Hal ini bermula ketika seorang teman mengajak saya untuk mencari sebuah warung gudeg di kawasan Bintaro Tengah. Awalnya saya kurang antusias mengikuti ajakannya. Pasalnya saya yang tak terlalu suka dengan masakan manis ini pernah mencicipi gudeg yang super manis. Mulai saat itu saya tak pernah lagi mencicipi gudeg.
Setelah berdebat cukup alot akhirnya teman saya mampu meyakinkan saya untuk mencicipi gudeg di warung ini. Saya pikir tak ada salahnya mencoba gudeg untuk yang kedua kalinya. Masuk ke sebuah area pemukiman yang terletak di JL. Bintaro Tengah, Bintaro sektor 1 ini tidak terlihat resto seperti yang saya bayangkan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disodori daftar menu, walah..ternyata pilihan lauk teman gudeg banyak sekali. Mulai dari Nasi Gudeg Krecek, Gudeg Krecek Tahu, Krecek Telur Ati Ampela, Nasi Liwet, bahkan sampai Ayam Kodok, dan kue tampah. Tak hanya itu, warung Bu Djum juga menerima pesanan tumpeng dan nasi box.
Hmm.. semakin bingung saja saya memilih pesanan sore itu. Saya tertarik sekali dengan ayam kodok, tapi sayangnya ayam kodok harus dipesan jauh-jauh hari. Akhirnya kami memutuskan untuk memesan nasi gudeg krecek dan juga nasi liwet dan dua gelas teh tawar hangat sebagai pelepas dahaga.
Sambil menunggu pesanan, saya pun mengunyah keripik singkong pedas yang disediakan diatas piring tanah liat. Di bagian sayap kiri ternyata ada sebuah ruangan lagi, sayapun mengintip kedalamnya. Ternyata di ruangan itu adalah tempat untuk membuat berbagai jenis kue tampah pesanan. Harum wangi kue yang sedang dikukus dan dipanggang merebak ke penjuru ruangan.
Ketika kembali ke meja pesanan kamipun telah tersedia. Cara penyajiannya sangat sederhana. Nasi beserta lauk pauknya disajikan di atas piring datar yang beralaskan daun pisang. Sekilas sih tak terlihat begitu istimewa. Sama seperti nasi gudeg yang pernah saya temui sebelumnya.
Namun harum nasi liwet dan juga gudeg yang menguap menggelitik hidung sehingga membuat saya tak sabar untuk mencobanya. Nasi Gudeg tersaji bersama dengan krecek, dan sebuah telur pindang. Gdegnya berwarna cokelat kemerahan dan disiram dengan areh kental sebagai topping. Nasinya masih mengepul hangat, dan ketika dicoba hmm.. rasanya pulen dan juga wangi.
Ini dia yang ditunggu-tunggu, mencicipi gudeg. Saat gudegnya mampir di lidah wow.. rasanya sangat berbeda. Rasa manisnya tidak nonjok sekali, bahkan cenderung sangat lembut. Gudeg yang disajikan termasuk ke dalam gudeg kering, tidak berkuah. Nangka mudanya juga jenis nangka jenis merah yang kesat dan tidak lonyot. Rasanya manis-manis gurih, saya jadi menyukainya.
Berbeda dengan nasi gudeg, nasi liwet hadir dengan isi lebih meriah. Diantaranyatahu putih berbentuk segitiga yang diopor, ayam opor kering yang telah disuwir-suwir halus, sambel goreng ati, sayur jipang (labu), telur pindang, sambal, dan tak lupa areh sebagai sentuhan akhirnya.
Nasi liwetnya sungguh harum apalagi ditambah dengan taburan bawang goreng yang cukup royal. Saat dicoba rasa nasinya sangat gurih dan juga pulen. Apalagi saat ditambah dengan opor ayam dan juga tahunya. Hmm..semakin lezat saja rasanya. Tak ketinggalan sambal saya tambahkan, namun sayang sambalnya sedikit manis, sambal bajak gaya Yogya. Padahal saya sudah membayangkan sambal yang pedas menggigit saatΒ melihat tampilannya.
Tapi meskipun begitu saya cukup puas dengan rasa gudeg Bu Djum ini. Tanpa terasa semua pesanan telah licin tandas tak bersisa. Saya pun bertekad untuk kembali ke tempat ini dan mencicipi menu yang lainnya. Kayaknya saya memang harus kembali untuk mencicipi ayam kodok yang masih bikin saya penasaran!
Warung Gudeg Bu Djuminten
Spesial Gudeg Kendil (Terima Pesanan)
Jl. Bintaro Tengah Blok O2 No.8
Bintaro Sektor I
Telp 021-7353134 (Bintaro)
Β Β Β Β 021-7402571 (Ciputat)
Β Β Β Β 021-5383351 (BSD)
Range Rp 10.000,00-Rp 34.000,00 (eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN