Amboi Lemak Nian... Teh Tarik Plus Nasi Lemak!

Amboi Lemak Nian... Teh Tarik Plus Nasi Lemak!

- detikFood
Kamis, 16 Okt 2008 14:53 WIB
Jakarta - Keunikan cita rasa hidangan khas Malay dan Peranakan seperti Nasi Lemak, Chicken Satay Nyonya Style, Rujak Buah ala Nyonya kini dapat Anda nikmati bak Nyonya dan Baba tempo doloe. Tak hanya rasanya yang gurih lezat, Anda pun sekaligus dapat menyusuri jejak sejarah Melayu yang mempesona!

Dari kejauhan resto bernama Katjapiring ini sudah menarik perhatian kami saat berjalan-jalan di Paris Van Java, Bandung. Ya, tak heran karena restoran bergaya rumah tempo doloe ini cukup unik dan sangat kontras dengan nuansa mall yang berdesign modern. Alhasil kami yang memang sedang mencari tempat untuk bersantap malam langsung memutuskan untuk bersantap di resto nan unik ini.

Kami pun serasa berpindah dimensi saat masuk ke restoran bernuansa rumah Melayu kuno ini. Jendela-jendela kayu besar sengaja dibuat terbuka lebar dengan langit-langit yang tinggi hingga ke lantai 2 dengan hiasan kandang burung yang tergantung di atasnya mirip rumah para baba jaman dahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinding restoran dicat berwarna hijau tua tersebut tidak dibiarkan kosong. Berbagai aksesoris kuno, seperti misalnya jam dinding dan telepon jadoel, kipas lebar ala Cina, rantang para nyonya dan guci Cina yang unik menghiasi dinding restoran. Belum lagi foto-foto hitam putih berbingkai yang terdapat di sepanjang dinding tangga, makin menambah kental kesan nuansa Melayu dan Peranakan tempo doloe.

Sebagian besar meja yang merapat jendela telah terisi oleh pengunjung, sehingga kami pun memutuskan duduk di pojok ruangan yang masih kosong. Menu yang ditawarkan resto ini hampir sebagian besar mengusung konsep 'Peranakan', yang menggambarkan sangat kuatnya pengaruh imigran Cina serta pengaruh Kolonial Inggris di Malaysia, bahkan menurut saya melebihi pengaruh Belanda di Indonesia. Hal tersebut membuat Malaysia mengadopsi suatu kebiasaan dan tradisi dari pengaruh tersebut yang kemudian dikenal dengan isilah 'Peranakan' hingga kini.

Hal itu direfleksikan pada menu-menu yang ditawarkan di Katjapiring. Sebut saja Nasi Lemak Katjapiring, Malaysian Beef Satay, Kangkung Belacan, dan Roti Canai. Sedangkan untuk Peranakan Cuisine terdapat Chicken Satay Nyonya Style atau Rujak Buah ala Nonya yang dapat dijadikan pilihan.

Menurut sang pelayan untuk hidangan Malaysia, Katjapiring sengaja mengkombinasikan rasa dari Penang Malaysia dan Java Indonesia. Wah pantas saja, beberapa menu Indonesia seperti rujak pengantin, nasi langgi, dan sayur lodeh kerap saya jumpai di daftar menu. O ya, selain itu juga ada menu-menu dessert dengan nama unik sebut saja Es Mabuk Kepayang, Es Manado Manise, atau Es Seribu Jawaban yang membuat penasaran dan hmm... pastinya juga suegerr!

Akhirnya pilihan jatuh pada Nasi Lemak Katjapiring yang merupakan favorit di resto ini, serta Nasi Langgi Simpang Lima untuk menu Indonesia. Tak ketinggalan Es Teh Tarik, Es Manado Manise dan Es Red Ruby menjadi pelengkap hidangan kami.

Akhirnya satu per satu hidangan berdatangan. Nasi Langgi dan Nasi Lemak tersaji dalam piring putih yang besar. Nasi disajikan berbentuk bulat dengan alas berupa daun pisang. Tak ketinggalan lauk-pauk yang menggugah selera seperi gulai ayam, teri jengki kering, telur dadar, ikan balado turut melengkapi hidangan ini.

Sebenarnya nasi lemak ini mirip dengan nasi langgi, yaitu ketika dimasak sama-sama menggunakan air santan kelapa. Tak heran ketika dikunyah nasinya pulen dengan jejak rasa gurih dan lezat. Berpadu dengan gulai ayam hmm... nasi lemak ini rasanya memang lemak nian!

Semburat gurih akibat santan dan rempah dari gulai ayam terasa enggan meninggalkan mulut. Sesekali saya pun menjawil teri jengki yang krenyes-krenyes pedas-pedas gurih untuk dinikmati bersama kacang tanah yang juga renyah. Nyam nyam... tak heran jika nasi lemak ini menjadi hidangan favorit.

Nasi Langgi sendiri berupa nasi berbentuk kerucut beralaskan daun pisang. Lauknya lebih banyak dibandingkan Nasi Lemak, yaitu terdiri atas serundeng, kentang kering dan kacang, abon sapi, ayam goreng, irisan telur dadar, emping, daun kemangi, sambal bajak dan timun yang ditata melingkari nasi. Sajian ini lebih mirip dengan nasi rames gaya Semarangan yang sarat lauk.

Gurihnya nasi sangat enak berpadu dengan serundeng yang juga asin gurih plus sambal yang cukup pedas. Meskipun lauknya lebih dominan rasa manisnya. Tak heran dalam sekejap saya pun sudah asyik mengunyah hidangan ini plus sambal bajaknya yang lumayan pedas. Huah huah... untuk meredam rasa pedas sesekali saya pun menghirup es teh tarik yang amboi segarnya!

Setelah menikmati hidangan yang mengenyangkan tibalah untuk menikmati Es Red Ruby dan Es Manado Manise. Es Red Ruby ini seperti namanya, diberi sirop merah, nangka, santan, es serut dan butiran merah delima dari tepung kanji yang berwarna merah terang membuat penampilannya sungguh cantik.

Sedangkan bagi penyuka sirsak harus mencoba Es Manado Manise. Isinya berupa sirsak halus, agar-agar hijau, kelapa muda, dan es serut. Berwarna dominan putih, rasanya cukup unik... ada asam dan manis yang membuat rasanya cukup unik ketika mampir di lidah. Slurppp... hmm suegerrr!!

Untuk sepiring Nasi Lemak Katjapiring yang lezat dibandroll dengan harga Rp 31.500,00, Nasi Langgi Simpang Lima Rp 29.500,00, Es Manado Manise Rp 15.500,00 dan Rp 16.000,00 untuk Es Red Ruby. O ya, sebelum pulang kami juga mampir untuk membeli aneka camilan jadoel seperti cokelat payung, permen rokok, dan permen sasaparila yang pernah saya nikmati saat kecil sambil bernostalgia.

Restoran Katjapiring
Paris Van Java
Jl. Sukajadi No. 137-139 Bandung
Telp: 022-82063456
Fax: 022-82063455
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads