Jakarta - Niat awal saya berjalan-jalan ke daerah BSD adalah mencari bibit anggrek dan eforbhia yang lagi ngetop. Tetapi waktu seorang teman mengirim SMS 'kalau sempat mampir ke pasar modern, bagus dan bersih!', saya merubah rencana. Mampir dulu ke pasar modern BSD City (mumpung masih pagi) baru keliling cari tanaman. Karena berlokasi di dekat pintu tol Bintaro, pasar modern mudah ditemukan.Beberapa langkah memasuki Pintu Barat, saya melihat petugas kebersihan sedang mengepel lantai layaknya di sebuah mal besar. Apa bener ini pasar? Ternyata, memang benar. Pasar tradisional dengan kios-kios berlapis porselen putih lengkap dengan petunjuk bagian sayur, buah, daging sapi, ayam, bumbu, makanan, dll. Wah, kalau lantainya bersih, nggak becek, rapi, tidak berdesakan dan nyaman saya mau tiap hari ke pasar.Meskipun tak ada niatan belanja toh akhirnya saya membeli daun pakis, bunga pepaya, bok choy, tape singkong, tahu sutera, tempe gembus, tauge, kerapu dan bandeng super. Yah, akhirnya kantong belanjaan makin banyak, berat, kaki capek dan perut lapar! Saat menuju tempat parkir saya melihat deretan ruko yang ada di bagian depan pasar dengan tawaran menggiurkan. Ada bakmi kepiting Ayau, mi Bandung, mi Popeye, Tahu Pong Lios, Soto Madura, dan kafe Paprika. Di deretan agak ujung saya menemukan spanduk putih bertulisan Dapur Belitung, Authentic Belitung Cuisine. Nah, ini dia, ada sesuatu yang agak beda!Lantai bawah ruko mungil yang diisi sekitar 10 kursi itu masih sepi. Ada beberapa foto makanan dipasang di lemari kaca. Karena pernah dengar cerita dari teman yang asli Bangka soal bakmi Belitung maka saya pesan Bakmi Belitung dan Songsui. Di daftar menu ada mi, bihun kwetiau yang disajikan dengan pilihan isi; bakso ikan, otak-otak Ikan, dan pangsit. Kecuali ada nasi tim 'Belitung', nasi song sui spesial dan tahu bakso. Agaknya menu yang ditawarkan merupakan makanan dari etnis Cina yang ada di Belitung sehingga variasi mi dan sejenisnya lebih bercita rasa Cina. Mi Belitung di sajikan dalam piring kaca terdiri dari mi lidi yang basah, disiram kuah kental berwarna agak cokelat, diberi taburan udang, irisan tahu, mentimun dan kentang. Sebagai topping ditaruh beberapa emping goreng. Penampilannya tak jauh beda dengan lo mi atau mi berkuah kental. Waktu saya cicip kuahnya, terasa agak manis. Wah, gawat juga karena saya kurang suka rasa manis! Tetapi waktu pelayan menyodorkan cabai rawit merah saya langsung memasukkan ke dalam kuah panasnya. Rupanya rasa pedas cabai rawit merah segar ini merupakan 'condiment' yang harus disatukan dengan mi sehingga rasanya seimbang. Belum sampai habis, keringatpun berlelehan karena pedas manis kuah mi Belitung ini. Hmm...segar dan nikmat! Saat melihat semangkuk song sui yang panas mengepul saya jadi ingat sek bak, irisan daging babi yang direbus dengan kuah cokelat. Karena tidak makan daging babi, saya pesan song sui ayam. Kuahnya bening sedikit kocelatan, berisi potongan daging ayam, tahu dan sawi asin. Rasanya sedikit manis dengan aroma fumak yang tajam. Fumak yang merupakan fermentasi beras ini rupanya membuat ayam jadi tidak anyir. Tahunya sangat lembut dan sawi asinnya juga masih renyah. Saya sebenarnya ingin mencicipi Gangan Ikan Nanas, yang kata teman saya kuahnya merah oranye, dan rasanya asam pedas segar. Sayang sekali Gangan Ikan Nanas ini harus dipesan khusus. Demikian juga Cakien Daging (otak-otak daging), ayam masak bumbu hong, ayam masak asam pedas, ayam masak arak ketan, dan cap cay 'Belitung'. Menurut pemiliknya, Bpk. Wijaya yang istrinya berasal dari Belitung, masakan yang harus dipesan itu memerlukan persiapan khusus termasuk bahan tertentu karena itu tidak bisa tiap hari disajikan.Di lemari kaca dipajang juga aneka kerupuk khas Belitung ; kerupuk cumi yang warnanya ungu tua, kerupuk ikan, dan terasi dari Sijuk. Terasi yang berasal dari daerah Sijuk ini sangat populer. Warnanya ungu muda kecokelatan dan dikemas dalam keranjang anyaman kecil. Saya membeli 1 terasi Sijuk kecil seharga Rp 15.000,00 (Setelah saya coba untuk membumbui tumis kangkung, rasanya sangat gurih dan harum seafoodnya sangat tajam...). Makanan khas dari pulau kecil di Timur Sumatera ini ternyata tidak mahal, semangkuk mi belitung bertarif Rp 6.000,00, demikian juga dengan variasi mi lainnya, nasi song sui Rp 13.000,00 dan nasi tim Belitung Rp 7.500,00. Dapur BelitungAuthentic Belitung CuisinePasar Modern BSD Blok R-08 BSD CitySerpong, TangerangTelp: 021-53158509
(Odi/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN