Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Bergaya Kekinian di 'Cafedangan'

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Selasa, 14 Nov 2017 16:27 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta - Makan camilan sambil ngobrol dan menghirup minuman hangat jadi tradisi di Solo. Kini gaya wedangan ini pun mengalami transformasi menjadi kekinian.

Nama Warung Kerupuk yang ditulis dalam ejaan lama mengundang rasa ingin tahu kami. Maklum saja kini di Solo banyak muncul warung wedangan modern. Beberapa bahkan sudah terkenal hingga ke luar Solo.

Wedangan sendiri merupakan sebutan buat sajian minuman panas (wedangan) yang dilengkapi dengan aneka camilan. Bukan makanan berat tetapi camilan seperti pisang goreng, ubi dan singkong rebus, kacang goreng hingga sego kucing.

Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Begaya Kekinian di 'Cafedangan'Foto: detikfood

Memasuki Waroeng Keroepoek yang berlokasi di Jl. Rajiman Solo sudah terasa suasana yang lapang dan nyaman. Lebih mirip seperti foodcourt karena ada penjaja makanan lain seperti sate kere, mie Jawa hingga makanan gaya angkringan yang bisa dipilih sendiri. Wedangan gaya kafe ini populer dengan istilah 'cafedangan' atau kafedangan.

Tempat ini populer di kalangan anak muda sebagai tempat hangout. Apalagi di Waroeng Keroepoek ada area khusus di sisi kiri bagi pemain musik lokal untuk unjuk kebolehan. Kami memilih pesan sego kucing dengan lauk bandeng (Rp 5.000), ditambah lauk tempe goreng tepung dan jadah bakar dan blondo (Rp 5.000). Tak ketinggalan kerupuk aci. Sesuai dengan namanya tempat ini punya banyak jenis kerupuk, dari kerupuk aci, karak, ikan hingga kerupuk kulit.

Selain dengan lauk bandeng, ada juga nasi kucing terik sapi, sambal welut, kerecek hingga orek tempe. Kalau tak mau menu HIK gaya wedangan ini ada beberapa gerobak yang menyediakan makanan lain. Ada sate kambing pak Manto, sate kere, burger ramen, aneka gongso hingga es teler.

Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Begaya Kekinian di 'Cafedangan'Foto: detikfood

Sedangkan buat yang tak suka minuman panas, bisa pesan aneka soda buatan lokal plus es batu. Seperti sirsaparilla, coffee beer, root beer dan orange soda. Meski lapar harus sedikit bersabar menunggu karena nasi dan lauk dipanaskan dulu. Dengan cara memanggang langsung di atas bara api arang hingga daun kering dan lauk jadi hangat.

Nasinya lumayan banyak buat porsi nasi kucing. Suwiran bandengnya gurih dengan sambal yang pedas sedikit asam. Dalam sekejap langsung tuntas. Sementara jadah dengan blondonya terasa gurih lembut.

Waroeng Keroepoek : Menikmati Wedang Begaya Kekinian di 'Cafedangan'Foto: detikfood

Hanya saja kami merasa wedang jahe kurang pedas menyengat atau kurang pekat. Hanya panas air saja yang terasa di mulut, bukan panas hangat jahe segar. Namun, kami cukup menikmati permainan musik dari instrumen gitar dan saxophone yang dimainkan dua anak muda.

Di mana lagi bisa nyantai, ngemil dengan harga terjangkau plus live music!

Waroeng Keroepoek
Jalan Dr. Radjiman 200, Sondakan
Solo
Jam Buka: 16.30-24.00 WIB (Setiap Hari)
Telp: 0271-7889070

(odi/odi)
Load Komentar ...