Warung Sate Gajah: Huaah! Bercucuran Air Mata Tersengat Sambal Mentah Ayam Penyet yang Sedap!

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Rabu, 08 Jul 2015 14:20 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Nama tempat makan ini sudah populer di kalangan mahasiswa dan warga Depok. Selain karena namanya, Warung Sate Gajah (WSG) juga terkenal akan menu ayam. Menu ​Ayam Penyet dan Ayam Bumbu Bali konon bakal bikin menangis!

Jika tak ditunjukkan oleh seorang teman, mungkin saya tidak akan sampai ke tempat ini. Dulu, WSG mudah ditemui karena letaknya dekat dengan jalanan menuju stasiun Universitas Indonesia. Tetapi, setelah jalan masuk ke stasiun ditutup, jalanan ini lantas jadi jalan buntu. Patokan WSG sekarang hanyalah sebuah gang bernama Gang Pepaya, ​tepat​ di samping apartemen Taman Melati Margonda.

Setelah masuk ke dalam gang, barulah terlihat​ Warung Sate Gajah berada di dekat masjid. Nama Warung Sate Gajah sendiri diambil karena gerai ini dahulu menjual makanan a la hotel dan menyajikan steak berukuran besar yang ditusuk dengan tusukan sate. Dari sinilah nama warung sate tersebut diambil, karena porsi satenya besar seperti porsi gajah.

Dahulu, warung ini dikelola oleh 5 orang mahasiswa Universitas Indonesia dengan mengajak Luki sebagai pegawai yang bertugas untuk memasak. Setelah kelimanya lulus dan bekerja, warung ini pun diambil alih oleh Luki dan mengubah konsepnya menjadi warung ayam penyet, tanpa mengubah nama gerainya.

Warung kecil ini terbuat dari anyaman bambu cokelat dan luasnya tidak seberapa. Ada sekitar 10 meja lesehan di dalamnya yang juga terbuat dari bambu. Di bagian dalam, tertera ​tulisan: “7 dari 10 orang wanita akan menangis makan ayam penyet di WSG”. Merasa sebagai pencinta masakan pedas, awalnya kami tidak percaya akan kalimat tersebut.

Setelah duduk, kami pun memilih Ayam Penyet Paha + Nasi, Ayam Bumbu Bali Paha + Nasi, dan Cumi Goreng Tepung. Ketiganya kami pilih berdasarkan tingkat kepedasan, karena menurut teman ayam penyet disini sangat pedas menyengat. Kami memesan ayam bumbu bali pedas sedang, dan cumi yang tidak pedas.

Ayam penyetnya adalah ayam goreng dengan mangkuk kecil berisi sambal serta sayuran, nasi putih, selada dan dua iris tomat. Sedangkan Ayam Bumbu Bali WSG​, ​ayam goreng yang dilumuri saus pekat berwarna merah kecokelatan dengan nasi putih dan selada serta tomat. Cumi Goreng Tepungnya disajikan juga bersama sayur serta saus terasi.

Pertama, kami mencoba cumi goreng tepung yang tidak pedas terlebih dahulu. Menurut kami, porsi cumi ini lumayan banyak. Cumi goreng tepung (Rp 18.000) ini rasanya renyah dan didominasi oleh tepung berbumbu gurih. Dicocol dengan sambal terasi yang tidak pedas juga makin enak. Jika tak suka ​makanan pedas bisa memilih cumi goreng tepung ini sebagai menu alternatif.

Setelah puas dengan kerenyahan cumi, kami beranjak mencicipi Ayam Bumbu Bali. Penampilan ayam ini memang 'garang' karena ayamnya tertutup lumuran saus tomat. Setelah dicoba, rasa ayamnya tidak terlalu pedas, dan didominasi rasa tomat yang manis sedikit ayam. Ayamnya empuk dengan daging yang lembut dan kulit yang renyah.

Saus tomat dan ayam bumbu bali ini sepertinya tidak dimasak berbarengan, karena saus tomat tidak terserap ke dalamnya. Walaupun begitu, Ayam Bumbu Bali (Rp 17.000) ini tetap enak. Rasa manis dari tomatnya membuatnya​
segar. Terasa ada bawang putih dan sedikit lada di dalamnya. Buat Anda yang kelaparan, jangan lupa untuk mencampur ayam dengan nasi. Nasinya pulen dengan porsi yang mengenyangkan. Tambah lalap tomat dan selada, rasa daging ayam tak lagi terasa berminyak ​di mulut.

Nah, barulah k​ami ​mencicip menu yang jadi primadona. Ayam Penyet WSG (Rp 17.000) yang katanya bisa bikin para perempuan menangis tersedu-sedu. Dari segi penampilan, ayamnya terlihat menggiurkan dengan kulit yang mengering renyah. Kami ​mencubit sedikit daging ayam dan mencocolnya ke dalam sambal. Sambalnya berupa ​cacahan cabai rawit merah mentah yang dicampur dengan bawang merah mentah.

Sambal mentah ini mirip dengan sambal congklak, sambal khas Jawa Barat. “Kami mengambil cabai ini di Pasar Cisarua, Cipanas, dan sekitarnya, dan tidak pernah mengambil cabai di sekitar Depok. Cabai dari daerah Cipanas rasanya lebih segar dan tidak akan langu ketika ditumbuk bersama bawang merah. Ayamnya sendiri kami ambil dari peternakan ayam di daerah Depok Lama. Sekali beli, kami bisa mencapai 40-50 kilogram” kata Luki, yang mengelola Warung Sate Gajah.

Awalnya cuma mencocol, pedasnya sambal ini kurang terasa di lidah. Kami​ pun mengambil sedikit sambal dengan daging ayam. Dan, huah! Sengatan sambal ayam penyet ini terasa hebat! Karena mau ​menikmati ayam sampai habis, kami ​campur dengan nasi pulen dan daging yang sangat lembut hingga mudah terkelupas dari kulitnya. Tak salah lagi, kami​ pun mengeluarkan air mata, dan terasa sengatan ayam penyet ini hingga ubun-ubun kepala!

Secara keseluruhan, tempat ini cocok untuk Anda yang ingin merasakan pedasnya sambal ayam penyet dengan cabai mentah. Anda yang tidak suka pedas juga bisa mencoba ayam bumbu bali dan ayam bengis, cumi asam manis, cah kangkung, serta tahu dan tempe penyet. Harganya pun tidak terlalu mahal dan cocok buat kantong mahasiswa!​




Warung Sate Gajah

Jl. Margonda Raya, Beji, Depok
Gang Pepaya, samping Apartemen Taman Melati Margonda
Telepon: 081 28214200

(tan/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com