Bakmi Bu Prawiro: Risoles Racikan Selat dan Bakmi Godok Sedep Mantep

Bakmi Bu Prawiro: Risoles Racikan Selat dan Bakmi Godok Sedep Mantep

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Selasa, 16 Des 2014 16:28 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Kalau suka mie dan sanggup makan porsi besar, wajib mampir di warung ini. Selain bakmi goreng, bakmi godok dan nasi goreng. Juga ada risoles racikan selat yang gurih manis dengan porsi mantap.

Yang dikenal orang bakmi versi Jawa adalah bakmi di daerah Yogyakarta. Bukan berarti di Solo tak ada bakmie rebus yang enak. Gara-gara cuaca gerimis dan sejuk, jadilah kami merindu sepiring mie godok Jawa yang gurih hangat.

Beberapa kali singgah ke Solo selalu gagal mencicipi mie godok racikan bu Prawiro di kawasan Sraten, Jl. Gatot Subroto. Kami juga nyaris tak menemukan gerobaknya yang ternyata tidak diterangi lampu yang cukup sehingga tak terlihat dari jalanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerobak kayu kokoh berukuran cukup besar, ditunggui 3 orang karyawan berseragam kaos yang tidak berhenti memasak mie di atas anglo tanah liat. Semerbak wangi bawang diiringi telur tercium sedap dari bangku kayu tempat kami menanti pesanan dibuat.

Selain bakmi atau bihun goreng dan godok, juga ada nasi goreng, cap cay, pak lay, risoles kering, risoles kuah, nasi goreng krukup, nasi goreng mawut, bestik , racikan selat, orak-arik, ati ampela dan kulit goreng.

Menu wajib yang harus dipesan di sini, mie godok (Rp. 17.000) dan mie goreng (Rp.17.000). Tinggal tunggu antrian pesanan dimasak. Karena dimasak pakai api arang memang harus sabar menanti. Di gerobak yang berfungsi sebagai dapur, terdapat ayam, kol, daun bawang, seledri, dan bakwan udang serta beragam bumbu.

Bakwan udang ini terbuat dari adonan tepung terigu dengan campuran udang cincang yang digoreng melebar tipis. Kalau di restoran Tiongkok dikenal sebagai kekian udang. Pastinya versi warung tepung terigunya lebih banyak dari udangnya.

Di piring cekung, mie godok disajikan. Wah, kuahnya melimpah hingga ke bibir piring, putih keruh menebar aroma bawang campur merica yang menggelitik hidung. Slruup! Kuahnya gurih tidak terlalu asin ada rasa telur dan bawang yang terlacak kuat. Porsinya memang sangat royal.

Isiannya, mie telur yang pipih lembut, irisan kol, bakwan udang, sedikit suwiran ayam, kapri dan daun bawang. Tambahan cabai rawit hijau dan acar mentimun bikin mie rebus ini jadi makin enak mantap. Lewat setengah porsi perutpun terasa mulai penuh.

Tak beda jauh dengan mie gorengnya. Porsinya sepiring penuh, munjung dengan mie yang kecokelatan dan taburan bawang merah goreng dan seledri cincang yang royal.

Rasanya memang tak terlalu manis. Justru sedikit gurih dengan rasa telur dan bawang yang enak. Disuap dengan acar timun, rasanya makin menggairahnya. Asam, manis, gurih pedas. Mantap!

Resoles racikan selat (Rp. 27.000), juga banyak dipesan orang. Perpaduan antara omelet isi daging dengan selat gaya Solo. Terdiri dari risoles besar gendut, dari telur dadar yang diisi daging cincang berbumbu.

Disajikan dengan kuah selat Solo yang kecokelatan, daun selada, irisan wortel, tomat dan bawang merah. Risolesnya empuk gurih dengan isian daging cincang yang padat. Sayangnya kuahnya dominan manis. Ada sedikit semburat bawang dan merica. Coba diberi sentuhan sedikit pala bubuk, pasti rasanya seperti bistik Belanda.

Untuk mengimbangi rasa manis yang dominan, risoles ini memang paling pas dimakan dengan sedikit tambahan acar mentimun yang tersedia di meja. Umumnya racikan selat ini dimakan begitu saja. Namun, ada juga yang menayantapnya dengan nasi. Porsinya lumayan besar. Dimakan begitu saja sudah lumayan mengenyangkan, apalagi pakai nasi.

Malam makin larut dan kedua anglo warung bu Prawiro ini tak henti menebarkan gurih wangi telur dan bawang dari pesanan pelanggan yang sedang dimasak. Yang jelas kami kekenyangan dengan porsi royalnya. Pastinya tidur jadi makin lelap karena kenyang. Kalau kedinginan dan lapar, warung bu Prawiro ini cocok buat persinggahan. Monggo mampir!

Bakmi Bu Prawiro
Jl. Gatot Subroto no. 247
Solo
Telpon: 0271-663914, 720-579
Buka : pukul 18.00 – 23.00

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads