Festival Steak Maranggi

Sate Maranggi Cibungur: Manis Gurih Sate Daging yang Bikin Ketagihan

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Kamis, 03 Des 2015 11:42 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Jakarta -

Dagingnya empuk dengan bumbu gurih manis yang meresap. Dinikmati hangat dengan irisan tomat yang dicampur dengan gerusan cabai rawit hijau. Ah, sedapnya!

Ya, sekali mencicipi sate ini dijamin pasti ketagihan. Sate khas Purwakarta ini pun disukai banyak orang. Sangat populer di saat mudik karena lokasinya tak jauh dari pintu tol Cikampek.

Tampilan warung sate maranggi Cibungur ini agak berubah dibandingkan beberapa tahun silam. Tempat makan yang berupa bangku-bangku dan meja makan panjang ditata di tempat lebih luas. Tempat membakar sate dan parkir juga lebih lebar.

Aroma wangi semerbak sate yang sedang dibakar langsung terendus saat kami duduk di meja. Beberapa panggangan berisi arang batok kelapa tak henti-henti mengepulkan asap wangi.



Ada beberapa baskom berisi puluhan sate yang siap dipanggang. Bisa pilih sate kambing, sate sapi atau sate ayam. Selain sate bisa memesan menu lain. Ada ayam bakar, ikan bakar, pepes ati ampela, sup kambing, soto daging, gado-gado, karedok hingga siomay.

Belum lama duduk menunggu sate disajikan. Ada pramusaji menawarkan tutut (kerang sawah), asinan sayuran, buah potong segar hingga tahu dan tempe goreng. Kalau berminat bisa langsung diambil. Harganya berkisar Rp. 15.000 per porsi.

Sepuluh tusuk sate daging (Rp.40.000) disajikan dengan irisan tomat yang dicampur dengan gerusan cabai rawit hijau. Aromanya wangi dengan segar aroma tomat.

Dagingnya dipotong kecil dengan selingan potongan lemak. Per tusuk ada sekitar 4 potong. Tusuk satenya juga tak terlalu padat berisi daging. Warnanya kecokelatan sedikit berminyak.

Rasanya manis gurih dengan aksen ketumbar yang renyah dan bawang yang wangi. Sate ini berbeda dengan sate yang umumnya berupa potongan daging yang dibakar langsung.

Potongan dagingnya dibumbui dan direndam bumbu selama beberapa saat. Rasa bawang merah, bawang putih, ketumbar dan manis gula merah terasa meresap ke dalam daging. Mirip dengan bumbu empal. Hanya saja ada sedikit jejak rasa asam Jawa yang kecut enak.



Tekstur dagingnya empuk, ini karena direndam bumbu dalam waktu lama. Pemakaian asam Jawa membuat tekstur daging lunak dan rasanya enak. Juga karena pemakaian daging sapi muda sehingga lemaknya lembut juicy.

Sate ayam dan kambing tak jauh beda rasanya. Hanya saja sate ayamnya terasa lebih ringan bumbunya. Jodoh sate yang gurih ini adalah racikan ‘salsa’ khas warung Cibingur.

Tomat merah segar setengah masak diiris tipis dan diaduk dengan cabai rawit merah dan bawang putih. Rasanya renyah asam segar sekaligus pedas. Kontras rasanya dengan rasa sate. Tetapi justru terasa enak di mulut.



Sate tanpa bumbu kacang dan direndam bumbu sebelum dibakar merupakan ciri khas sate maranggi. Sate yang dirintis oleh Hajjah Yeti ini tak punya cabang di lokasi lain.

Konon nama maranggi diberikan oleh pelanggannya karena 25 tahun silam saat ia membuka warung sate, sate racikannya tak punya nama. Disebut maranggi karena mirip dengan sate dari Eretan, Kedunghaur, Indramayu.

Kalau suka, bisa disantap dengan nasi hangat yang disajikan dalam bungkusan daun pisang (Rp. 6.000). Beberapa orang suka menambahkan kecap manis. Namun, jika disantap begitu saja rasa manisnya sudah pas.

Jodoh paling pas buat mengiringi santapan sate ini adalah es kelapa muda (Rp. 15.000) yang disajikan dalam gelas stainless steel. Kelapa muda yang dikeruk halus diberi sirop vanili yang wangi dan es batu.



Sebagai pendamping tutut yang direbus dengan bumbu gurih pedas juga enak. Disedot-sedot sambil mencungkili dagingnya yang kenyal.

Sebagai pencuci mulut bisa memilih potongan buah segar atau colenak. Tape bakar yang diberi siraman sirop gula merah dan taburan kelapa parut.

Rasa sate yang khas ini membuat banyak orang menjual sate yang mirip dengan sate Cibungur. Karenanya hampir di seluruh pelosok Purwakarta mudah ditemui sate ini.

Namun, kalau mau yang asli Anda harus ke Cibungur. Lokasinya mudah dicari. Kalau dari arah Jakarta, keluar tol Cikampek, belok ke kanan, dan sekitar 3,3 km warung sate yang tak pernah sepi ini ada di sisi kiri. Ke Purwakarta, jangan lupa mampir ke sate maranggi ini!

Sate Maranggi ‘Cibungur’ - tidak ada cabang
Jl. Raya Cibungur
Purwakarta
Telpon: 0264-351077



(odi/odi)