RM Bu Mayar Cawas: Ayam Goreng Renyah Disanding Trancam Segar Gurih

- detikFood Senin, 05 Agu 2013 14:02 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Kalau berencana mudik ke Jateng, jangan lupa mampir ke sini. Ayam goreng kampung berbalut tepung tipis gurih renyah, disajikan dengan nasi pulen plus terancam yang segar. Disuap dengan tangan dengan iringan tempe penyet, sedap nian!

Rumah makan sederhana ini selalu disebut orang jika ada di Klaten. Maklum saja sudah lebihd ari 25 tahun dikenal dengan ayam goreng Jawa sebagai andalannya. Awalnya dibuka oleh bu Mayar di kecamatan Cawa, di sebelah tenggara Klaten. Karenanya disebut bu Mayar Cawas.

Kini rumah makan ini sudah punya 4 cabang, di Cawas, Pedan, Ngaran Mlese dan di By Pass. Karenanya tak afdol jika berkendara dari Klaten ke arah Solo tak mampir ke rumah makan ini. Persis sekitar 4 km dari kota Klaten, di sisi kiri jalan tampak bangunan mirip gudang besar.

Di bagian dalamnya mirip bangsal besar, di sisi kiri dan kanan ada area makan lesehan dan di bagian tengah berderet meja dan kursi. Dapurnya ada di ujung paling belakang. Selain ayam goreng, tersedia pecel lele, nasi gudeg, nasi rames, aneka oeseng-oeseng, sambal goreng kerecek dan lain-lain.

Pastinya seporsi ayam goreng plus trancam (Rp.17.000) jadi pesanan utama. Ditambah seporsi nasi gudeg (Rp.17.000). Trancam merupakan racikan sayuran segar mirip urap. Biasanya disajikan di daerah Bantul, Solo dan sekitarnya. Bedanya dengan urap, semua sayuran terancam diiris kecil dan segar, tidak direbus.

Ayam goreng berbalut tepung tipis disajikan panas dengan trancam di sisinya plus nasi putih di piring terpisah. Sayuran trancam yang diiris halus terdiri dari timun, daun kenikir, kacang panhang, tauge, wortel dan daun selada. Diberi topping kelapa parut kemerahan.

Wangi gurih ayam goreng beradu dengan gurih segar terancam sungguh bikin perut makin lapar. Paling afdol pastinya makan dengan tangan. Ayam yang berukuran tak terlalu besar, renyah dengan lapisan tipis adonan tepung beras berbumbu. Renyah gurih. Daging ayamnya diugkep dengan bumbu kemiri bawang khas Jawa. Gurih meresap!

Versi ayam goreng khas Jawa ini tidak terlalu manis. Ayam jantan atau ayam kampung biasanya dipotong 4 bagian dan diungkep dengan bumbu bawang, kunyit dan kemiri serta sedikit gula hingga empuk meresap. Saat akan digoreng dicelup dalam adonan tepung beras hingga renyah kemripik!

Untuk menyantap trancam, seperti urap, bumbu kelapa diaduk dengan sayuran segarnya. Saat disuap terasa renyah segar dan gurih sedikit pedas dari bumbu kelapanya. Makin enak dicocol dengan sambal dadak yang pedas menyengat.

Ya, pastinya suapan nasi hangat dan ayam goreng plus terancam makin cepat masuk ke mulut. Yang sedikit berbeda justru racikan gudegnya. Gudengnya disiram kuah santan agak kental kekuningan. Lengkap dengan potongan tahu dan kerecek.

Gudegnya versi Solo yang nyemek atau basah berkuah. Rasanya gurih dengan aroma bawang dan sedikit ketumbar yang wangi. Gudeg yang disuap dengan nasi hangat plus ayam goreng Jawa pun terasa nikmat.

Rumah makan ini buka dari jam 7 pagi sampai jam 21.00 malam. Umumnya dipadati oleh pengunjung di jam makan siang dan malam. Tetapi banyak juga yang memesan lauk dan ayam goreng untuk dibawa pulang. Ah, yang pasti mudik tidak lengkap tanpa menyantap ayam goreng Jawa yang renyah kemripik bikinan bu Mayar ini.

Rumah Makan Bu Mayar Cawas
Ring Road Selatan (By pass)
Klaten
Telpon: 0272314-3290

(dyh/odi)