adalah kuahnya yang tidak terlalu kental dan pemakaian kluwek yang tidak berlebih, sehingga rasanya ringan dan tidak membuat eneg. Sebelum menyantapnya saya pun harus mencampurkan tauge dan sambal yang disajikan dalam wadah terpisah. Tapi mana telur asinnya ya? Oala... ternyata telur asin dapat dibeli terpisah.

Slurpp... saya pun mencoba menyeruput kuah rawon yang masih hangat. Rasa kluwek bercampur gurih, dan semburat pedas akibat sambal yang telah saya campurkan pada kuah langsung menyeruak menjadi sensasi rasa yang nikmat. Potongan daging pun diiris dadu, dan tidak terdapat jejak lemak. Rasanya lembut mengelus lidah dan dagingnya dapat dikunyah tanpa perlawanan. Rawon pun berakhir sama dengan sang rujak cingur, ludes tak tersisa.

Lontong cap go meh yang biasa disantap setelah Imlek ini juga sempat sedikit saya cicipi. Bukan karena rasanya yang tidak enak, melainkan karena perut yang sudah penuh kekenyangan. Rasanya agak berbeda dengan lontong cap go meh yang selama ini pernah saya makan. Versi RM Depot Surabaya ini kuahnya tidak hanya sekedar manis, melainkan juga ada jejak rasas asin yang membuatnya cocok bagi mereka yang bukan berlidah Jawa. Isinya ada opor ayam, irisan labu, telur, serundeng, dan daging dengan bumbu abing alias bumbu kelapa.

Kenyang! Ya, itulah yang kami rasakan setelah menyerbu habis makanan yang kami pesan. Untuk seporsi rujak cingur dihargai Rp 14.000,00, rawon Rp 12.000,00 dan lontong cap go meh Rp 17.000,00. Shttt... bahkan teman saya yang tampaknya belum puas sempat memesan sebungkus tahu campur untuk dibawa pulang. Nah bagi Anda yang kangen rujak cingur dan hidangan Jawa Timuran lainnya, rasanya Depot Surabaya ini patut dicoba!

Depot Surabaya
Jl. Dr. Muwardi I/B3 Grogol, Jakarta Barat
Telp: 021-5605139

(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com