Berkonsep 'ngumpet di rumah nenek' ada kafe unik di Singapura. Menunya berupa racikan kopi dengan obat batuk hingga kue tradisional dengan penyajian kekinian.
Tidak hanya punya kuliner tradisional yang enak, di Singapura juga kini bermunculan banyak kafe baru. Setiap kafe seolah hadir dengan menu andalannya yang inovatif.
Suasana tematik yang dihadirkan juga memikat perhatian pelanggannya untuk masuk dan memesan beberapa minuman dan makanannya. Seperti Lou Shang, misalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kafe di kawasan Prinsep ini menghadirkan suasana hangout seperti di rumah nenek. Namun menu yang dihadirkan sangat inovatif, ada kue tradisional yang 'naik kelas' hingga campuran kopi dengan obat herbal.
Detail Informasi | |
| Nama Tempat Makan | Lou Shang |
| Alamat | 38 Prinsep Street, Singapura |
| No Telp | +6587140012 |
| Jam Operasional | Setiap hari, 11.30 - 21.30 waktu Singapura |
| Estimasi Harga | Rata-rata Rp 350.000 per orang |
| Tipe Kuliner | Tradisional fusion |
| Fasilitas |
|
Suasana jadul yang nyaman dihadirkan oleh Lou Shang. Foto: Tim detikFood |
Konsep Cozy ala Rumah Nenek
Lou Shang merupakan kafe dan bar yang berlokasi di kawasan Prinsep. Kafe ini punya konsep tempat yang unik dan menggemaskan.
Begitu masuk ke halaman, pengunjung seolah disambut oleh toko kelontong jadul. Ada deretan camilan dan mainan anak-anak di tahun 1990an yang dijejerkan di sini.
Sementara kafenya sendiri berada di area lantai dua, yang aksesnya agak tersembunyi. Masuk ke area kafenya suasanya seolah masuk ke rumah nenek dan kembali di tahun 2000an awal.
Tralis besi khas rumah nenek-nenek di Asia jadi hiasan yang justru cukup menarik. Ditambah gantungan seperti termos hingga kotak bekal yang menambah kental kesan nostalgia.
Tempatnya yang cozy dijadikan pilihan untuk bersantai sepulang kerja. Foto: Tim detikFood |
Jadi Destinasi Sepulang Kerja
Tim detikFood menyambangi Lou Shang sekitar pukul 19.34 waktu setempat. Terlihat kafe ini didominasi oleh pelanggan orang dewasa.
Sejak kami duduk, tidak sedikit satu per satu pelanggan baru berdatangan. Dari penampilannya tampak rombongan para pekerja muda yang sekadar ingin bersantai sejenak di sini.
Lou Shang ternyata tak hanya sekadar kafe, tapi juga bar yang memiliki menu cocktail sehingga banyak dipilih para pekerja untuk bersantai sambil minum-minum.
Salah satu racikan kopinya yang unik adalah dengan tambahan Pei Pa Koa atau racikan herbal obat batuk. Foto: Tim detikFood |
Pandan Kata Latte dan 'Kopi Obat Batu' yang Unik
Melihat daftar minumannya, kami tertarik pada dua menu, Pandan Kaya Latte dan Pei Pa Koa Latte.
Pandan Kaya Latte dibanderol seharga 7.50 Dolar Singapura atau hampir Rp 100.000an per gelas. Komposisinya berisi racikan saus selai kaya sebagai pemanis, susu, kopi, dan krim pandan.
Krim pandan di bagian atasnya tak terlalu manis, tetapi memiliki aroma harum khas daun pandan yang lembut. Sementara untuk kopinya sendiri punya rasa manis legit yang khas selai kaya.
Untuk menu Pei Pa Koa Latte kami membayar 7.00 Dolar Singapura ata setara Rp 93.000. Racikan kopi yang satu ini cukup unik, sebab tak menggunakan pemanis seperti sirup atau gula cair.
Pei Pa Koa Latte menggunakan campuran pei pa koa atau minuman herbal yang diandalkan sebagai obat batuk. Menurut pekerja kafe yang kami jumpai, konsumsi pei pa koa juga banyak disukai pengunjung kafe lokal sebab dapat menjaga daya tahan tubuh.
Rasanya cukup unik. Perpaduan antara kopi, susu, dan racikan herbal seolah menghadirkan kopi rempah. Tetapi ada sensasi hangat di tenggorokan dan terasa 'plong' setiap sedotannya.
Kopi yang digunakan di sini berjenis houseblend. Sebab terasa seimbang antara bitterness atau sentuhan pahit khas kopi Robusta tetapi juga jejak acidity khas yang biasanya ditemukan pada kopi Arabika.
Ada sajian inovatif perpaduan kue Ondeh dan waffle bergaya Barat. Foto: Tim detikFood |
Kue Tradisional dalam Dessert Kekinian
Sebagai pelengkapnya kami memesan dua dessert atau menu penutup manis yang tak kalah unik. Tutu Kueh dan Onde Indulgence menarik perhatian kami, bahkan hanya merujup pada deskripsi tertulis dan penjeleasan pekerja kafenya.
Onde Indulgence dibanderol 16.90 Dolar Singapura atau setara hampir Rp 225.000. Menu ini dibuat dari adonan waffle pandan dengan topping nata de coco, Sea Salt Gula Melaka Gelato, sirup gula melaka, serta parutan kelapa yang disangrai.
Sekilas, hidangan ini terdengar berat atau terlalu manis untuk disantap. Tetapi ketika semua komponenna disatukan rasanya cenderung seimbang antara manis dan gurih legit dari gelatonya.
Sementara menu Tutu Kueh menjadi ikon kue tradisional yang dibawa naik kelas. Tutu Kueh sendiri merupakan penganan khas Singapura yang terbuat dari tepung beras kukus dengan isian gula merah yang lumer.
Namun di Lou Shang, Tutu Kueh disajikan dengan cetakan bagian luar seperti bunga, crumble atau remahan kukis serta parutan kelapa sangrai di bagian atasnya. Teksturnya kenyal di bagian luar dengan isian yang diganti oleh vanilla chiffon cake.
Inovasi menu ini sekolah menghadirkan Tutu Kueh dengan gaya lebih modern. Alih-alih memiliki rasa yang terlalu manis, penyesuaian komposisi pada kue ini justru menyesuaikan karakter rasa yang kini sedang populer yaitu tidak terlalu manis.
Simak Video "Kata Chef Yongki Soal Tren Makanan Viral & Kekinian"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN