Dendeng Baraciak Untuk Sang Kapten*

Dendeng Baraciak Untuk Sang Kapten*

Odilia Winneke Setiawati - detikFood
Rabu, 23 Mei 2012 13:50 WIB
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Daging yang kenyal gurih disiram bumbu berupa irisa bawang merah segar, cabai hijau segar dan tomat segar. Gurih asam dan pedas. Makin dahsyat disuap dengan nasi pulen yang disiram kuah pangek yang pedas gurih. Sajian khas Solok ini kini bisa dinikmati tiap hari. Onde mande lamaknyo!

Dendeng baraciak di daerah asalnya dijual di warung makan. Berbeda dengan dendeng batokok yang disiram sambal lado mudo yang dimemarkan kasar, yang satu ini sambalnya segar dengan potongan daging sedikit berlemak yang gurih enak.

Sabetan maut rasa dendeng baraciak pertama kali saya cicip di warung Hj. Emi di desa Aro Talang, kecamatan gunung Talang, Solok. Namun, sejak tanggal 6 Mei lalu saya tak harus menyimpan dendam karena kangen dendeng yang satu ini. Bofet Mak Nyus yang menyajikan hidangan Minang Khas, koleksi hidangan Minang otentek dari berbagai daerah Sumatra Barat sudah meraciknya di kawasan Pondok Indah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam saat saya mampir diiringi hujan gerimis, aroma wangi dari gerobak sate di depan rumah makan ini langsung menggelitik hidung. Wah, ternyata selain dendeng baraciak ada sate danguang danguang khas Payakumbuh. Ah, sate bersalut kelapa parut ini biasanya hanya bisa dinikmati malam hari di Simpang Kinol, Padang.

Tentu saja selain dua hidangan itu, saya tergoda melihat daftar menu yang ditempel di tembok. Ada pangek tuna, pangek baluik, ayam langkueh, soto padang,rendang kapau khas Bukittinggi, dan gulai itiak lado mudo khas Koto Gadang.

Selain nasi hangat, seporsi pangek baluikpun (Rp.10.000,00) menjadi menu makan malam. Sebenarnya saya bingung menentukan pilihan karena semua menu sangat menggoda dan sudah sangat lama tidak saya cicip. Tidak seperti rumah makan Padang umumnya, di bofet ini makanan tidak disajikan langsung di atas meja tetapi dipesan per porsi.

Pangek, sajian gulai dengan kuah kental dengan aksen rasa asam yang menjadi keunikannya. Hmm..potongan kacang panjang sepanjang 10 cm, tersmebul di balik potongan baluik alias belut asap dengan ukuran sama. Kuah kental oranyepun menyelimuti pangek yang semerbak baunya.

Benar saja rasa asam sunti yang kecut alami membuat kuah pangek ini makin enak. Aroma asap belut yang unik mengiringi renyahnya rasa kacang panjang. Disuap dengan nasi putih pun terasa dahsyat. Tak beda dengan dendeng baraciak (Rp.20.000,00) yang dihadirkan dengan warna cantik. Hijau cabai keriting berselingan dengan kemerahan potongan tomat segar.

Air dari jeruk nipis yang merembes, menyatu dengan rasa dendeng yang gurih membuat dendeng ini sungguh sedap. Irisan daging dendeng ini memang tidak tipis melebar karena yang dipakai dendeng umumnnya tetapi justru ada selipan lemak. Dendeng yang dibuat dengan sistem dijemur dan dipanggang ini mengeluarkan aroma wangi asap yang enak.

Kejutan cantik juga ada pada seporsi sate danguang danguang (Rp. 20.000,00) khas desa danguang Payakumbuh. Yang berbeda, selain daging sapi juga ada irisan lidah sapi. Potongannya tak terlalu besar dengan balutan kelapa parut yang gurih renyah.Kuahnya juga tidak kuning seperti sate Mak Syukur juga tidak kemarahan seperti sate Pariaman tetapi kecokelatan.

Aroma wangi bumbu karinya beradu dengan bawang merah goreng, semerbak menusuk hidung. Potongan lidah dan dagingnya empuk gurih, ada aksen krenyes kelapa yang sedap. Siraman saus panasnya membuat rasa sate ini benar-benar lengkap. Secara pribadi jenis sate Padang ketiga ini lebih saya sukai.

Yang pasti lain kali tentu rendang kapau yang dicampur kacang merah, gulai itiak lado mudo dan pangek tuna akan jadi target saya. Secara khusus salut dan rasa terima kasih untuk usaha Pak Bondan Winarno dan almarhum Gatot Poerwoko melestarikan pusaka kuliner Sumatra Barat. Dengan rumah makan ini akan banyak orang jatuh hati pada kuliner ranah Minang hingga nanti, meskipun kampuang jauh di mato!

*) Tulisan ini merupakan tanda hormat dan terima kasih kepada sahabat terbaik almarhum kapten Gatot Poerwoko yang gugur dalam kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Siang ini jasad almarhum dikebumikan di TPU Tanah Kusir. Meskipun keinginan almarhum untuk menemani saya mencicipi dendeng baraciak ini tak kesampaian tetapi kelezatan hidangan ini akan memberi pengalaman kuliner tak terlupakan untuk orang lain. Selamat jalan kapten!

Bofet Mak Nyus
Jl. Sultan Iskandar Muda No.28B
Jakarta Selatan
Telpon: 021-7238769/70

(odi/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads