Sudah hampir satu jam saya berputar-putar di kawasan Ahmad Dahlan untuk mencari rumah makan yang menjual lontong Medan yang sering diceritakan oleh teman saya. Tapi tak juga saya temukan tempatnya. Sampai akhirnya saya menanyakan pada seorang tukang parkir, dan ternyata warung tersebut sudah tutup. Dan kini berganti dengan tempat baru yang bernama 'Langsat Corner Resto'.
Yak, 'Langsat Corner' berada di Jl. Langsat III No.2 berada di sebuah hoek, ya tak heran kalau menggunakan embel-embel 'corner' pada namanya. Mengusung konsep seperti sebuah food court yang menyediakan beberapa jenis masakan dari beberapa kedai yang berebeda dalam satu area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pelayan datang menghampiri dengan membawa selembar daftar menu, setelah melihat dan menimbang pilihan saya akhirnya jatuh pada setangkup sandwich bakar roasted beef and cheese, sepaket bakwan malang, dan teman saya memilih mi yamin bakso pangsit.
Yamin bakso pangsit dan juga bakwan malang datang lebih dulu. Mi nyamenggunakan mi keriting yang tipis lembut dengan warna kecokelatan karena sudah berbalut bumbu kecap dan cabai. Di atasnya di beri taburan daun bawang dan juga cincangan ayam yang sudah disangrai hingga kering menyerupai serundeng yang berwarna putih.
Dua buah bakso dan juga pangsit rebus disajikan dalam mangkuk terpisah. Saat dihirup, rasa kuah kaldunya cukup terasa tapi tak terlalu tajam. Minya kecil-kecil sedikit keriting namun tetap lembut. Sepertinya mi ini dibn\uat sendiri oleh sang pemilik. Saat saya mencoba mi nya, betapa kaget nya saya karena rasanya seperti tersengat!
Padahal kalau dilihat dari tampilannya sama sekali tidak 'galak'. Tadi kami memang memesan mi pedas, tapi tak menyangka akan sepedas ini. Sepertinya mereka menggunakan bumbu cabai rawit untuk mengaduk mi nya. Baru satu suapan saja bibir ini sudah terasa panas.
Paket bakwan Malang yang saya pesan boleh dipilih isinya sesuai dengan selera. Tadi saya memilih isi bakso, dua potong bakso tahu, dan juga bakwan goreng. Kuahnya bening dengan aroma harum yang sedep! Kuahnya dihirup, kaldunya cukup terasa. Yang paling saya suka adalah bakso tahunya. Rasanya empuk, tidak ada rasa asam tahu sama sekali. Tekstur tahunya lembut halus dan gurih!
Bakwan Malang sudah licin tandas, sandwich bakar saya baru datang. Wow.. rotinya sangat tebal berukuran 10x10Β dengan ketebalan sandwich kurang lebih 3 cm. Ada jejak sedikit gosong di bagian luar pertanda kalau roti ini habis dibakar di atas bara api arang. Rotinya renyah di bagian luar namun tetap lembut di bagian dalam.
Uniknya, daging yang mereka gunakan bukanlah smoked beef yang sudah jadi melainkan menggunakan daging sapi yag dipanggang dengan bumbu BBQ dan diiris tipis Jadi mirip daging kebab. Keju Slice yang ditaruh di atasnyapun ikut meleleh. Rasa dagingnya empuk sama sekali tidak alot. Lumuran bumbu yang berwarna kecokelatan ini lebih mirip dengan bumbu kebab begitu juga cara mengiris dagingnya.
Harga yang mereka tawarkan juga cukup murah loh! Untuk setangkup sandwich roasted beef yang cukup besar saya cukup membayar Rp 17.500,00. Sedangkan Mi Yamin Bakso Pangsit Rp 18.500,00 dan Rp 10.000,00 untuk bakwan malangnya. Hmm.. cukup ramah di kantong bukan? Mungkin harga ini disesuaikan dengan pengunjung mereka yang mayoritas adalah anak sekolah.
Langsat Corner
Jl. Langsat III No.2
(di depan LabSchool)
Jakarta Selatan
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN