Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris

Devi Setya - detikFood Rabu, 10 Okt 2018 16:20 WIB
Foto: dok. detikFood Foto: dok. detikFood
Jakarta - Jika dilihat dari luar memang tak ada yang spesial dari warung sate H. Mansur. Tapi begitu mencicip satenya, dijamin tak ingin berhenti mengunyah.

Di Jalan Kampung Melayu Besar memang banyak tempat makan yang menawarkan berbagai makanan, salah satunya warung sate H. Mansur. Warung berbentuk persegi ini dicat dengan warna hijau. Tak ada papan nama mencolok, hanya tulisan 'Sate & Sop Kambing H. Mansur'. Rupanya warna hijau jadi penanda warung ini.
Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris Foto: dok. detikFood
Warung ini kabarnya sudah ada sejak tahun 1990-an, dahulu menempati bangunan kecil dengan meja panjang sebagai tempat makannya. Kini meskipun tetap sederhana, warung H. Mansur sudah lebih besar dan mampu menampung banyak pengunjung.

Tergelitik rasa penasaran, kami pun datang untuk membuktikan kelezatan sate kambing muda dan juga semangkuk sup kambingnya. Kedatangan kami disambut kepulan asap bakaran sate yang semilir membawa aroma daging bakar. Sedapnya!

Alat pemanggang memang sengaja diletakkan di luar warung. Ini dilakukan agar pengunjung bisa nyaman makan tanpa terganggu asap.
Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris Foto: dok. detikFood
Tak mau kehabisan, kami langsung memesan seporsi sate kambing dan sate ayam. Tampaknya kami kurang hoki, sop kambing yang juga jadi andalan di warung ini sudah ludes sejak siang hari.

Melihat kekecewaan kami, pelayan lalu menawarkan kuah sop kambing yang bisa kami cicip. "Sopnya habis dari jam 2 tadi. Ini ada kuahnya kalau mau bisa dicoba," hibur wanita yang melayani kami. Tawaran ini lantas tak kami sia-siakan.

Tak lama menunggu, sate diauguhkan ke hadapan kami. Masih hangat dan gurih wangi aromanya mengelus hidung.
Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris Foto: dok. detikFood
Seporsi sate kambing berisi 10 tusuk harganya Rp 45 ribu, dihidangkan dengan sambal kecap. Cabai rawit pada bumbu kecap ini tidak diiris melainkan diuleg kasar. Inilah yang membuat rasa pedasnya lebih nendang, lalu diseimbangkan dengan asam segar irisan tomat dan bawang merah.

Sebelum menyantap, kami mengaduk dulu satenya agar rata tersalut bumbu. Daging kambing pada satenya sama sekali tidak tercium aroma prengus. Teksturnya juga empuk juicy meskipun potongannya agak kecil.

Pegawai memanggang sate dengan pas jadi tidak terlalu kering ataupun gosong yang menyebabkan daging pahit dan alot. Dalam satu tusuk sate terdiri dari daging kambing yang diselingi lemak lembut yang tak kalah enaknya. Meleleh di mulut!
Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris Foto: dok. detikFood
Selain sate kambing, warung H. Mansur juga menawarkan sate ayam. Kami juga mencoba memesan seporsi sate ayam ini (Rp 35 ribu). Untuk sate ayam kami memilih bumbu kacang sebagai pelengkap.

Sate ayamnya tidak terlalu spesial karena persis sate ayam pada umumnya. Tapi ukuran potongan sate ayam ini terbilang cukup besar. Dagingnya empuk dan makin mantap dinikmati bersama bumbu kacang gurih manis.

Tekstur bumbu kacangnya terbilang kental creamy namun kacang seolah dibiarkan tidak terlalu halus sehingga menyisakan tekstur bergerenjil. Bumbu kacang ini lalu ditambah kucuran kecap manis. Kalau suka pedas, bisa tambah sambal yang disajikan di setiap meja.
Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris Foto: dok. detikFood
Oiya kami juga mencicip kuah sop kambing. Meskipun tinggal kuahnya tapi tetap disajikan hangat. Aromanya gurih menggoda, terbayang kalau saja kami masih mendapat potongan daging atau tulangan kambingnya.

Sop ala H. Mansur ini terbilang sop bening tanpa santan. Bumbu yang digunakan sangat banyak, ini bisa dilihat dari serpihan bumbu yang mengumpul di dasar mangkuk. Rasanya dominan gurih sedikit pedas, paling enak dimakan bersama nasi putih.

Meskipun warung ini buka mulai pukul 11.00-22.00 tapi tak jarang warung sudah tutup di sore hari karena habis. Kami mendapat informasi kalau dalam sehari H. Mansur biasa menghabiskan 6-8 ekor kambing muda. Wow!
Sate H. Mansur: Nyuus! Empuknya Daging Kambing Muda di Warung Sate Legendaris Foto: dok. detikFood
Salah satu rahasia kelezatan sate dan sop kambing H. Mansur ini ada di penggunaan kambing muda. "Di sini pakainya kambing muda, terus juga jeroan sama sekali nggak dipake. Makanya orang bilang empuk dan nggak bau, kita pakainya cuma daging sama tulang saja," ujar salah satu pegawai yang sudah bekerja sejak tahun 2000 ini.

Selama kami makan juga terlihat pengunjungnya datang dari banyak kalangan, mulai pekerja kantoran bermobil hingga anak-anak muda. Sebagai tips, kalau mau makan di warung sate H. Mansur datanglah lebih awal agar menunya masih lengkap.

Sate & Sop Kambing H. Mansur
JL. KH. Abdullah Syafei No. 13
Tebet arah Kampung Melayu
Jakarta Selatan
Telepon (021) 8357053

(sob/odi)