Saat Fresh Oyster Bertemu Wine

Saat Fresh Oyster Bertemu Wine

- detikFood
Senin, 17 Des 2007 10:47 WIB
Jakarta - Inilah kesempatan langka! Mencicipi 12 tiram tersegar dari seluruh penjuru dunia. Merasakan kelembutan daging tiram segar dari cakangnya, mengunyah perlahan, menelusuri tekstur dan aromanya. Kemudian 'membilas' nya dengan 3 white wine pilihan. Info dan petunjuk dari sang 'Oyster King', Bill Marinelli membuat acara Oyster & Wine Tasting ini makin dahsyat saja!

Daya pikat tiram atau oyster segar buat saya terletak pada tekstur dagingnya yang sangat lembut, licin dan aroma laut yang segar. Karena itulah kesempatan mencicipi fresh oyster, tiram hidup yang didatangkan langsung dari berbagai belahan dunia tak saya sia-siakan. Sabtu yang lalu kami berdua puluh dari komunitas Jalansutra mencoba menerima tantangan dari Bill Marinelli. Ahli tiram dari Amerika ini sudah sejak usia 17 tahun bergelut dengan tiram. Bill yang kini menggawangi 'The Oyster Bar' di Gourmet Garage ini memang tak tanggung-tanggung dalam memilihkan tiram segar untuk dicicipi. Ada 12 macam tiram segar dari Jepang, Amerika, Kanada dan Prancis yang disajikan. Dari yang berharga biasa sampai yang termahal!

Sebelum mencicipi tiram, Yarra Burn Pinot Chardonnay Meunier Sparkling Wine 2004 menjadi pembuka rasa. Sparkling wine produksi Yarra Burn, dari Yarra Valley ini menebarkan aroma jeruk yang segar. Rasa asam segar diselingi buih sparkling yang lembut dan jejak halus aroma earthy jamur menjadi pembilas rasa yang pas. Sebelum tiram segar disajikan, Bill pun sempat menanyakan kalau ada yang 'virgin oyster' - yang belum pernah mencicipi tiram segar sama sekali. Karena tak ada yang mengaku, maka sepiring aluminium berdiameter sekitar 30 cm yang berisi tiram-tiram segarpun disajikan. Piring yang diberi es batu serut berisi 3 jenis tiram segar; Olympia, Kumamoto dan Blue Point yang terbuka dalam cangkangnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesuai dengan petunjuk Bill, Olympia menjadi tiram pertama yang dicicipi. Tiram mungil kecil, sebesar kerang dara ini merupakan jenis tiram Pasifik yang memerlukan waktu 5 tahun untuk mencapai ukuran mungilnya. Setelah dikucuri sedikit air jeruk lemon, tirampun menyentuh lidah. Terasa sangat lembut, semburat manis dengan rasa renyah, krenyes-krenyes yang sangat enak. Mengejutkan memang, meski ukurannya kecil rasanya sangat kompleks!

Tiram Kumamoto yang berasal dari Kyushu, Jepang dan dibiakkan di California ini juga memiliki tingkat rasa lembut yang berbeda. Daging tiram seperti dibaluri minyak kacang, gurih dengan sedikit rasa manis. Setelah ditelan terasa aroma laut yang lamat-lamat tersisa di rongga mulut. Tiram legendaries dari perairan Long Island Sound, New York ini besar ukurannya. Juntaian lembut tepian daging tiram ini ternyata rasanya sama gurih dengan bagian tengahnya. Rasa gurihnya awet hingga akhir bahkan terasa sedikit manis di rongga mulut. Inilah yang sangat mengesankan buat saya. Varian aksen rasa tiap daging tiram sungguh memukau! Belum lagi jika ditutup dengan jus tiram yang bercampur air jeruk lemon yang tertinggal di cakangnya. Sluurrp... sedikit asin dan asam segar!

Sebelum mencicipi 3 kerang berikutnya; Barron Point Virginica, Wescott Bay dan Barron Point, Bill memilihkan paduan klasik white wine untuk seafood - Otuwhero Marlborough Sauvignon Blanc 2006. White wine dari Marlborough New Zealand ini menebarkan rasa yang sangat jernih menyegarkan bahkan di ujung meninggalkan semburat aroma fruity yang sangat enak. Memang terasa pas untuk β€˜membilas’ rasa gurih lembut daging tiram segar. Meskipun sama jenisnya tiram Barron Point dari Virginica terasa lebih renyah dengan tekstur kenyal yang kuat, sementara Barron Point dari Jepang lebih gurih dengan semburat manis yang awet. Ini tentunya karena jenis air laut, suhu dan prosedur pembiakan yang berbeda. Sedangkan Wescott Bay dari Portugis terasa tidak terlalu menonjol, ada rasa gurih, sedikit manis dan renyah.

Piring ketiga berisi tiram Jorstad Creek, Effingham Inlet dan Eagle Rock cukup menantang karena bentuk kerang tiram yang berbeda. Jorstad Creek, rasa gurihnya lebih lembut sementara aroma mineral bercampur segar sayuran menjadi ciri Eagle Rock. Effingham Inlet dari Kanada ini terasa sedikit berbeda karena renyah seperti rumput laut segar, sedikit gurih dengan semburat manis. Mencicipi 9 tiram segar membuat kami justru semangat menantikan piring terakhir. Sangat menarik tampilan tiram-tiram ini karena cenderung besar, pipih, melebar mirip scallop. Fine De Claire dari Prancis ini tak terasa unik, renyah gurih sampai akhir. Namun kedua jenis tiram terakhir; Deep Bay Belon dan Westcott Bay Flat, keduanya jenis tiram datar sungguh mengejutkan. Aroma anyir yang kuat sangat dominant.

Deep Bay Belon menebarkan aroma laut yang tajam meskipun dagingnya terasa sedikit manis. Demikian juga dengan tiram terakhir, Westcott Bay Flat. Tiram dari San Juan ini pipih lebar dagingnya, warnanya sedikit kecokelatan, teksturnya kenyal tetapi renyah dengan rasa manis yang awet di mulut. Aroma anyirnya tak setajam Deep Bay Belon. Apalagi Bill menyarankan untuk memberi saus mignonette. Saus kemerahan dengan irisan bawang merah ini beraroma wine. Dugaan saya terbuat dari red wine vinegar dengan campuran dry white wine. Ketika beradu dengan saus mignonette inilah daging tiram terasa sangat dahsyat lezatnya!. Selingan Hugel Riesling 2005 yang asam sedikit manis dengan aroma fruity yang kuat menjadi pelengkap yang makin sempurna!

Kalau orang bilang tiram segar bisa memicu gairah seks memang benar. Karena tiram mengandung sejumlah mineral yang memicu kerja hormon testoteren, yang bisa menaikkan libido para pria. Setidaknya Anda bakal 'merem melek' karena kelezatan daging tiram segar juga harga 2 tiram terakhir yang termahal di dunia! Ola...la... (dev/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads