Racikan 17 Tahun Bushido

Racikan 17 Tahun Bushido

- detikFood
Rabu, 14 Mei 2008 10:40 WIB
Jakarta - Santapan nasi gaya Jepang yang ini tak hanya menggoyang lidah tetapi juga perut. Nasinya sangat pulen dan lembut. Topping lauknya diberi bumbu yang mantap menggetarkan lidah. Maka kamameshi dan kakiage don pun perlahan lenyap berpindah ke perut kami. Racikan bumbu yang sudah 17 tahun dipertahankan ternyata benar-benar memuaskan!

Tak ada yang berubah, seperti beberapa tahun silam saat kami mampir ke Bushido Japanese Restaurant. Semuanya masih sama. Pramusaji resto Jepang yang ada di lantai 1 hotel Sahid Jaya di kawasan Sudirman ini menyambut dengan sapaan 'irrashemase..'.

Ruangan yang ditata dengan sentuhan bambu dan kayu ini masih mengingatkan akan rumah yang hangat dan ramah. Di bagian sisi kanan ada sushi bar yang menyambung dengan gerai teppanyaki. Di sisi kiri ada deretan meja santap dan tepat di bagian tengah ada 2 ruang tatami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk makan siang, ada berbagai tawaran set menu atau obento yang praktis dan lengkap. Mulai dari bushido bento, yaki sakana, sushi hingga chicken teriyaki. Terus terang kami memang sedang ingin memanjakan perut dengan nasi alias gohan. Maka pilihan kamipun agak 'rakus'. Kamameshi Set yang komplet, Koboshira Kakiage Don dan masih ditambah sushi sebagai pembuka plus aneka robatayaki. Nasi Jepang memang selalu jadi pujaan kami karena rasanya yang lembut, sedikit kenyal, mirip beras ketan.

Kamameshi set yang kami pesan hadir dalam racikan komplet. Mangkuk aluminium wadah kamameshi berisi nasi diberi topping irisan salmon, unagi, ayam, kapri plus taburan ikura (telur ikan salmon). Mangkuk berisi kaldu, salad, irisan nori plus sup menjadi pelengkapnya.

Sendokan nasi plus sedikit unagi seolah memberi tendangan awal yang cantik di mulut. Wah, rasa bumbunya tak ada yang 'berlomba' semuanya alami dan seimbang, rasa shoyu dan kaldu setara gurihnya. Kami membiarkan kamameshi agak lama sambil menunggu 'kerak' terbentuk di dasar wadah (sama dengan kerak nasi liwet). Kerak ini makin enak dengan aroma sangit yang direndam kuah kaldu!

Sajian nasi kedua yang jadi sasaran Koboshira Kakiage Don. Don buri, nasi dengan topping lauk ini merupakan one dish meal favorit kami. Karena lauk plus bumbunya menyatu dengan nasi. Koboshira adalah scallop dan Kakiage adalah sayuran. Keduanya digoreng dengan adonan tepung. Jadi mirip dengan bakwan. Wah, ternyata si bakwan hadir dalam tampilan yang sangat crispy, krenyes-krenyes yang ditandai dengan adonan tepung yang keriting di kelilingnya.

Saat memulai kunyahan pertama, dugaan kami tak meleset. Rasa scallop yang lembut gurih sedikit kenyal beradu dengan irisan bawang, wortel yang renyah juga. Percikan saus shoyu yang sedikit manis membuat persekutuan rasa yang dahsyat, renyah, gurih dan sedikit manis. Apalagi nasi yang di bawahnya sudah terendam saus, rasanya jadi makin enak saja!

Sambil menguras butiran nasi terakhir di dasar mangkuk, kamipun tak melewatkan si robatayaki. Satai gaya Jepang ini tampil lebih otentik. Ada yang berupa daging ayam cincang yang dipipihkan dan ditusuk bambu, ada potongan sayap ayam utuh, potongan ampela dan kulit ayam. Bumbu robatayaki yang tidak 'neko-neko' justru membuat rasa alami daging ayam sangat menonjol, gurih lembut. Ampelanya tidak memberikan perlawanan saat digigit, empuk sekali.

Nah, kejutan justru kami dapati pada si kulit ayam yang terlihat sepele. Berbentuk bulatan kecil, sedikit mengkilap dengan tekstur sedikit gosong. Saat digigit benar-benar 'nyuusss', empuk, sedikit berlumuran minyak, gurih dan sedikit renyah! Dicocol dengan saus tonkatsu alias saus BBQ Jepang yang wangi rasanya makin hebat. Jangan heran jika robatayaki ini memang akhirnya lenyap dari piringnya.

Meskipun perut terasa sesak, kami masih menyisakan sedikit bilasan terakhir berupa es krim macha dan ogura yang dibuat sendiri oleh sang chef. Rasanya makan siang kami jadi komplet dengan elusan rasa manis alami es krim. Padahal mata kami masih mengincar berbagai menu yang lain. Sepertinya kami memang harus kembali ke sini. Menapaki kembali kelezatan yang nyaris 'abadi' diracik secara konsisten selama 17 tahun!

Bushido Japanese Restaurant
Hotel Shaid Jaya, lantai 1
Jalan Jendral Sudirman Jakarta
Telpon: 021-570 0723
Jam buka : lunch: 12.00 - 15.00; 18.00-22.30
Harga : ala carte Rp. 17.000 - Rp. 200.000++, set menu : mulai Rp. 58.000++

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads