Bebek Boss: Gurihnya Bebek Goreng Bercampur Sambal Ijo yang Pedas Berminyak!

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Kamis, 30 Jul 2015 17:01 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Nasi bebek atau nasi putih dengan lauk bebek goreng atau bebek bakar dengan sambal dan lalapan kini sedang digemari banyak orang. Sajian nasi gaya Jawa Timur dan Madura ini juga ada di warung sederhana ini. Gurih empuk daging bebek dlengkapi sambal yang menyengat. Sedap!​

Makan malam kali ini ingin kami habiskan di gerai penjual bebek yang berada di Jalan Akses Universitas Indonesia atau Jalan Jenderal M Jasin. Papan nama ​'Bebek Boss' terlihat​ mencolok dengan cat berwarna hijau tua. Di dalam warung makan ini ada ​beberapa meja berbentuk 'U' yang mengelilingi meja tempat memasak para pegawai menyajikan makanan dan kasir.

Setelah duduk, kami pun diberikan kertas menu. Menu utamanya​ bebek dan ayam, lauk tambahan seperti ati ampela, ceker, tahu tempe, dan juga kepala bebek dan kepala ayam. Tinggal pilih bebek atau ayam dibakar atau digoreng.​

Kami akhirnya memilih Bebek Goreng Sambal Ijo (Rp 22.000) dan Bebek Bakar (Rp 22.000). Rupanya potongan 1/4 bagian bebek dan ayam sudah diungkep dengan bumbu dan diataa di dalam lemari kaca. Karenanya tak perlu menunggu lama untuk proses menggoreng dan membakarnya.

​Seperti umumnya di warung makan laon, ​b​ebek ini ditaruh di dalam piring rotan yang dialasi kertas makan. Potongan paha bebek yang sedikit kehitaman ini diselimuti sambal hijau yang sedikit berminyak.​ Di​lengkapi dengan ​nasi, sambal ijo, dan juga potongan ​men​timun dan kacang panjang.

Bebek goreng sambal hijaunya ​masih agak berminyak di sekitar kulitnya. Sambalnya juga agak basah. Sambalnya terdiri dari sambal hijau dan cabai rawit hijau dengan bawang putih. Tak terlalu pedas tetapi justru agak asin.​

​Warung makan ​​yang sudah buka sejak 5 tahun lalu ini​ memang terkenal dengan bebek gorengnya. Daging paha bebek yang kami pesan empuk, kulitnya garing dan gurih. ​
 
​Dicocol dengan sambal hijaunya yang pedas jadi makin enak. ​Sayangnya, nasinya tidak panas dan kering ​luarnya sehingga kurang nikmat​. ​Bisa jadi karena nasi sudah dicetak dan dibiarkan dingin beberapa lama sebelum pesanan datang.

Sambal berminyak yang baru diulek ketika ada pesanan ini juga punya 'kejutan' untuk siapa saja yang melahapnya. ​Pada saat pertama dicoba sambal ini memang tak terasa pedas. Setelah beberapa kali barulah terasa 'sengatan' cabai yang makin kuat. Huah!

​Tampilan ​Bebek Bakar​nya ​tak berbeda jauh. Sambalnya pun menurut kami cukup pedas walau tak sepedas si sambal hijau. Hanya saja, sambal ini mengandung terasi, tomat, juga bawang putih. Bedanya sambal merahnya tak dituangkan di samping bebek bakar sehingga bisa diambil sesuai selera. ​

​A​da sedikit bekas hangus di kulitnya. Bebek Bakar ini kelihatannya dilumuri dengan kecap manis saat dibakar. Karenanya ada jejak gosong dengan aroma karamel. Dagingnya ​dagingnya terasa agak alot dan sulit untuk diambil​. Walau rasanya cukup manis sekaligus gurih, tetap saja tekstur liat mengganggu kenikmatan menyantapnya.​

​O,ya soal kebersihan ada sedikit yang mengganggu. Rupanya piring rotan dipakai berkali-kali tanpa dibersihkan.​ Jadi tak heran jika ada sisa makanan dan minyak yang menempel. ​Meskipun tak langsung mengenai makanan tetapi​ cukup mengganggu kami.

​Makan bebek di sini memang sebaiknya memakai tangan agar terasa kenikmatannya. Harganya pun tidak terlalu mahal, wajar untuk ukuran sepotong bebek dan nasi. Bisa jadi destinasi pilihan untuk makan nasi bebek malam ini.​

 

Bebek Boss

Jl. Akses UI, Cimanggis, Depok

085691437441





(tan/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com