Little Sheep Hot Pot Mongolian : Mencicip Shabu-shabu ala China Kuno

Devi Setya - detikFood Kamis, 17 Okt 2019 12:00 WIB
Foto: Devi S. Lestari/detikFood Foto: Devi S. Lestari/detikFood
Jakarta - Bosan dengan shabu-shabu gaya Jepang? Coba shabu-shabu ala China Kuno atau Mongolia yang tak kalah enak dan unik. Ciri shabu ini menggunakan irisan daging domba.

Jika biasanya shabu-shabu Jepang mengandalkan daging sapi premium maka shabu-shabu ala China kuno ini agak sedikit berbeda. Penggunaan daging domba menjadi ciri khas sekaligus daya tarik olahan shabu-shabu ini.

Shabu-shabu ala China kuno ini juga lebih populer dengan sebutan hot pot. Untuk membandingkan perbedaan antara shabu Jepang dan China, detikFood mencoba menyambangi Little Sheep Hot Pot Mongolian Restaurant yang terkenal dengan sajian hot pot autentiknya.
Little Sheep Hot Pot Mongolian : Mencicip Shabu-shabu ala China KunoFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Kami mendatangi salah satu cabang restoran ini yang berlokasi di Gedung BRI, Bendungan Hilir, Jakarta. Suasana restoran tampaknya sengaja dihias dengan ornamen khas China karena kami melihat banyak lampion.

Untuk furniturenya, mirip seperti restoran shabu-shabu gaya Jepang, Thailand maupun Korea yang di setiap meja sudah disiapkan sebuah kompor listrik. Kami lantas melirik buku menunya yang memang menghadirkan banyak pilihan isian hot pot. Kalau bingung, jangan sungkan bertanya pelayannya yang sigap membantu.

Pertama kami diarahkan untuk memilih kaldu, di sini ada tiga pilihan kaldu yakni cooling broth, original dan spicy broth. Bisa juga memilih dua jenis kaldu sekaligus. Pilihan kami jatuh pada kaldu original dan spicy.

Selanjutnya kami memesan daging domba yang menjadi ciri khas hot pot ala China. Tapi bagi yang tak suka domba, bisa juga memesan daging sapi ataupun seafood. Ada juga pilihan campuran daging sapi dan daging kambing yang masuk dalam paket Selected Lamb and Beef Platter (Rp 130.000).
Little Sheep Hot Pot Mongolian : Mencicip Shabu-shabu ala China KunoFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Untuk pelengkapnya kami memesan paket Vegetable Platter (Rp 68.000), Tung Tofu atau tahu khas China (Rp 32.000), Sheng Dao Xiao Mian atau mie serut khas China (Rp 39.000) dan Meat Ball Platter (Rp 86.000). Paket ini adalah menu standar hot pot ala China.

Begitu semua menu hadir, ternyata porsinya lumayan besar jadi harus disantap secara bersama-sama. Sebelum mulai memasak, racik dulu sausnya yang terdiri dari campuran chumajiang atau pasta kacang China, bawang putih cincang, minyak cabai, daun ketumbar, minyak wijen dan soy sauce. Semuanya diaduk hingga rata.

Jika semua sudah siap, saatnya masak! Panaskan kaldu dengan api kecil agar mendidih perlahan. Kaldu dari tulang sapi ini dilengkapi dengan banyak bumbu dan rempah mulai dari bawang putih, daun bawang, biji lotus, kurma, akar lotus, kichi hingga lada szechuan. Sementara untuk kaldu pedasnya ditambahkan cabai kering dalam jumlah banyak sehingga kuahnya berwarna merah pekat.
Little Sheep Hot Pot Mongolian : Mencicip Shabu-shabu ala China KunoFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Soal rasa kuah, untuk kaldu original memiliki dominan rasa gurih sedap dan berempah kuat, ada semburat rasa manis meskipun tipis. Nah untuk kuah kaldu spicy, rasanya cukup mengejutkan lidah, pedasnya nendang namun lebih kuat rasa rempahnya. Semakin lama direbus, kuah akan semakin pedas dan berminyak.

Kami lebih dulu memasukkan sayuran yang bertekstur keras dan aneka bakso. Kemudian kami mengambil selembar daging, mengayunkan beberapa kali hingga daging berubah warna lalu mencelupkan dalam saus sebelum disantap.

Lembut juicy tekstur daging terasa membelai lidah kami. Meskipun daging domba, kami sama sekali tidak mencium aroma mengganggu maupun rasa khas domba yang menyengat. Daging ini persis daging sapi.
Little Sheep Hot Pot Mongolian : Mencicip Shabu-shabu ala China KunoFoto: Devi S. Lestari/detikFood

Daging ini enak disantap langsung ataupun dengan kuahnya, semua sesuai selera. Kami juga mencoba tung tofu yang lembut dan berserat. Sekilas tampilannya mirip spons tapi rasanya jauh berbeda dengan tahu biasa. Terakhir, kami mencicip sheng dao xiao mian yakni mie lebar ala China yang dibuat dengan teknik serut.

Mie ini berbeda dengan mie biasa ataupun kwetiau. Teksturnya padat dan tidak terlalu kenyal, bentuknya yang melebar dan agak tebal juga membuat kenyang jadi bisa dipilih sebagai menu pengganti nasi. Satu porsi mie ini juga terbilang besar jadi bisa disantap hingga dua orang.

Sebagai penutup santap hot pot, kami memesan segelas Mushroom Drink with Lotus (Rp 29.000). Minuman ini tak kalah unik karena isiannya ada jamur reishi, kurma, biji lotus dan kichi. Minuman ini enak manis dan juga menyehatkan karena bisa jadi obat herbal.

Bersantap hot pot China ternyata bisa jadi pilihan tepat kala bosan menikmati shabu-shabu Jepang. Meskipun tampilan kaldunya mirip racikan 'jamu' tapi rasanya cocok di lidah. Kalau tergoda menikmati hot pot kuno masyarakat China Mongolia, coba datang bersama teman atau keluarga agar makin puas.

Little Sheep Hot Pot Mongoliian Restaurant
Center Park Building BRI II
Lantai 7
Jl. Jenderal Sudirman, Bendungan Hilir
Jakarta
Telepon (021) 80602045 ext 956

(dvs/odi)