Sate maranggi empuk dengan rasa manis gurih bisa dicoba di Kampung Ciranggon. Dihadirkan dengan konsep saung Sunda, pengalaman makan pun terasa lebih hangat dan autentik.
Lagi cari tempat makan sate maranggi yang suasananya beda dari biasa? Di kawasan Cikarang Timur, Bekasi, ada satu spot baru yang mulai ramai jadi tujuan kuliner.
Namanya Sate Maranggi Mbah Goen, berlokasi di Kampung Ciranggon yang berbatasan dengan Karawang. Tempat ini awalnya lapak sederhana di pinggir irigasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun seiring meningkatnya pengunjung, tempat ini kini jadi bagian dari Desa Wisata Kampung Ciranggon. Konsepnya pun dibuat lebih menarik dengan adanya saung dan sentuhan budaya Sunda yang kental.
Detail Informasi Sate Maranggi Mbah Goen | |
| Nama Tempat Makan | Sate Maranggi Mbah Goen |
| Alamat | Jl. Kp. Ciranggon, Cipayung, Kec. Cikarang Tim., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17827 |
| No Telp | 0895414217914 |
| Jam Operasional | 10.30 20.00 |
| Estimasi Harga | Mulai Rp 25.000 |
| Tipe Kuliner | Masakan Sunda |
| Fasilitas |
|
Berikut pengalaman detikFood saat mencicipi menu-menu di sana:
1. Berawal dari Lapak Sederhana
Sate Maranggi Mbah Goen. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Usaha Sate Marangi Mbah Goen sudah berjalan sekitar 1 tahun. Awalnya berlokasi di samping irigasi di Kampung Ciranggon, Bekasi.
Seiring waktu, tempat lama tak mampu menampung pengunjung. Akhirnya pindah ke lokasi sekarang yang lebih luas dan nyaman.
Perpindahan ini bertepatan dengan peresmian Desa Wisata Kampung Ciranggon. Tempat ini kini jadi bagian dari destinasi wisata kuliner setempat.
2. Konsep Saung Bernuansa Sunda yang Kental
Suasana Sate Maranggi Mbah Goen yang berkonsep saung. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Mengusung konsep saung, tempat ini menggabungkan konsep kuliner dan wisata. Nuansa budaya Sunda terasa kuat di setiap sudutnya.
Lokasinya yang dekat Karawang membuat budaya Sunda masih dominan. Bahkan masyarakat setempat masih menggunakan bahasa Sunda sehari-hari.
Menu yang ditawarkan juga khas Sunda seperti sate maranggi, karedok, hingga rujak. Semua disajikan dengan sentuhan rumahan yang autentik.
"Kita sesuaikan konsep dengan budaya sini, karena memang keterikatan Sundanya masih kuat," tutur Izaz Alhady, pemilik Sate Maranggi Mbah Goen saat ditemui detikFood (21/4).
3. Manis Empuk Sate Maranggi
Sate Maranggi di Sate Maranggi Mbah Goen Foto: detikcom/Riska Fitria |
Ada puluhan menu di sini yang semuanya diracik dengan memberdayakan warga yang terbiasa memasak di rumah.
"Para pekerja mayoritas adalah warga kampung yang sudah berpengalaman. Mereka biasa memasak makanan Sunda untuk keluarga sehari-hari," tutur Izaz.
Jelas menu sate maranggi menjadi salah satu menu andalan di sini. Sate maranggi di sini dibanderol Rp 3.500 per tusuk. detikFood memesan 10 tusuk full daging.
Sate maranggi disajikan dengan sambal dan acar di wadah terpisah. Potongan dagingnya tidak begitu besar, tetapi tekstur empuknya dapat terasa.
Jukut goreng jadi menu pelengkap favorit. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Rasanya dominan manis dengan sentuhan rasa ketumbar yang khas. Aroma smokey dari proses pembakaran menambah kenikmatan tersendiri.
Menu ini enak dipadukan dengan jukut goreng seharga Rp 7.000 yang renyah dan gurih, atau bisa juga dengan cah kangkung seharga Rp 10.000 yang gurih dan sedikit pedas.
4. Gurame Bakar hingga Pecak Nila yang Aromatik
Gurame Bakar yang padat dan dagingnya lembut. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Menu olahan ikan tak kalah menggiurkan, seperti menu Gurame Bakar seharga Rp 68.000. Ikannya berukuran besar, dagingnya padat, dan lembut. Disajikan dengan lalapan timun dan sambal kecap lengkap dengan jeruk limo.
Rasanya gurih dan smokey, ketika dicocol dengan sambal kecap rasanya semakin kompleks. Ada sentuhan manis dan sensasi pedas menggigit dari cabai rawit dan bawang.
Pecek Nila yang aromatik. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Tak kalah nikmat Pecak Nila seharga Rp 30.000. Ukurannya cukup besar dengan daging yang padat. Sesuai jenis ikannya, hidangan ini lebih banyak duri halusnya.
Ikan nila digoreng renyah, rasaya gurih, kemudian diguyur dengan bumbu pecak yang aromatik. Bumbunya dominan temu kunci yang asam segar dan ada sensasi pedas di ujung lidah.
5. Menu Sop Iga hingga Soto Ayam Hangat
Sop iga berkuah gurih dan ringan. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Restoran ini juga menawarkan menu berkuah. detikFood memesan sop iga seharga Rp 30.000. Serposinya disajikan 3 potong iga berukuran besar, wortel, dan tomat.
Kuahnya bening, ringan, gurih dengan paduan daun bawang yang meningkatkan aroma. Daging pada iganya juga cukup tebal dan mudah dilepas dari tulangnya.
Untuk menu soto ayamnya dibanderol seharga Rp 25.000. Seporsinya disajikan dengan kondimen yang komplet, ada kol, tomat, kentang rebus, suwiran ayam yang royal, dan kerupuk emping.
Soto ayam dengan kondimen komplet. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Kuahnya juga ringan dengan cita rasa gurih. Enak ditambah dengan kucuran air jeruk nipis yang memberikan rasa asam menyegarkan.
Sebagai menu pelengkap bisa pesan bakwan sayur seharga Rp 9.000 berisi 3 buah. Bakwannya besar, adonannya padat, dan rasanya gurih renyah.
Simak Video "Cobain Sate Klatak dan Maranggi yang Buka 24 Jam"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)









KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN