Ketonjok Pedasnya Ayam Asli Gilimanuk

ADVERTISEMENT

Ketonjok Pedasnya Ayam Asli Gilimanuk

- detikFood
Selasa, 21 Des 2010 14:17 WIB
Bali - Ayam betutu asli Gilimanuk ini memakai ayam kampung asli. Dagingnya empuk meski si ayam berukuran kecil, berlumur bumbu khas Bali kekuningan yang nonjok puedasnya. Kacang goreng krenyes, sambal matah, dan sayur gondo menjadi pelengkap pas hidangan nan lezat ini.

Jalan-jalan ke Bali memang terasa belum sah jika tidak mencoba ayam betutu. Tak sempat berkunjung ke penjual ayam betutu Men Tempeh yang terkenal itu, saya pun dianjurkan untuk pergi ke Jl. Merdeka 5, Denpasar. Di tempat ini terdapat restoran 'Ayam Betutu Asli Gilimanuk' yang katanya sih gak kalah dengan Men Tempeh.

Banner kuning khas restoran 'Ayam Betutu Asli Gilimanuk' ini sudah tampak dari kejauhan. Wah, kalau restoran yang satu ini saya tampaknya sudah tak asing lagi, sebab justru pengalaman pertama mencicipi ayam betutu asli Gilimanuk saya dapatkan di Jakarta. Dimana restoran dengan nama yang sama di Jakarta tersebut konon merupakan cabang dari restoran yang ada di Bali ini.

Saat sampai jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Bagian dalam restoran telah dipenuhi oleh beberapa pengunjung yang sedang asyik bersantap. Buku menunya sederhana dan ternyata makanan yang ditawarkan tak begitu banyak, sebut saja ayam betutu Gilimanuk, ayam betutu goreng, sate lilit, lawar, dan masih banyak lainnya.

Sayang tampaknya saya datang kesorean dan harus puas untuk mencicipi si ayam betutu saja karena menu lainnya sudah habis termasuk si sate lilit dan lawar yang jadi incaran. Ayam betutu ini bisa dipesan 1 ekor, 1/2 ekor, dan 1/4 ekor dan karena datang sendiri saya memesan porsi 1/4 ayam betutu.

Rupanya jika memesan ayam betutu pengunjung sudah mendapatkan pendamping komplet berupa kacang goreng, sambal matah, dan sayur yang kesemuanya ditaruh dalam wadah-wadah kecil. Porsi 1/4 ayam betutu ini terdiri dari sepotong paha ayam lengkap dengan ceker ayam yang menyatu. Ayam ini berlumur bumbu khas Bali yang berwarna kuning encer.

Di badan ayam tampak menempel bumbu yang digerus kasar dan kuah berwarna kuning kecoklatan. Bumbu khas Bali yang membalut ayam ini terdiri dari cabai rawit merah, serai, bawang merah serta bumbu rempah lainnya. Saat disobek dengan tangan, wuih... dagingnya super empuk dengan bumbu yang meresap hingga ke serat daging.

Saat disuapkan ke dalam mulut huahh... rasa pedas mengigit langsung menyetrum lidah. Saya yang penyuka pedas pun sampai buru-buru menyeruput segelas es teh manis. Yang khas dari ayam betutu ini memang rasanya yang pedas menggugah selera, tapi buat yang satu ini pedasnya memang nonjok abis. Nyam nyam... pedas tapi benar-benar nikmat apalagi ditambah cocolan sambal matah yang memberi sensasi tersendiri saat menikmati ayam betutu ini.

Saya pun sempat terkecoh dengan sayur yang ditaruh dalam wadah mungil sebagai pelengkap ayam betutu ini. Awalnya saya mengira ini adalah plecing kangkung, namun menurut sang pelayan sajian tersebut adalah sayur gondo atau gonde. Konon sayur tersebut merupakan sayuran khas Bali yang dimasak seperti plecing yang berbalut gerusan sambal. Sudah pasti yang satu ini juga rasanya pedas mengigit. Satu-satunya penawar pedas selain minuman adalah kacang goreng yang rasanya sedikit asin gurih dengan sensasi kriuk garing.

Untuk porsi 1 ekor ayam betutu dihargai Rp 57.000,00, 1/2 porsi Rp 32.000,00, dan Rp 19.000,00 untuk 1/2 porsi ayam betutu yang saya nikmati. Tak terlalu menguras kantong bukan? Nah, jika ke Bali jangan lupa mencicipi kelezatan ayam betutu!

Ayam Betutu Asli Gilimanuk
Jl. Merdeka No.5
Renon, Bali
Telp: 0361-263464
Jam Buka: 10.00 - 22.00

(dev/Odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT