Rekomendasi Cafe Outdoor di Tangerang untuk Nongkrong Bareng Keluarga

ADVERTISEMENT

Rekomendasi Cafe Outdoor di Tangerang untuk Nongkrong Bareng Keluarga

Inkana Putri - detikFood
Jumat, 23 Des 2022 10:27 WIB
Lampion Cafe
Foto: Instagram/lampion_cafe
Jakarta -

Cafe outdoor kini menjadi idaman bagi masyarakat mulai dari kaum muda hingga orang dewasa untuk berkumpul. Selain menawarkan suasana asri, cafe dengan konsep outdoor juga kerap menyajikan berbagai spot foto instagramable.

Jika kamu salah satu penyuka cafe bernuansa outdoor, cobalah untuk berkunjung ke Lampion Cafe di Jl. Tanjung. Pasir, Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Berlokasi di tengah perkampungan, cafe yang satu ini menyuguhkan pemandangan asri sehingga cocok untuk dijadikan tempat nongkrong yang cozy.

"Usaha ini berdiri September 2008, 4 tahun yang lalu. Berlokasi di tengah perkampungan dan agak masuk dari jalan utama. (Usaha ini) Berawal dari franchise, namun kemudian dirombak seluruhnya karena food costing, pemilihan menu, dan pemakaian bahan yang tidak cocok sehingga kami membuat menu-menu semua dari awal," ujar pemilik Lampion Cafe Teluk Naga Irawan Fardiawan kepada detikcom belum lama ini.

Sesuai namanya, Lampion Cafe dihiasi dengan warna-warni lampion. Menjelang malam, pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah dari lampion yang menyala. Tak hanya itu, ada pula tenda-tenda kecil dan boneka teddy bear, menjadikan cafe ini cocok untuk tempat nongkrong bareng keluarga.

Irawan lebih lanjut menjelaskan Lampion Cafe Teluk Naga menawarkan berbagai menu mulai dari makanan ringan hingga berat. Ada pula aneka minuman kekinian red velvet, blue ocean, lemon tea, hingga es kocok alpukat.

"Blue ocean minuman yang seger banget. Perpaduan sirup lemon yang manis asam dan sirup blue curacao yang penuh cita rasa jeruk dipadu soda bikin lega dahaga," dikutip dari Instagram/lampion_cafe.

Adapun untuk makanan berat, pengunjung bisa memesan beragam makanan seperti nasi ayam geprek mozarella, ayam bakar kalimantan, ikan dori crispy hingga aneka rice bowl. Sementara untuk camilan, Lampion Cafe Teluk Naga menghadirkan crofle, dimsum hingga bruschetta.

"Rata rata penjualan bulanan Rp 250 juta, sekitar 2.000 transaksi dan secara rata-rata transaksi Rp 100.000 per bill," ungkapnya.

Meski omzetnya terbilang besar, Irawan mengaku ingin mengembangkan bisnisnya melalui konsep waralaba atau franchise.

"(Kami ingin membuat) produk baru bertema setiap 2 bulan, menu tidak harus menjadi menu tetap. Dan menduplikasi cabang dengan waralaba / cabang sendiri dengan konsep dapur pusat," tutupnya.

Lampion CafeFoto: Instagram/lampion_cafe

Sebagai informasi, Lampion Cafe Teluk Naga merupakan salah satu peserta webinar 'Kembangkan Bisnis Kulinermu vol. 2' yang digelar KraftHeinz Food Service Institute bersama detikcom. Berbeda dari sebelumnya, webinar kali ini membahas tentang pembuatan konten yang menarik, serta pentingnya laporan keuangan untuk bisnis kuliner, dan cooking demo untuk memberikan ide-ide menarik bagi para pebisnis kuliner.

KraftHeinz Food Service juga memilih 10 foodpreneur yang berkesempatan mendapatkan modal usaha senilai puluhan juta rupiah, konten promosi gratis di detikcom, hingga business coaching session dengan para pakar bisnis kuliner.



Simak Video "Nongkrong Cantik di Kafe Serba Boneka Beruang PIK"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT