Jakarta - Hampir semua jenis cake paling populer di dunia ada di tempat ini. Sebut saja Sacher torte, The New York Cheesecake, Gateaux St.Honore hingga Strawberry Shortcake. Bukan hanya cantik menggiurkan tetapi rasanya benar-benar 'mengejutkan'. Lembut, mulus dan mengelus lidah! Inilah TRG dan DDMT cake yang membuat kami kalap dan melupakan program diet! Beberapa kali melewati Jl. Woltermongonsidi yang ada di selatan Jakarta, saya melihat sebuah toko kue yang baru beberapa minggu lalu dibuka Helen's Fine Foods & Patisserie. Terus terang saya tergoda dengan label 'fine foods' yang ada di belakang namanya. Jadilah siang itu karena ingin memperbaiki mood di hari Senin, saya dan beberapa teman mampir ke toko ini. Lemari pendingin panjang berisi aneka cake potong dan utuh langsung menyita perhatian kami. Belum lagi aroma harum kue yang sedang dipanggang menebar dari dapur terbuka yang ada di area lantai satu toko ini. Sementara di sisi tengah dan sudut terdapat beragam jenis roti manis dan roti tawar yang fresh from the oven. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju lantai 2 yang berupa restoran. Nuansa lembut romantis sekaligus klasik mendominasi tata ruang resto yang berkapasitas sekitar 20 tempat duduk ini. Kursi berwarna krem, meja bertaplak damask putih dan chandelier krem memberi sentuhan Eropa yang modern. Di dua sisi dinding berwarna cokelat tua, tergantung sertifikat 'New York Bartending School' dari Helen Sutanto, chef sekaligus pemiliknya. Foto-foto bersama teman-teman kuliah ikut meramaikan sisi dinding ini. Ya, seolah kami singgah ke rumah seorang sahabat. Tak salah memang, karena Helen sang pemilik menyambut kami dengan ramah. Semua hidangan dan kue-kue yang disajikan dibawah pengawasannya langsung. Tentu saja karena setelah lulus jurusan ekonomi di Michigan, Amerika, ia menggali ilmu kuliner di French Culinary Institute. Dalam daftar menu tak terlalu banyak makanan yang ditawarkan tetapi terlihat bahwa semuanya dipilih dengan sangat teliti. "Hampir semua bahan-bahan selalu saya test dan saya coba dulu sebelum dipilih sebagai menu. Hanya bahan-bahan berkualitas dan bagus yang saya pakai untuk tiap sajian," demikian jelas Helen sambil membantu kami memilih menu. Mushroom Soup dan Grilled Romaine, Radichio & Endive Salad, sajian pembuka yang kami pilih dalam waktu 10 menit sudah hadir di meja kami. Sup jamur disajikan dalam piring cekung putih, berwarna cokelat kehitaman dengan semburat krim di permukaannya. Dalam suapan pertama, sup jamur ini terasa sangat berbeda, pekat dan kuat rasa jamur shitake segar yang jadi bahan utamanya. Krim segarnya tak terlalu kuat tetapi justru sangat pas memberi sentuhan gurih. Kental dan pekatnya asli jamur, tak ada rasa 'tepung' maizena atau terigu yang jadi pengentalnya. Apalagi saat dicocol dengan homemade walnut bread, benar-benar sempurna! Kejutan berikutnya saya dapati saat mencicipi salad. Semua sayuran dipanggang hingga sedikit berair dengan tekstur gosong yang cantik. Rasanya? Tetap renyah bahkan cenderung manis. Endive yang biasanya sedikit pahit nyaris tak terasa pahit. Setelah dibalut saus red wine vinegar yang asam segar dengan potongan blue cheese dan walnut panggang, hmm... sungguh segar sebagai pembuka! Kami sengaja tak memilih hidangan utama yang berat, karena tergiur dengan aneka cake yang cantik! Oxtail Bourguignon yang menjadi unggulan Helen menggugah rasa ingin tahu kami. Lantaran Bourguignon biasanya dibuat dari potongan daging sapi bukan buntut sapi. "Saya mendapatkan ide saat mencicipi sup buntut di hotel Borobudur," demikian jelas Helen membuka rahasianya. Empat potong buntut sapi dibalut saus cokelat pekat, mashed potatoes dan sayuran rebus ditata cantik dalam piring putih. Daging buntutnya lembut gurih, dengan saus cokelat kental yang sangat istimewa. Aroma kuat red wine (mungkin Burgundy), berbaur dengan harumnya bawang dan gurih pekat kaldu sapi sangat terasa. Hasilnya, sajian ini lenyap dari piring dalam sekejap! Fettucine Carbonara, berwarna kuning cantik dengan irisan daging asap dan balutan tipis saus krim menjadi santapan kami kedua. Fettucinenya dimasak al dente dan balutan sausnya sangat ringan, tidak berlebihan dengan konsistensi gurih yang pas. Rupanya pengalaman Helen bekerja pada Jean Georges Restaurant di The Trump International Hotel & Tower, New York turut beperan dalam penyajian menu. Tiga potong cake; tiramisu, strawberry shortcake dan souffle cheesecake menjadi sajian pencuci mulut. Semuanya disajikan dalam potongan mungil berbentuk oval. Tiramisu yang jadi favorit teman saya jadi sasaran pertama. Irisan sponge cake berlapis keju mascarpone dan tebaran cokelat bubuk di permukaannya sangat menggiurkan. Suapan pertama tiramisu ini memang berhasil membungkam mulut kami karena sangat mengejutkan! Tak ada rasa krim kocok berlebihan, murni keju mascarpone yang lembut gurih, sementara lapisan sponge cakenya 'basah kuyup' dan lembap dengan siraman Jamaican Rhum yang wangi. Terlacak jejak rasa Marsala wine yang manis cantik berpadu dengan aroma kuat kopi. Tak heran jika tiramisu ini menyandang gelar TRG alias The Really Good. Kalau biasanya strawberry shortcake bertekstur agak keras, tapi buatan Helen sangat lembut dengan lapisan irisan strawberry dan non dairy cream yang ringan. Cake keju yang berupa souffle juga sama lembut dan gurihnya. Kami akhirnya sepakat menjuluki cake buatan Helen dengan gelar 'DDMT' alias die die must try. Dengan perut kenyang, kami pun berjanji kembali mencicipi Boudoir Noir alias Black Forest yang pekat menggiurkan plus Mille Crepe atau Mille Fuille yang berlapis puluhan pastry tipis, renyah dalam balutan krim yang lembut. Wuih...nyam...nyam! Nah, siapa berani bilang 'I hate Mondays'? Ternyata, kami justru mendapatkan 'Beautiful Monday' di tempat ini! Helen's Fine Foods & Patisserie One Wolter Place Jl. Woltermongonsidi No. 63B Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Telpon : 021- 725-8885 Website : www.helensjakarta.com Harga : Hidangan utama Rp.50.000 - Rp.100.000; Cake potongan: sekitar Rp.25.000,00 Jam Buka : 10.00 - 22.00 WIB
(dev/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN