Legit Ngangeni Sate Kerbau Pak Min

- detikFood Rabu, 06 Jul 2011 14:05 WIB
Jakarta - Sudah pernah mencicipi sate kebo alias satai daging kerbau? Mampir ke warung ini. Di tempat yang legendaris ini sate kerbau diolah dengan bumbu tradisional. Saat mengunyahnya nyaris tak terasa bedanya dengan sate sapi. Empuk, bumbunya gurih manis meresap. Hmm..belum lagi aroma gosongnya, wangi menggelitik!

Beberapa teman menganjurkan saya mencicipi sate kerbau saat saya mampir ke Kudus. Ya, kerbau yang sering membajak sawah. Di pulau Jawa hanya di kota Kudus sajian daging kerbaunya terkenal enak. Karena itu saat mampir ke kota kretek ini tentu saja saya tak membuang kesempatan mampir ke warung Sate Kerbau milik Pak Min Jastro yang kondang.

Tekstur daging kerbau memang terkenal lebih kasar dan rasanya sedikit lebih liat. Ini karena kerbau banyak memakai ototnya untuk bekerja dibandingkan sapi. Karena itu daging sapi jauh lebih disukai dibandingkan daging kerbau. Ternyata di warung Pak Min saya justru menemukan olahan daging kerbau yang lebih enak dari sapi.

Sudah puluhan tahun Pak Min berjualan sate kerbau maka tak heran jika warungnya selalu ramai. Sejak pagi pukul 07.30 ia membuka warungnya dan menjual 7 kg daging kerbau yang diolahnya jadi sate. Rata-rata pukul 10.00 sate kerbaunya sudah habis ludes! Karena itu di hari libur ia menambah jualannya hingga 30 kg daging kerbau.

Mengingat jualannya sudah mencapai puluhan tahun, tentu saja yang datang bukan hanya orang di kota Kudus tetapi justru orang yang ada di seikitar Kudus. Aroma wangi asap sate kerbau langsung tercium saat saya memasuki warung Pak Min yang sederhana.

Tak menunggu lama seporsi sate kerbaupun tersaji di depan saya. Warnanya cokelat tua, gelap dengan sapuan bumbu. Potonga dagingnya lebih besar dibandingkan sate sapi. Sedangkan sausnya disajikan terpisah di meja saji. Jadi pembeli bebas meracik saus dan satenya.

Gigitan pertama sate kerbau ini langsung menumpas keraguan saya. Wouw..ternyata meskipun tebal dagingnya empuk gurih. Bumbu gula Jawanya terasa pekat diselingi aroma ketumbar dan bawang putih yang sudah meresap. Ada aroma karamel yang wangi enak dari gula merah yang terbakar sehingga rasa sate kerbau ini jadi unik dan enak.

Rasa manis dominan gurih sate kerbau ini jadi makin sedap dengan cocolan sausnya yang unik pula. Bukan berupa saus kacang seperti sate umumnya tetapi sedikit encer. Menurut Pak Min, saus satenya ini dibuat dari kacang tanah dan serundeng yang dihaluskan, cabai merah, bawang merah, bawang putih dan kentang yang dihaluskan. Hmm..pantas saja rasanya lembut kental, gurih dan sedikit pedas. Pas diadu dengan sate kerbau yang manis legit.

Soal kebiasaan orang sarapan sate kerbau plus sepiring nasi ternyata Pak Min punya penjelasan sendiri. "Kalau di kota kan sate itu menu makan siang atau malam. Tapi sebenarnya lebih baik pagi. Karena ketika perut masih kosong dan makan besar itu energi juga besar. Apalagi sate Pak Min," canda Pak Min. Benar juga, buktinya saya kekenyangan setelah menghabiskan seporsi nasi plus sate.

Harga yang ditawarkan sebenarnya pas dengan rasa sedap dan nikmatnya. Cukup membayar Rp. 24.000,00 untuk seporsi sate kerbau. Paling komplet sarapan ini diiringi dengan teh hangat sehingga jejak lemak dan manis di mulut langsung lenyap dan badan jadi segar. Kalau liburan ini jalan-jalan ke Kudus, pastikan sarapan sate bikinan Pak Min ini. Jangan kesiangan ya, karena menjelang jam 10 pagi sate dijamin habis!

Sate Kerbau Pak Min Jastro Nusantara
Ruko KH Agus Salim, Kudus
Harga: Rp 24 ribu
Warung buka pukul 7.30 WIB hingga habis (pukul 10.00 WIB)




(eka/Odi)