Asem Sueger, Gurami Pecak Bening

Asem Sueger, Gurami Pecak Bening

- detikFood
Senin, 22 Jun 2009 14:30 WIB
Jakarta - Olahan ikan gurami gaya Sunda ini sangat memikat. Ikannya dibelah dan dibakar hingga wangi dan kering. Kuahnya bening beraroma bawang dan kencur yang wangi menusuk hidung. Memaran cabai hijau dan merah memberi gigitan pedas yang enak. Jangan ditanya jika sudah disuap dengan nasi timbel pulen yang hangat! Dahsyat!

Siang yang terik di tengah kemacetan, saya tiba-tiba ingat pecak. Istilah pecak ini merupakan istilah sajian ikan yang disiram bumbu. Bumbunya bisa santan atau tanpa santan, bisa juga sambal uleg biasa. Namun, pecak gaya Sunda yang ada di rumah makan Pondok Jagung ini sangat berbeda.

Rumah makan ini sudah lama ada di jalur jalan raya Serpong, tepatnya sekarang ada di depan WTC Serpong. Bagian luarnya memang terlihat sederhana, sebagai toko barang antik yang nampak kusam. Namun, di bagian belakang, justru merupakan halaman luas yang teduh. Ada pohon beringin yang rindang, sebuah andong dan sampan pun  ada di bawahnya. Bagian belakang toko inilah yang sejak bertahun-tahun jadi rumah makan.

Memasuki halaman luas dan teduh, serasa nyaman, bagai kembali ke rumah di kampung. Padahal beberapa meter di depannya ada hiruk-pikuk lalu lintas sangat padat dan berisik. Saung-saung untuk lesehan ada di bagian depan. Di bagian dalam banyak terdapat kursi kayu kuno dan meja marmer yang juga merupakan bagian dari barang antik yang dijual. Gebyok berukir dan berbagai ornamen kusen pintu dan jendela kuno menghiasi berbagai sudut ruangan.

Dari dulu andalan rumah makan ini adalah gurami. Namun di daftar menu ada banyak pilihan lain seperti paket nasi timbel dengan berbagai lauk (ayam goreng, empal, sayur asem, tahu dan tempe). Ikan air tawar ; ikan gurami, ikan mas, lele dan patin ditawarkan dalam berbagai olahan. Ada bumbu pecak bening, santan, coan, acar kuning, goreng kecap, goreng kering, bakar, dan asam manis.

Karena kangen berat dengan pecak gurami, sayapun memilih pecak bening gurami, berikut nasi goreng oncom dan sambal dadak. Sajian rumah makan ini memang bergaya Sunda, sehingga selain ikan air tawar juga ada ikan air laut yang bisa dibakar atau digoreng juga aneka nasi. Tak ketinggalan karedok dan tumis kangkung plus gorengan oncom.

Lebih dari 15 menit saya harus menunggu ikan gurame dibakar karena memang perlu waktu agak lama. Sementara aroma wangi berhembus dari sudut kanan bangunan yang berfungsi sebagai tempat membakar ikan. Hmm..perutpun rasanya makin tergelitik lapar!

Ikan gurami bakar seberat 600 gram ditaruh di piring kaca segi empat. Kuah bening semu kemerahan menggenangi kelilinganya. Sementara di permukaan badan ikan tertutup serpihan cabai hijau dan merah plus bawang merah dan putih yang diuleg kasar. Aroma wangi bawang dan kencurpun tercium tajam menusuk hidung. Tampilannya sekilas mirip pecak gurami pak haji Muhayar di bilangan Buncit.

Kunyah pertama, langsung terasa krenyes-krenyes, rasa renyah kulit gurami yang terbakar diselingan serpihan gurih dagingnya. Tak ada aroma tanah yang tercium. Remahan cabainya terasa segar menggigit, demikian juga kuahnya. Kuahnya menebar aroma wangi jeruk nipis dan pedas-pedas cabai yang enak. Aroma tajam kencur menjadi ciri khas pecak ini. Rasanya asam segar pedas, pas dimakan saat udara siang yang menyengat.

Nasi goreng oncom yang saya pesan tampilannya tak berbeda dengan nasi goreng biasa. Komplet dengan kerupuk dan iris timun. Krenyes lembut serpihan oncom terasa disela-sela butiran nasi. Hanya sayang aroma kencurnya kurang nonjok sehingga terkesan seperti nasi goreng biasa. Ah, mungkin lain kali memang pecak gurami harus saya makan dengn nasi timbel saja.

Pelengkap yang sederhana tetapi justru terasa hebat adalah sambal dadaknya. Meskipun disajikan di pring kecil, tak di atas cobek tetapi tak berkurang lezatnya. Warnanya kemerahan dengan genangan air. Menandakan sambal ini memakai tomat segar yang digerus bersama cabai. Rasanya tak hanya pedas menggigit tetapi ada nuansa asam dan sedikit manis, khas sambal dadak Sunda.

Riwayat sambal ini tak lama karena setelah dicocok dengan ikan gurami bakat, rasanya justru main dahsyat dan enak. Rasa kencur yang melumuri ikan gurami justru sangat serasi bersanding dengan sambal dadak yang nonjok ini. Wah, kali ini kembali saya tejerat keunikan kuliner Sunda!

Rumah Makan Pondok Jagung
Jl. Raya Serpong 74
Tangerang, Banten
Telepon : 021-5374566
Jam buka : 11.00 – 21.00
Harga Makanan: Paket timbel komplet dengan pilihan lauk: Rp 19.500,00/paket, ikan gurami Rp 32.500,00 per 1/2 kg, lauk lain antara Rp 4.000,00 – Rp 15.000,00


(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads