Kesengsem Bebek Goreng Kertosuro

- detikFood Selasa, 17 Feb 2009 11:52 WIB
Jakarta - Kalau mengaku pencinta bebek goreng tradisional, bebek goreng yang satu ini wajib Anda cicipi. Bagian luarnya garing renyah, tetapi daging di dalamnya lembut empuk. Jejak rasa manis yang lamat-lamat dengan aroma bawang yang semerbak membuatnya makin enak saja. Apalagi setelah dicocol sambal korek yang pedas-pedas gurih dan disuap dengan nasi hangat Hmmm... uenaaak tenan!

Kalau orang bilang bahwa makan itu ada hubungannya dengan emosi, maka benarlah adanya. Seperti yang saya alami sore itu. Di tengah hujan rintik-rintik dan kemacetan luar biasa, saya justru mengidamkan bebek goreng. Yang saya mau cuman bebek goreng Pak Slamet yang ada di Jl. Radio Dalam.

Saya masih ingat dulu saya pernah sarapan bebek goreng, pukul 8 pagi di warung pak Slamet yanga da di Kertosuro Solo. Makan pagi bermenu bebek goreng plus sambal yang bikin keringat berucuran. Kenikmatan itulah yang saya rindukan, karena itulah sore itu saya tetap ‘maksa’ mampir ke warung bebek goreng pak Slamet di Jakarta Selatan.

Untung saja warung masih sepi sehingga saya bisa leluasa melihat lemari kaca bersusun dua. Isinya beragam potongan bebek yang sudah direbus empuk dengan bumbu. Ada bagian paha, dada, kepala, ceker, hati dan ampela. Sebuah cobek besar berisi ulegan cabai rawit merah dan bawang pun masih belum slesaai disiapkan. Begorpun digoreng di depan warung sehingga bisa bebas diamati pengunjung.

Bebek goreng tradisional memang punya banyak versi. Ada yang gaya Jawa Timur dan Madura dan ada pula yang gaya Jawa Tengah (yang kadang ditambah kremesan versi ayam goreng Suharti). Dari petualanag makan begor, sayapun mulai tahu kalau bebek versi Jawa Timuran, jejak bumbunya lebih gurih asin dengan aroma kunyit dan jahe yang kuat. Sedangkan yang gaya Jawa lebih cenderung ke arah manis meskipun ada jejak gurih.

Paha bebek goreng kecokelatan disajikan di piring dengan irisan kol, timun dan kemangi plus semangkuk mungil sambal rawit. Tampilannya tak jauh berbeda degan begor lain. Aroma wangi segera tercium dari begor panas ini.

Saat saya sobek dagingnya langsung lepas. Gigitan pertama langsung terasa gurih-gurih dengan krenyes-krenyes di bagian luar. Dagingnya empuk dengan jejak rasa manis yang tak berlebihan. Justru seimbang dengan rasa gurih bawang plus aroma daun salam yang tak berlebihan juga. Jadi pas racikan bumbunya.

Bebek yang dipakai untuk begor ini dugaan saya seperti begor lain, bebek afkiran yang sudah pernah bertelor. Karena potongannya cukup besar. Bebek jenis ini memang cocok untuk begor dan tidak cepat hancur dagingnya saat diungkep dengan bumbu selama  minimal 4 jam.

Yang jadi andalan Pak Haji Slamet Raharjo asal Sukohajo ini adalah sambal korek. Sambal ini sebenarnya sederhana. Hanya terbuat dari cabai rawit merah dan kuning, bawang putih, sedikit garam yang diuleg kasar. Aksen rasa gurihnya justru didapat karena sambal ini disiram jelantah (minyak bekas menggoreng) bebek. Jadi, gigitan si cabai tidak terlalu garang tetapi tetap ada sapuan rasa gurih lemak dan bumbu begor.

Rasa sedikit manis daging begor yang disatukan dengan sambal yang pedas plus nasi hangat menjadi kenikmatan yang dahsyat. Maka tak terasa sayapun menuntaskan begor ini dengan licin tandas! Saya lirik di meja sebelah seorang pengunjung asyik makan kepala dan ceker bebek. Hmm.. nyam nyam lezat mengasyikkan!

Agaknya Pak Slamet dari Kartosuro Solo sudah sadar akan ilmu marketing modern dengan membuka berbagai cabang di Jakarta, Bandung, Semarang, Bogor, Gresik dan Bekasi. Begor yang berlabel pak H. Slamet (asli) ini memang banyak tiruannya alias aspal yang mirip-mirip di kawasan Kartasuro Solo.

Nah, kalau Anda tergolong penggila begor dan sudah kebelet makan begor Kartasuro ini, bisa mampir di cabang yang di Jl. Fatmawati (depan D'best) atau yang di Jl. Radio Dalam. Soal harga, begor pak Slamet ini tak beda dengan begor lainnya. Satu potong dada begor Rp 16.000 dan paha begor Rp. 15.000 (termasuk lalap dan sambal korek). Kalau berikut nasi per paketnya Rp 17.500,00. Jika ingin membeli begor utuh harganya Rp 60.000 per ekor.

Warung Bebek Goreng H.Slamet
Sedahromo Lor RT 01 RW 07, Kartasuro, Sukoharjo
Jawa Tengah

Jalan Radio Dalam Raya No.47
(seberang Auto 2000)
Jakarta Selatan
Telp: 021-766 5937


(dev/Odi)