Di Pantai Indah Kapuk (PIK) hadir kopitiam baru dengan pemandangan langsung ke pantai. Kopitiam ala Singapura ini menawarkan sate ala Singapore Airlines, Mee Pok, hingga Polo Bun sedap!
Kini kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) semakin ramai dipadati beragam kuliner menarik. Banyak kafe-kafe, warung makan, hingga restoran baru muncul di sekitar ruko, bahkan di kawasan-kawasan yang memang punya pemandangan langsung ke pantai.
Kalau mau nongkrong atau makan siang santai di kopitiam dengan pemandangan langsung ke pantai, restoran Singapolah menjadi pilihan tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kopitiam ini memang baru buka di kawasan Land's End. Tetapi sudah berhasil menarik perhatian banyak orang. Di waktu-waktu tertentu, restorannya bahkan bisa ramai diantre pelanggan.
Tak sekadar lokasi dan konsep kopitiam yang menarik, tetapi pilihan makanannya juga membuat pelanggan penasaran. Pilihannya sangat komplet, mulai dari aneka roti, camilan ringan, makanan berat, sampai minuman spesial.
Kalau tertarik mampir, berikut rekomendasi menu yang bisa dicoba di Singapolah:
| Singapolah | |
| LAND'S END PIK 2 | |
| - | |
| 08.00 - 22.00 WIB | |
| Mulai dari Rp 20.000 an | |
| Kuliner peranakan | |
| Area makan yang luas dan toilet | |
1. Konsep nyaman dan estetik
Singapolah menawarkan konsep kopitiam yang estetik dan nyaman. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Mencari gerai Singapolah di Land's End PIK tidaklah sulit. Dari luar kamu sudah bisa melihat sebuah gedung dengan papan nama besar bertuliskan 'Singapolah.'
Saat kami datang pukul 11.10 siang, restorannya sudah ramai pengunjung. Untungnya masih ada meja dan kursi kosong, sehingga kami tidak perlu menunggu lama untuk masuk ke dalam.
Bagian dalam kopitiamnya terbilang cukup besar, dengan banyak kursi dan meja tersusun rapi. Restoran ini bisa dibilang menggabungkan suasana retro-modern, dengan dekorasi-dekorasi estetik di setiap sudutnya.
Aneka roti dan pastry juga ditawarkan oleh Singapolah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Selain menjadi tempat makan, Singapolah juga memberikan suasana hangat, nyaman, yang cocok untuk santai sejenak sambil mengobrol, atau bahkan work from cafe (WFC).
Pemesanannya bisa langsung dilakukan di meja masing-masing. Tetapi bisa juga di kasir, sambil sekalian melihat-lihat roti dan egg tart fresh yang tersusun di etalase kaca.
2. Singapore Airlines Satay yang ikonik
Wajib coba Singapore Airlines Satay yang ikonik. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Menu-menu yang ditawarkan oleh Singapolah sangat beragam. Pilihannya mulai dari camilan, olahan nasi, mie, kwetiau, hingga aneka makanan manis. Harga menunya dibanderol mulai dari Rp 20.000-an.
Sebagai pembuka, kamu bisa pesan salah satu menu andalan di sini yaitu Singapore Airlines Satay (Rp 50.000). Menu ini tampaknya terinspirasi dari sate ayam premium dari maskapai Singapore Airlines yang biasa disajikan kepada penumpang kelas bisnis atau first class.
Sepiringnya terdiri dari 4 tusuk sate, potongan lontong, acar timun, irisan bawang merah, dan siraman bumbu kacang dengan taburan bawang goreng.
Karena kami belum pernah mencoba sate asli dari maskapai Singapore Airlines, jadi kami tidak bisa membandingkan rasanya.
Namun sate di Singapolah ini menurut kami punya cita rasa nikmat. Potongan dagingnya besar dan panjang-panjang. Beberapa bagian daging ayam ada yang lebih berserat, tetapi ada juga yang teksturnya juicy.
Dagingnya sudah berbumbu tetapi aroma smokeynya kurang karena tampaknya mereka memanggang sate pakai pan, bukan dimasak pakai arang.
Rasa bumbunya cukup berbeda dari sate ayam Madura Indonesia. Tercecap rasa kacang pada bumbunya tetapi terasa halus. Tekstur bumbunya kental dan agak berminyak. Rasanya cenderung gurih, tidak manis seperti sate Madura.
3. Egg Chiffon Curry Rice (Chicken) yang bikin puas
Ada juga ess chiffon chicken curry yang tak kalah lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Beralih ke makanan utama, detikFood mencoba beberapa menu, termasuk Egg Chiffon Curry Rice (Rp 68.000). Konsepnya hampir mirip seperti omurice Jepang yang terdiri dari nasi, dibalut telur, topping ayam goreng tepung, dan siraman kuah kari.
Porsinya secara keseluruhan menurut kami memuaskan. Potongan filllet ayamnya krispy, berpadu sempurna dengan telur dan nasi yang lembut. Siraman kuah karinya menambah kenikmatan hidangan ini.
Karinya tidak begitu kental dan lebih berminyak serta warnanya lebih oranye daripada kari Jepang. Tetapi rasanya enak, gurih rempahnya pas dan masih ringan di mulut.
4. Kwetiau Penang hingga Mee Pok populer
Mee Pok di Singapolah tak kalah nikmat dicoba. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Makan di Singapolah tentu bisa mencoba sejumlah menu-menu familiar yang biasa ditawarkan di beberapa kopitiam Singapura.
Kalau mau yang kering, bisa pesan Kwetiau Goreng Penang (Rp 60.000). Seporsinya lengkap, terdiri dari kwetiau, topping irisan bakso ikan, udang, kucai, tauge, dan uniknya ada lapchiong ayam.
Secara keseluruhan rasanya cenderung gurih tetapi ada sentuhan manisnya sedikit. Tercecap juga aroma smokey yang tampaknya datang dari proses memasak pakai wok. Lapchiong cenderung manis dan teksturnya kenyal. Udangnya kecil tetapi terasa sangat segar.
Kalau mau yang agak berkuah, bisa pesan Lee Chin Mee Pok (Rp 60.000). Semangkuknya terdiri dari mee pok, irisan fish cake, ayam, dan sawi. Lalu ada kuah kaldu yang disajikan terpisah.
Sebelum dimakan, mee poknya harus diaduk sampai rata terlebih dahulu ya. Kekenyalannya pas, rasa chili oilnya juga masih ringan, tidak sampai bikin bibir atau lidah kebas. Rasanya tidak begitu gurih dan ada sedikit sentuhan manis.
5. Polo Bun Ube Butter hingga Egg Tart Ube yang legit
Singapolah juga punya polo bun dan ubi nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Singapolah tidak hanya menjual makanan gurih, tetapi juga ada banyak makanan manis. Mulai dari kaya toast, polo bun, egg tart, sampai salt bread juga ada.
DetikFood mencoba Polo Bun Ube Butternya yang populer. Harganya Rp 32.000 untuk per pcs.
Ukurannya tidak begitu besar, tekstur luarnya renyah dan manis, sedangkan dalamnya lembut, buttery, dan gurih. Kalau suka roti dengan perpaduan rasa gurih manis, polo bun menjadi pilihan tepat. Sensasinya agak mirip seperti makan roti kopi dari Roti Boy atau Roti O.
Sedangkan Egg Tart Ube (Rp 24.000) cocok bagi kamu yang suka manis. Kulit egg tartnya pakai puff pastry yang flaky renyah. Tetapi bagian dalamya diisi dengan ube yang dibalut semacam adonan mochi, jadi tekstur bagian dalamnya padat tetapi agak kenyal.
Soal rasa, menurut kami agak mirip seperti rasa taro (talas). Rasa manisnya pas, rasa ubenya juga tidak terlalu mendominasi.
Aneka minuman yang ditawarkan kopitiam Singapolah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Sebagai pendamping bisa pesan Es Teh Tarik Volcano (Rp 30.000) yang milky, tidak terlalu creamy kental, dan tidak begitu manis. Ada juga Susu Regal Liaw (Rp 30.000) yang milky dengan sentuhan rasa vanilla dan ada tekstur renyah dari crumbles biskuit regalnya.
Kalau mau yang agak pahit, bisa pesan Alpokat Kopi Float (Rp 45.000). Rasanya sebenarnya seperti jua alpukat pada umumnya. Kopinya juga tidak begitu tercecap kuat, tetapi aftertastenya seperti rasa Milo.
Detikers yang bingung cari tempat makan enak dan nyaman di PIK, bisa mampir ke Singapolah!
Simak Video "Bikin Kalap! Tempat Makan Murah di Gading Serpong yang Punya Aneka Sayur Enak"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)








KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN