Kesetrum Sambal Bakar

Kesetrum Sambal Bakar

- detikFood
Kamis, 24 Mei 2007 10:50 WIB
Jakarta - Pernah mendengar Restoran Bakul Bakul? Ya, inilah salah satu restoran yang paling gress saat ini di Bogor. Tahu geprek plus cocolan sambal yang mengigit serta ayam geprek nan lezat diracik dengan cukup unik dan penuh rasa. Sebagai penutup hidangan ada es goyobot untuk meredakan rasa pedas sambal bakar ala Bakul Bakul yang dijamin mantab pedasnya!!Suatu siang, ketika melewati Jalan Padjajaran Bogor tak sengaja mata kami menangkap banner restoran yang tampaknya masih baru. Tulisan di banner tersebut cukup menarik perhatian kami, 'Bakul Bakul Restoran Tradisional'. Ya, begitulah kira-kira bunyinya. Dengan gambar bakul berwarna merah yang menghiasi banner membuat kami membayangkan nikmatnya nasi yang mengepul dalam bakul. Tanpa buang waktu kami langsung memutuskan Bakul Bakul sebagai tujuan makan siang. Berada dekat dengan supermarket Hero Padjajaran, rasanya tak sulit bagi kami menemukan restoran ini. Ditambah dengan papan penunjuk yang ada di pinggir jalan, kami pun tinggal mengukuti arahnya dengan mudah. Ketika sampai, kami agak bingung untuk memarkirkan kendaraan karena ternyata restoran ini tidak menyediakan lahan parkir untuk para pengunjungnya. Setelah mencari-cari akhirnya berhasil juga kami parkir di pinggiran jalan tak jauh dari restoran. Ketika memasuki area restoran yang dari tidak begitu kelihatan wujudnya tersebut, kami harus menaiki tangga kecil menuju tempat yang lebih tinggi. Di bagian tengah terdapat bagunan besar mirip joglo. Di bagian samping di bangun saung dengan meja kursi plus kerai bambu sebagai penutupnya. Dengan sentuhan batu, kayu dan semen, serta pepohonan, suasana menjadi lebih 'adem'. Karena ingin menikmati kesegaran udara kami pun memutuskan untuk memilih duduk di salah satu saung atau pondok kecil. Pada daftar menu, tampak banyak sekali menu yang memakai istilah geprek, dari tempe geprek, tahu geprek hingga ayam geprek. Penasaran dengan menu serba geprek ini kami pun memesan tahu geprek dan ayam geprek. Selagi bingung memilih menu lainnya, sang pelayan merekomendasikan untuk memesan tahu kipas dan sambal bakar bakul yang katanya merupakan salah satu andalan restoran. Jadilah kami menambah menu makan siang hingga makin komplet.Cukup kontras dengan nama restoran 'Bakul Bakul' yang mencerminkan nuansa tradisional yang kental. Hampir semua sajian yang kami pesan dihidangkan di atas piring keramik yang cantik dan ditata dengan apik. Tahu kipas yang lengkap dengan cocolan sambal dan tahu geprek, kami nikmati sebagai hidangan pembuka. Tahu kipas ini tak lain tahu sumedang dengan isian. Bagian luarnya renyah gurih, dan adonan udang dan jamur yang terasa sangat gurih pula. Apalagi jika dicocol dengan sambal, wah uenak tenan!. Hidangan geprek atau gepuk atau penyet belakangan ini memang sedang jadi andalan beberapa warung makan dan resto. Nama ini ditujukan untuk makanan yang biasanya digoreng atau dibakar kemudian ditekan dengan ulekan hingga agak memar atau hancur di atas sambal atau bumbu. Seperti tahu geprek yang kami pesan, berupa tahu kuning goreng dan digeprek (seperti namanya) hingga hancur sebagian. Setelah itu dibumbui dengan sambal lalu ditaburi bawang goreng yang royal. Rasanya pun tak kalah nikmat, sangat lembut mengelus lidah. Akhirnya tiba giliran untuk mencoba sang ayam geprek yang berwarna kuning agak kecoklatan. Ayam goreng inipun dipipihkan atau digeprek dan diberi sambal. Aroma kunyit dan serai terasa sangat kuat terlacak dari ayam gorengnya. Disajikan dengan taburan bawang goreng dan irisan kacang panjang dan timun sebagai pelengkapnya. Sambal bakar bakul tampil dengan sensasi agak menyengat. Disajikan dalam cobek tanah liat dengan bunyi mendesis dan kepulan asap yang menyengat. Rupanya ini sambal ala hot plate. Cobek dipanaskan lebih dahulu kemudian sambal ditaruh di atasnya sehingga matang perlahan dan mengeluarkan aroma cabai yang tajam menyengat. Rasanya memang sekuat sensasi baunya, pedas menyengat, wuah...wuah... Memadamkan rasa pedas yang membuat titik-titik keringat mulai bermuculan, kami pun menyeruput es goyobot. Kontras dengan rasa pedas, es goyobot ini rasanya manis sekali. Dengan bentuk gunungan es serut dan diberi topping tape hijau dan santan, es ini merupakan penutup yang cocok untuk meredam rasa pedas. Untuk segelas es goyobot dihargai Rp 12.000,00, sepotong ayam geprek Rp 10.000,00 , seporsi tahu geprek dan tahu kipas Rp 8.000,00 , dan sambal bakar bakul Rp 12.000,00. Walaupun tidak begitu istimewa, hidangan di Bakul Bakul ini layak untuk dicoba. Dengan suasana pondok yang asri dan sejuk, kenikmatan hidangan bermenu tradisional makin terasa. Nah, kalau akhir pekan nanti Anda jalan-jalan ke Bogor, mampir saja untuk mencicipi sajian 'geprek' yang unik! Bakul Bakul Restoran TradisionalJl. Pakuan No 14, BogorTelp: (0251) 384905 , Fax: (0251) 384930 (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads