Makan Soto Kliwon di Rabu Legi

Makan Soto Kliwon di Rabu Legi

- detikFood
Jumat, 09 Mar 2007 11:01 WIB
Jakarta - Menghirup kuah soto Kudus yang masih mengepul panas menjadi obat penawar yang pas ditengah 'gigitan' hawa dingin. Soto daging yang empuk tanpa lemak pun meluncur mulus di tenggorokan. Kami pun melahap keduanya dengan nikmat, diselingi satai telur puyuh, perkedel dan sate ampela ayam sebagai pelengkapnya!. Sueger tenan!!!Hari itu (Rabu Legi) memang kami sedang cari 'penyakit'. Betapa tidak, saat Jakarta sedang berawan mendung dan angin bertiup dingin kami malah jalan-jalan ke Puncak. Akibatnya pasti bisa diduga. Lepas dari pintu tol Ciawi, baru merambah beberapa meter ke daerah Cibogo, perut sudah terasa lapar. Padahal belum tengah hari. Papan iklan berwarna kuning mencolok di kiri jalan bertulisan Soto Kudus 'Kliwon' segera memikat kami. Tiap perjalanan ke Puncak pasti Anda melihat resto soto Kudus ini. Waktu mobil kami parkir di halaman rumah tua yang rindang, resto masih sepi. Rasanya kamilah pengunjung pertama. Resto ini benar-benar bergaya rumahan khas Jawa Tengah. Meja kursinya dari kayu sederhana, di sisi kiri tengah terdapat lemari kaca berisi terasi khas Juwana dan sirop kawista cap Dewa Burung yang tersohor. Agaknya sang pemilik yang berasal dari pesisir utara Jawa ini juga ingin melestarikan sirop kawista khas Rembang yang tergolong langka. Karena itu di dinding bagian tengah terpasang kliping artikel tentang buah kawista yang langka dan siropnya. Menu yang ditawarkan juga tidak terlalu banyak; soto ayam, soto daging, tahu pong Semarang, lumpia Semarang. Karena hujan sudah mulai turun maka kamipun memilih soto ayam, soto daging dan lumpia Semarang sebagai pengganjal perut. Di daerah Kudus, Jawa Tengah yang tersohor memang soto ayam dan soto daging kerbau. Soto ayam gaya Kudus memang agak berbeda dengan soto ayam Semarang. Kalau soto Kudus biasanya kuahnya bening, sedikit kekuningan dan rasanya cenderung gurih. Sementara soto ayam Semarang kuahnya bening, agak kecokelatan dengan aksen rasa manis (dari kecap manis). Setelah menunggu agak lama, soto ayam dan soto daging pun disajikan di depan kami, dalam mangkuk keramik Cina yang kecil (seperti umumnya soto di Jawa Tengah). Kuahnya agak kekuningan dengan tebaran irisan daun kucai yang melimpah. Slurpp... kuahnya terasa gurih, tidak berminyak, suwiran daging ayam kampungnya halus dan empuk, dan tauge pendek yang menjadi pelengkap terasa sangat crunchy dan segar. Sayang sekali mereka kurang royal menebarkan bawang putih dalam bumbu dan kuahnya. Soto dagingnya juga berkuah bening, gurih dan dagingnya empuk sekali. Setelah diberi sedikit kecap, perasan jeruk nipis rasanya sangat mengejutkan. Sangat gurih dan enak! Lumpia goreng Semarang yang berisi irisan halus rebung dan daging ayam disajikan dalam piring kecil plus dengan acar lokio dan cabai rawit. Adonan isinya sedikit terlalu manis tetapi bumbunya terasa cukup seimbang. Hanya sayang kami sedikit kecewa karena ketika digigit kulitnya agak keras (alot), mungkin karena dipanaskan kembali (atas permintaan kami). Tak terasa dalam hitungan menit soto kudus, soto daging dan lumpia Semarang pun licin tandas. Teh hangat dan es sirop kawista pun menjadi pelengkap yang pas, sekaligus penawar rindu kampung halaman di Jawa.Sesuai dengan nama 'kliwon', salah satu hari pasar pada kalender Jawa, rumah makan ini juga memasang tarif yang tak terlalu mahal. Untuk soto Kudus seporsinya seharga Rp.8000,- , soto daging Rp10.000,- dan lumpia semarang Rp.5000,- per buah. Sedangkan untuk aneka minuman harga berkisar dari Rp.4500,- hingga Rp.8000,- per gelas. Hmm... kalau akhir pekan ini Anda berlibur ke Puncak, jangan lupa mampir untuk mencicipi semangkuk soto Kudus. Apalagi jika Anda berasal dari Jawa Tengah. Hitung-hitung sebagai obat kangen kampung sekaligus penghangat badan!Soto Kudus 'Kliwon'Jl. Raya Cibogo No. 114 Telp : (0251) 253093Harga makanan Rp 3000,00 - Rp 20.000,00 per porsiHarga minuman Rp 4500,00 - Rp 8000,00 per gelas (dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads