Fusion Sushi nan Oishii

Fusion Sushi nan Oishii

- detikFood
Rabu, 14 Nov 2007 10:02 WIB
Jakarta - Ratusan sushi tampil dalam varian yang penuh kejutan. Dari jenis temaki dan maki sushi hingga jenis nigiri sushi. Sang sushi chef yang meracik bumbu dengan konsep fusion Timur dan Barat membuat lidah tak henti menemukan sensasi lezat yang memikat. Dari saus teriyaki, saus aioli, special spicy sauce, saus mayones spesial racikan sang chef hingga bumbu ikan roa memberi aksen rasa sangat unik! Siang itu saya memutuskan untuk 'menggugah rasa' dengan menikmati sushi yang sudah agak lama tak saya nikmati. Poke Sushi yang baru beberapa hari membuka outlet terbaru di lantai 3 Pondok Indah Mall 2, Jakarta Selatan menjadi pilihan. Resto sushi ini tergolong populer dan konsisten dalam menjaga kualitas sehingga mampu bertahan selama 4 tahun lebih dengan beberapa cabangnya. Nama 'poke' sendiri mengingatkan saya pada 'ahi poke', potongan dadu ikan tuna yang diaduk dengan air jeruk dan disantap segar khas Hawaii. Meskipun ruangan belum seluruhnya tertata rapi tetapi para pelayan menyambut kami dengan senyum ramah. Konsep 'fusion' yang diusung oleh resto sushi ini tercermin dalam buku menunya. Ada lebih dari 20 jenis hand rolls/temaki sushi, sushi yang dibalut nori berbentuk kerucut dan hampir 50 jenis maki sushi atau sushi roll. Belum lagi berbagai pilihan hidangan utama khas Jepang seperti beragam teriyaki dan sukiyaki serta berbagai variasi mi dan nasi hingga sashimi. Sebagai pembuka, pilihan jatuh pada Kani Salad, Wakame Salad, dan Chef's Special Salmon Salad. Kani atau crab stick, tiruan daging kepiting yang dipotong 3 cm dan disuwir halus, diaduk dengan sedikit mayones dan disajikan di atas irisan kyuri. Rasanya tidak terlalu gurih (karena mayonesnya sangat lamat) tetapi justru sangat serasi dengan renyahnya mentimun. Kejutan saya dapati saat mengunyah wakame yang berwarna hijau cerah, diiris halus dengan saus wijen yang ringan, gurih dan harum. Rasanya sangat renyah, segar tanpa jejak aroma anyir! Salmon Salad yang saya nikmati terakhir terasa luar biasa gurih. Potongan tipis ikan salmon Norwegia yang disiram saus mayones yang dipadu shoyu plus taburan wijen memang terasa unik. Terutama pemakaian moyones Jepang (Kwepie) yang tak menimbulkan rasa 'eneg'. Untung saja salad disajikan dalam porsi mungil sehingga bisa langsung habis. Dari puluhan maki sushi yang ditawarkan, terlihat bahwa sang sushi chef, Toar Christopher sangat kreatif dengan beragam racikan sausnya. Pengalamannya menjadi sushi chef dan bekerja pada lebih dari 20 restoran di Amerika membuat kreasinya terasa sangat mendunia. Hingga saat ini ada sekitar 500 jenis sushi pernah dibuatnya. "Sebenarnya tidak 100% pengaruh Amerika karena di Amerika banyak unsur budaya imigran maka yang muncul justru varian yang global," demikian jelas sang chef. Beruntung saya bisa mencicipi kreasi terbarunya Crunchy Dragon Roa Roll. Terdengar seperti masakan Manado, ikan roa! Ya tak salah lagi Dragon Roll yang berisi kremesan (remahan halus adonan tepung yang digoreng) dengan keju krim berbalut saus. Gulungan sushi diberi topping ikan salmon yang dicincang halus, dikeringkan dengan bumbu sambal roa khas Manado, rasanya pedas renyah mirip abon ikan. Terus terang sensasi kontras rasa dan tekstur ini sangat serasi sehingga terasa enak di lidah! Crunchy merupakan kreasi chef Itop, demikian panggilan akrab Christopher yang menjadi ciri khas maki sushinya. Efek renyah diciptakan bukan dengan cara membalut sushi dengan adonan tepung lalu menggoreng tetapi justru dengan menciptakan 'kremesan' atau serpihan adonan tepung yang digoreng kering. Kremesan ini agaknya diracik dangan bumbu khusus sehingga saat dicampur dalam gulungan sushi terasa gurih tanpa balutan minyak sama sekali dan sangat lembut teksturnya. Setelah sushi yang penuh sensasi ini, saya melanjutkan mencicipi Rising Sun Roll. Ukuran sushi ini lebih besar dari sushi roll yang biasa karena setelah digulung, sushi dibalut lagi dengan nasi yang dilapisi tepung panir dan digoreng. Bagian tengahnya merupakan potongan alpukat, keju krim dan kani yang dibalut irisn tipis ikan tuna lalu digulung dengan nasi sushi dan nori lalu dilapisi tepung roti dan digoreng. Tentu saja rasanya sangat lembut gurih di bagian dalam dan renyah garing di bagian luar. Sushi ini harus dua kali digigit karena ukurannya yang besar. Saus aioli, saus bawang putih ala Prancis yang diracik sendiri oleh sang chef merupakan cocolan yang pas buat sushi ini karena rasanya gurih dan aromanya wangi. Baru dua jenis sushi roll yang saya nikmati tetapi perut sudah terasa kenyang. Padahal saya sudah mengincar Toro Poke Roll yang berisi toro favorit saya. Mungkin lain kali saya harus kembali untuk menikmati sashimi plus sushi roll yang lain. Apalagi hampir tiap kali sang sushi chef menciptakan varian sushi baru. Buat mereka yang tergolong penggila sushi, rasanya resto ini bakal bisa memuaskan selera. Karena variasi sushi yang dibuat sangat banyak dan harga yang ditawarkan tak terlalu mahal, bahkan tersedia paket All You Can Eat alias makan sekenyangnya dengan satu harga. Mau temaki sushi, maki sushi atau makan semua jenis menu yang ada dalam daftar menu. Untuk makan siang atau malam. Nah, tunggu apa lagi? Oishii no sushi desu! Poke Sushi Jl. Dharmawangsa VI No. 6 Ruko Dharmawangsa Square Jakarta Selatan Telp: 021-72780553 Fax: 021-72786304 Crowne Plaza Hotel, lantai 3 Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan Pondok Indah Mall 2, lantai 3 Jl. Metro Pondok Indah Jakarta Selatan Jam buka : 10.00 - 22.00 WIB Harga : Sushi ala carte mulai Rp. 21.000,00 - Rp. 90.00,00 per porsi (++), AYCE: hand roll Rp. 60.000,00++, Roll Rp. 70.000,00++ dan All Menu Rp. 110.000,00++ (dev/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads