Lou Shang: Mencicipi Uniknya Kopi Obat Batuk hingga Tutu Kueh di 'Rumah Nenek'

Laporan dari Singapura

Lou Shang: Mencicipi Uniknya Kopi Obat Batuk hingga Tutu Kueh di 'Rumah Nenek'

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 12 Feb 2026 12:00 WIB
Lou Shang
Foto: Tim detikFood
Singapura -

Berkonsep 'ngumpet di rumah nenek' ada kafe unik di Singapura. Menunya berupa racikan kopi dengan obat batuk hingga kue tradisional dengan penyajian kekinian.

Tidak hanya punya kuliner tradisional yang enak, di Singapura juga kini bermunculan banyak kafe baru. Setiap kafe seolah hadir dengan menu andalannya yang inovatif.

Suasana tematik yang dihadirkan juga memikat perhatian pelanggannya untuk masuk dan memesan beberapa minuman dan makanannya. Seperti Lou Shang, misalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kafe di kawasan Prinsep ini menghadirkan suasana hangout seperti di rumah nenek. Namun menu yang dihadirkan sangat inovatif, ada kue tradisional yang 'naik kelas' hingga campuran kopi dengan obat herbal.

Detail Informasi
Nama Tempat MakanLou Shang
Alamat38 Prinsep Street, Singapura
No Telp+6587140012
Jam OperasionalSetiap hari, 11.30 - 21.30 waktu Singapura
Estimasi HargaRata-rata Rp 350.000 per orang
Tipe KulinerTradisional fusion
Fasilitas
  • Makan di Tempat
  • Bawa Pulang
  • Pembayaran Non Tunai
  • dll
Lou ShangSuasana jadul yang nyaman dihadirkan oleh Lou Shang. Foto: Tim detikFood

Konsep Cozy ala Rumah Nenek

Lou Shang merupakan kafe dan bar yang berlokasi di kawasan Prinsep. Kafe ini punya konsep tempat yang unik dan menggemaskan.

ADVERTISEMENT

Begitu masuk ke halaman, pengunjung seolah disambut oleh toko kelontong jadul. Ada deretan camilan dan mainan anak-anak di tahun 1990an yang dijejerkan di sini.

Sementara kafenya sendiri berada di area lantai dua, yang aksesnya agak tersembunyi. Masuk ke area kafenya suasanya seolah masuk ke rumah nenek dan kembali di tahun 2000an awal.

Tralis besi khas rumah nenek-nenek di Asia jadi hiasan yang justru cukup menarik. Ditambah gantungan seperti termos hingga kotak bekal yang menambah kental kesan nostalgia.

Lou ShangTempatnya yang cozy dijadikan pilihan untuk bersantai sepulang kerja. Foto: Tim detikFood

Jadi Destinasi Sepulang Kerja

Tim detikFood menyambangi Lou Shang sekitar pukul 19.34 waktu setempat. Terlihat kafe ini didominasi oleh pelanggan orang dewasa.

Sejak kami duduk, tidak sedikit satu per satu pelanggan baru berdatangan. Dari penampilannya tampak rombongan para pekerja muda yang sekadar ingin bersantai sejenak di sini.

Lou Shang ternyata tak hanya sekadar kafe, tapi juga bar yang memiliki menu cocktail sehingga banyak dipilih para pekerja untuk bersantai sambil minum-minum.

Lou ShangSalah satu racikan kopinya yang unik adalah dengan tambahan Pei Pa Koa atau racikan herbal obat batuk. Foto: Tim detikFood

Pandan Kata Latte dan 'Kopi Obat Batu' yang Unik

Melihat daftar minumannya, kami tertarik pada dua menu, Pandan Kaya Latte dan Pei Pa Koa Latte.

Pandan Kaya Latte dibanderol seharga 7.50 Dolar Singapura atau hampir Rp 100.000an per gelas. Komposisinya berisi racikan saus selai kaya sebagai pemanis, susu, kopi, dan krim pandan.

Krim pandan di bagian atasnya tak terlalu manis, tetapi memiliki aroma harum khas daun pandan yang lembut. Sementara untuk kopinya sendiri punya rasa manis legit yang khas selai kaya.

Untuk menu Pei Pa Koa Latte kami membayar 7.00 Dolar Singapura ata setara Rp 93.000. Racikan kopi yang satu ini cukup unik, sebab tak menggunakan pemanis seperti sirup atau gula cair.

Pei Pa Koa Latte menggunakan campuran pei pa koa atau minuman herbal yang diandalkan sebagai obat batuk. Menurut pekerja kafe yang kami jumpai, konsumsi pei pa koa juga banyak disukai pengunjung kafe lokal sebab dapat menjaga daya tahan tubuh.

Rasanya cukup unik. Perpaduan antara kopi, susu, dan racikan herbal seolah menghadirkan kopi rempah. Tetapi ada sensasi hangat di tenggorokan dan terasa 'plong' setiap sedotannya.

Kopi yang digunakan di sini berjenis houseblend. Sebab terasa seimbang antara bitterness atau sentuhan pahit khas kopi Robusta tetapi juga jejak acidity khas yang biasanya ditemukan pada kopi Arabika.

Lou ShangAda sajian inovatif perpaduan kue Ondeh dan waffle bergaya Barat. Foto: Tim detikFood

Kue Tradisional dalam Dessert Kekinian

Sebagai pelengkapnya kami memesan dua dessert atau menu penutup manis yang tak kalah unik. Tutu Kueh dan Onde Indulgence menarik perhatian kami, bahkan hanya merujup pada deskripsi tertulis dan penjeleasan pekerja kafenya.

Onde Indulgence dibanderol 16.90 Dolar Singapura atau setara hampir Rp 225.000. Menu ini dibuat dari adonan waffle pandan dengan topping nata de coco, Sea Salt Gula Melaka Gelato, sirup gula melaka, serta parutan kelapa yang disangrai.

Sekilas, hidangan ini terdengar berat atau terlalu manis untuk disantap. Tetapi ketika semua komponenna disatukan rasanya cenderung seimbang antara manis dan gurih legit dari gelatonya.

Sementara menu Tutu Kueh menjadi ikon kue tradisional yang dibawa naik kelas. Tutu Kueh sendiri merupakan penganan khas Singapura yang terbuat dari tepung beras kukus dengan isian gula merah yang lumer.

Namun di Lou Shang, Tutu Kueh disajikan dengan cetakan bagian luar seperti bunga, crumble atau remahan kukis serta parutan kelapa sangrai di bagian atasnya. Teksturnya kenyal di bagian luar dengan isian yang diganti oleh vanilla chiffon cake.

Inovasi menu ini sekolah menghadirkan Tutu Kueh dengan gaya lebih modern. Alih-alih memiliki rasa yang terlalu manis, penyesuaian komposisi pada kue ini justru menyesuaikan karakter rasa yang kini sedang populer yaitu tidak terlalu manis.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Kata Chef Yongki Soal Tren Makanan Viral & Kekinian"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads