Huah.. Pedas Menggigit Racikan Ayam Khas Lombok!

- detikFood Senin, 17 Des 2012 16:42 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Ayam taliwang merupakan sajian khas Lombok yang kondang dengan rasa pedas menggigit. Mata langsung melek ketika menyuap ayam bakar dengan cocolan 2 jenis sambal encernya yang khas. Dinikmati dengan pelecing kangkung yang segar pedas. Huah..huah bikin ketagihan!

Racikan ayam khas Sasak, Lombok ini asal muasalnya dari desa Karang Taliwang, daerah Cakranegara. Dulunya diperkenalkan oleh H. Murad hingga kini menjadi hidangan khas Lombok. Uniknya ayam yang dipakai adalah jenis ayam kampung yang usianya masih sekitar 3 bulan sehingga masih mungil, empuk dan tidak berlemak.

Ayam biasanya dibelah membujur menjadi dua, kemudian kedua sayapnya dilipat ke arah belakang dengan lipatan yang unik dan khas. Inilah yang menjadi tanda penyajian ayam taliwang yang asli. Gaya memasaknya pun selain dibakar juga digoreng.

Membaca papan nama besar bertuliskan "Putera Lombok" saat melintas di Jl. Kelapa Gading Boulevard tentu saja kami memutuskan untuk mampir. Ah, udara dingin karena hujan dan perut lapar rasanya cocok diisi dengan sajian ini. Resto sederhana di deretan ruko inipun punya sejumlah menu khas Lombok. Selain ayam taliwang ada plecing kangkung dan beberuk terung.

Karena ayam kampung berukuran mungil maka paling kecil pesanan ½ ekor yam. Jadilah menu paket menu paket 1/2 ayam goreng Taliwang plus nasi (Rp. 25.000) dan paket ½ ekor ayam bakar jadi menu makan siang. Kedua paket ayam ini disajikan dengan 2 jenis sambal, satu agak manis dan yang satu pedas. Semuanya diracik di atas tembikar khas Lombok.

Wah, karena ayamnya digoreng hingga benar-benar kering, teksturnya juga jadi super renyah. Saat mendarat di mulut, rasa gurih nikmat langsung menyengat. Taburan sedikit garam mebuat rasanya gurih-gurih enak. Tak ada jejak lemak karena ayamnya sangat muda dan empuk.

Hmm, rupanya sambalnya bercita rasa agak manis masih bisa terasa nyaman di lidah Sedangkan yang pedas lebih menyengat kuat di lidah. Ini pasti karena memakai campuran cabai khas Lombok yang terkenal pedas menggigit.

Bagaimana dengan rasa ayam bakar Taliwang (Rp. 25.000 termasuk nasi)? Karena diolah dengan cara dibakar, ayam ini punya tekstur yang lebih lembut dibanding ayam gorengnya. Saat dibakar juga diolesi dengan bumbu. Bisa dipesan yang sedang atau pedas. Karenanya bumbu olesan ini menyerap sampai ke bagian dalam daging. Gurih pedas dan empuk rasanya. Namun, sengatan pedasnya lebih dahsyat. Apalagi dicocol dengan 2 jenis sambal tadi.

Pelecing kangkung khas Lombok juga tak kalah kesohor. Kangkungnya merupakan kangkung sawah yang batangnya sangat besar. Hanya saja di sini dipakai jenis kangkung cabut biasa. Pelecing kangkung (Rp. 12.500) disajikan dengan tauge rebus, disiram dengan sambal tomat cabai yang merah menyala dan ditaburi kacang tanah goreng.

Hmm, pelecing kangkung dengan tingkat kepedasan sedang ini terasa segar di mulut. Kangkungnya renyah,tidak terlalu lunak dan sambalnya juga pedas dengan aksen sedikit asam. Wah, saat dikunyah dengan selingan gurih kacang tanah goreng rasanya makin asyik di lidah.

Kalau masih dirasa kurang, bisa juga pesan lauk urap tempe (Rp. 12.500) sebagai tambahan. Tempenya dipotong dadu dan ditumis bersama bumbu cabai merah halus dan kacang panjang. Hmm, seporsi nasi ayam taliwang, pelecing kangkung plus urap tempe benar-benar bikin perut puas!


Putera Lombok
Jl. Boulevard Raya TN 2 No. 35
Kelapa Gading, Jakarta
Telp: 021-45840360/4520312
Twitter: PuteraLombok

(flo/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com