Selain timlo, makanan yang wajib dicoba saat berada di kota batik, Solo ini adalah soto gading. Saat bertandang ke Solo, saya pun langsung mencoba untuk mencicipi kelezatan soto gading dari tempat asalnya langsung. Apalagi setelah lelah seharian muter-muter di kraton Solo. Dengan mengendarai andong, saya menikmati kota Solo kala sore dan langsung menuju warung soto gading yang sudah tersohor sejak dulu.
Lokasinya tidak jauh dari kraton, dari pintu masuk kraton mungkin hanya sekitar 500 meter saja. Tepatnya di Jl.Brig.Jend. Sudiarta No.75, Gading, Solo. Di sini, banyak sekali penjual soto gading. Tapi yang cukup tersohor adalah Soto Ayam Gading I. Asal nama 'gading' sebenarnya diambil dari nama gapura yang ada saat memasuki Jl.Brig.Jend.Sudiarta, Gapura Gading. Banyak orang juga menyebutnya dengan sebutan Jl.Gading atau kawasan Gading. Memasuki warung sederhana ini saya cukup dibuat tercengang. Suasana warung sangat ramai, sama sekali tidak terlihat kalau jam makan siang sudah berakhir beberapa jam yang lalau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap pengunjung yang datang bisa langsung melihat menu apa saja yang ada di sini karena ada sebuah banner besar yang bertuliskan nama-nama menu plus masing-masing harganya. Hmmm.. cukup memudahkan nih! Soto gading plus nasi bisa di pilih full porsi bisa juga setengah.
Tak perlu menunggu lama, seporsi soto gading pun tersaji di hadapan. Hmm.. dari aromanya saja sudah bikin perut saya makin kerucukan! Kuah sotonya bening, suwiran daging ayam menyembul diantara kuahnya. Ada irisan tipis kentang. Taburan bawang goreng dan irisan seledri membuat rasanya jadi semakin harum.
Rasa kuahnya gurih lezat meskipun belum diberikan tambahan bumbu lainnya. Kalau saya biasa menikmati soto gading dengan memberinya sedikit kecap manis dan juga sambal. Rasanya jadi semakin mantap! Kalau ingin mantap, soto memang paling enak dimakan dengan nasi yang dicampur langsung. Nasi yang terendam kuah menjadi sedikit lembek dan enak rasanya.
Sate paru dan dan perkedel pun tak luput dari sasaran saya. Parunya empuk dan bumbunya sangat terasa. Tempe dan tahu bacemnya dibumbui hingga kecokelatan sehingga rasanya legit empuk. Perkedelnya juga berukuran cukup besar. Tanpa tambahan nasi atau porsi, aneka lauk sudah membuat perut jadi kenyang. Makan siang kali ini benar-benar lezat meskipun sedikit telat.
Untuk seporsi soto gading komplit dengan nasi, saya tak perlu merogoh kocek dalam. Cukup dengan Rp 6.000,00 saja. Sedangkan sate parunya di hargai Rp 3.000,00 per tusuk. Hmm.. cukup murah bukan?
Soto Ayam 'Gading'
Jl.Brig.Jend Sudiarta No.75, Gading
Solo, Jawa Tengah
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN