Nasi Goreng Mafia: Di Markas Ini Ada Nasi Goreng Gangster Berporsi Besar

- detikFood Jumat, 02 Mei 2014 19:02 WIB
Nasi goreng Gangster. Foto: Detikfood
Bandung -

Pria-pria berkaos polo merah sibuk beraksi dengan wajan besar dan sodet. Sesekali tampak jilatan lidah api di atas wajan. Aroma rempah yang kuat tercium semerbak saat piring-piring berisi nasi goreng diantarkan ke meja.

Tempat makan ini bernama 'Nasi Goreng Mafia'. Baru dibuka pada Oktober 2013 di Bandung, total gerainya sebentar lagi akan bertambah menjadi tujuh. Sebenarnya, apa yang membuat usaha nasi goreng ini sukses melebarkan sayapnya?

Tak mendapat tempat di cabang Dipati Ukur yang mungil dan sesak oleh anak muda, kami pindah ke cabang Jalaprang. Ruangannya agak lebih lapang, bisa memuat sekitar 45 orang. Dindingnya yang bercat oranye dan putih digantungi pigura dan ditempeli gambar-gambar besar kartun mafia.

Dapurnya terletak di depan agar dekat dengan udara terbuka. Tampak sebakul besar nasi putih, minyak goreng, dan aneka bumbu. Ketiga wajan digoyang-goyangkan di atas api menyala agar bumbu nasi gorengnya bercampur rata.

Sesuai dengan nama tempatnya, sajian nasi gorengnyapun bertema mafia. Ada 'Godfather', 'Gangster', 'Preman', 'Triad', 'Yakuza', dan 'Brandal'. Tingkat kepedasannya bisa dipilih, mulai dari 'menenangkan' (0) sampai 'mematikan' (5).

Salah satu menu yang paling laris di sini adalah nasi goreng 'Gangster' yang disebut-sebut mengandung '15 bumbu dan rempah, termasuk satu bumbu rahasia'. Nasinya berwarna kehitaman, bercampur suwiran daging ayam dan telur orak-arik.

Bagi Anda yang tak suka pedas, daftar menunya sudah memeringatkan Anda untuk tidak memesan nasi goreng ini. Level nol saja membuat lidah panas dengan rasa lada hitamnya kuat! Terjejak pula rasa keluak yang membuat nasinya berwarna gelap.

Seakan belum kapok, kami mencoba hidangan lain yang berlabel 'best seller' dan 'hot' yakni nasi goreng 'Preman'. Tampak semu hijau pada nasinya karena ada kangkung dan cacahan cabai hijau di dalamnya.

Cabai hijau umumnya tak pedas, namun rupanya nasi goreng ini ditambahi ulekan cabai rawit merah. Satu suapan saja membuat kami buru-buru meraih segelas es teh dan menyeruputnya. Lagi-lagi, padahal kami memesan level nol! Selain itu, aroma kencur juga terdeteksi di sajian ini.

Kalau Anda suka kikil, nasi goreng 'Yakuza' bisa jadi pilihan. Nasi gorengnya yang berwarna kecokelatan diaduk bersama potongan dadu kikil yang empuk.

Meski berlabel 'hot', sajian ini tak pedas seperti kedua nasi goreng tadi. Cabai hijaunya terjejak halus saja, sementara asinnya terasa lebih kuat.

Jangan khawatir tak bisa makan di sini jika lidah Anda terlalu sensitif terhadap pedas. Nasi Goreng Mafia juga punya nasi goreng 'Godfather' yang berwarna cokelat merata karena kecap. Dari daftar menu, inilah satu-satunya nasi goreng yang tak pedas.

'Godfather' adalah nasi goreng klasik yang bercitarasa manis karena campuran kecap manis dan kecap Inggris. Sesekali tampak irisan bawang merah di antara nasinya.

Jika tingkat kepedasannya diurutkan dari yang paling tak pedas sampai yang paling membakar, di level nol Godfather menempati urutan pertama, disusul berturut-turut oleh Yakuza, Gangster, dan Preman. Ketidakkonsistenan ini mungkin saja karena wajan yang digunakan bekas memasak nasi goreng pedas.

Secara keseluruhan, nasi goreng ini memang cocok untuk mahasiswa. Dengan harga Rp 11.000 (Godfather), Rp 13.500 (Gangster dan Preman), Rp 15.000 (Triad dan Yakuza), atau Rp 17.000 (Brandal) saja, Anda bisa kenyang menyantap nasi goreng berporsi cukup besar ini.

Nasinya tak terlalu pera sampai terasa seret saat ditelan, tapi butirannya juga tak menempel seperti nasi pulen sehingga bumbunya bisa tercampur merata. Rasa bumbunya kuat. Makanya, mereka berani mengklaim sebagai 'Nasi Goreng Rempah Pertama di Indonesia, CMIIW (Correct Me If I'm Wrong)'.

Sayang, nasi gorengnya disajikan polos begitu saja tanpa tambahan lalap maupun telur. Kalau mau, Anda bisa menambahkan telur dadar (Rp 3.000) atau kikil dengan bumbu cabai hijau (Rp 5.000).

Selain karena faktor-faktor tadi, tampaknya Nasi Goreng Mafia juga laris karena gaya pemasarannya yang unik. Setiap membuka cabang baru, mereka memberikan sekitar 1.000 piring nasi goreng. Anda hanya perlu membayar dengan doa dan retweet atau favorite tweet!

Minggu depan, Nasi Goreng Mafia akan membuka cabang pertamanya di Jakarta. Tepatnya di Jalan Tebet Raya 27 D, di sebelah Electronic City dan Ray White. Ada 2.000 piring nasi goreng gratis yang cukup dibayar dengan doa serta follow dan retweet Twitter Nasi Goreng Mafia. Serbu!


Nasi Goreng Mafia
Jl. Dipatiukur No. 51, Bandung
Jam buka: setiap hari (10:00-23:30)

Jl. Jalaprang No. 24, Bandung
Jam buka: Senin-Sabtu (12:00-21:30), Minggu tutup

Jl. Purwakarta No. 28, Antapani, Bandung
Jam buka: Senin-Sabtu (11:00-21:00)

Krangkring Movie Room
Jl. Ciliwung No. 1-3, Bandung
Jam buka: setiap hari (11:00-21:00)

Tjikoetra 198
Jl. Cikutra No. 198, Bandung
Jam buka: Minggu-Jumat (10:00-22:00), Sabtu (10:00-00:00)

Jl. Ronggowarsito No. 4, Simpang Diponegoro, Pekanbaru
Jam buka: Senin-Sabtu (12:00-23:00), Minggu (09:00-23:00)

Jl. Tebet Raya 27 D (sebelah Electronic City dan Ray White), Jakarta Selatan

Facebook: nasgorMAFIA
Twitter: @nasgorMAFIA
Website: nasgormafia.com




(fit/odi)