Slruuup... Sop Buntut Legendaris Hj. Nurjanah!

- detikFood
Jumat, 09 Mar 2012 15:04 WIB
Foto: www.detikfood.com
Jakarta - Cuaca mendung dingin diiringi hujan paling asyik tentunya menyantap semangkuk sop buntut. Sop buntut ini sudah bikin ketagihan banyak orang. Maklum saja kaldunya bening gurih dan dagingnya lembut. Hmmm..semerbak wanginya, siapa bisa tahan?

Buat Anda yang menggemari sop buntut dan berdomisili di Jakarta, tak afdol jika belum pernah menyambangi Sop Buntut Cut Meutia. Letaknya tak jauh dari Mesjid Cut Meutia, Menteng. Tanyakan saja pada pecinta kuliner atau orang-orang sekitar, pasti mereka tahu. Maklumkelezatannya sudah terkenal sejak 1970.

Alm. Hj. Nurjanah adalah tokoh di balik kesuksesan sop buntut pinggir jalan ini. Dulu, ia menjual masakan Padang, termasuk sop buntut. Namun, sop itulah yang jadi primadona. Ia pun memutuskan menjadi spesialis hidangan berkuah ini. Sekarang, bisnis tersebut dijalankan oleh keluarga anaknya, yaitu Hj. Darmawati.

Saya mampir ke sini saat hari kerja, lewat sedikit dari jam makan. Tak sulit menemukannya, karena ada plang bertuliskan 'Sop Buntut Cut Meutia DH. Semoga, Hj. Nurjanah'. Saat itu, area makannya yang berukuran sekitar 2x8 meter sudah lumayan penuh oleh pengunjung. Rata-rata pelerja kantoran.

Warung ini sempit dan sederhana. Ada 7 meja melintang untuk menjamu tamu beserta 7 buah pintu untuk akses keluar-masuk. Pelayannya pun mengantarkan makanan lewat pintu tersebut karena tidak ada lorong antar meja. Namun, jangan salah. Di dinding banyak terpajang foto-foto artis, pakar kuliner, dan ekspatriat pemangku jabatan penting yang pernah mampir ke sini.

Saya memilih tempat dekat 'kasir', yaitu meja 1, paling depan. Di daftar menu hanya ada sop buntut, buntut goreng, sate ayam dan kambing, serta jus dan softdrink. Langsung saja saya memesan sop buntut legendaris itu (Rp 30.000) beserta nasi (Rp 4.000) dan es jeruk (Rp 8.000). Tak lama, piring berisi 3 buah perkedel datang (Rp 3.000/buah), disusul dengan pesanan saya.

Di dalam mangkuk sedang, sup ini kuahnya bening dengan 3 potongan buntut sapi. Sekali hirup langsung terasa gurih kaldu sapi yang kuat. Potongan buntut sapi yang tak berapa besar tidak dibalut lemak. Agaknya sapi lokal yang jadi bahan utamanya. Dagingnya berwarna kemerahan, mungkin buntut dibubuhi sedikit sendawa seperti cara memasak daging gaya klasik.

Dagingnya empuk, lembut dan gurih alami. Kuahnya juga tak berjejak minyak berlebihan. Benar-benar sop buntut gaya home cooking. Bahkan tak ada isian lain selain irisan daun bawang dan taburan bawang merah goreng saja. Tanpa tambahan kecap dan sambal, rasa sop buntut ini sudah mantap. Slruup..sampai hirupan kuah terakhirpun masih sedap!

Meskipun mungil warung sup buntut ini tak pernah sepi pelanggan. Setiap hari, ia bisa menyajikan 200-300 porsi. “Apalagi kalau habis diliput media, besoknya bisa-bisa pada antri,” ujar Himawan, anak Hj. Darmawati yang merupakan generasi ketiga.

Saking populernya, pernah ada pelanggan dari Aceh datang khusus untuk membeli sop buntut. “Istrinya sedang ngidam. Setelah bungkus sop buntut, dia balik lagi ke Aceh,” tutur Himawan. Padahal pesanan untuk take away di warung ini juga tak pernah berhenti.

Setelah 42 tahun berlalu, Sop Buntut Cut Meutia mengembangkan usahanya. Warung makan sederhana ini sudah dapat melayani katering dengan menu beragam. Pesan antar juga dilayani. Anda yang berdomisili di Bogor dan Cibubur pun tak perlu jauh-jauh main ke Menteng, karena sop buntut ini akan segera membuka cabang di dua tempat tersebut. Yuk, ngesop buntut!

Sop Buntut Cut Meutia
Jl. Menteng Kecil No. 4, Jakarta Pusat
Telepon: 021-3924213, 081315283534
Website: www.sopbuntutcutmeutia.com
Jam buka : 09.00 - 16.00

(Odi/Odi)