Jakarta - Jam telah menunjukkan pukul 17.30, ketika kami sampai di kafe Mangiare, Bogor. Rasa lapar yang menggelitik perut menggiring kami untuk singgah di kafe mungil ini. Kafe yang terletak di bilangan Jalan Pakuan Bogor ini memang unik. Sekilas penampilan kafe ini tak beda dengan sebuah rumah pemukiman biasa di pinggiran jalan Bogor. Namun setelah masuk ke dalam, barulah terasa suasana rumah yang nyaman dan asri.Seperti layaknya rumah, tiap ruang ditata dengan apik dengan perabotan serba kayu. Ada yang berupa ruang tamu dengan meja kursi khas Betawi. Ruangan lain ditata seperti ruang makan. Sedangkan ruang yang lain ditata seperti ruang keluarga, dilengkapi sofa empuk, TV 29 inchi dan meja kayu besar. Di Bagian belakang rumah, ada gebyok, rumah tradisional Jawa yang dilengkapi dengan kursi kayu panjang, lebar sehingga sangat nyaman untuk selonjor. Sementara kebun yang asri di kelilingnya memberi nuansa sejuk dan nyaman. Lamat-lamat tercium aroma bawang dan keju yang tersebar dari area dapur yang ada di sisi kiri rumah. Saya dan teman-teman memutuskan untuk selonjor di dalam gebyok yang sejuk dan nyaman. Ternyata, tiap furniture etnik di dalam resto ini dilengkapi dengan label. Bisa dibeli atau dipesan jika mau!Karena udara agak dingin kami memutuskan untuk memesan Sup Buntut, Sosis Goreng dan Fettucini dengan saus Bolognese. Padahal ada nasi goreng, mi goreng hingga mi ayam bakso komplet. Sup buntut disajikan dalam mangkuk besar, lengkap dengan nasi, emping dan sambal. Saat mencicipi kaldunya tidak terasa berminyak di lidah serta mulut. Tidak ada gumpalan lemak berminyak di permukaan sup. Selain itu dagingnya yang tak alot pun selaras dengan kuah sup panas yang mengepul. Ditaburi dengan bawang goreng yang gurih, aroma sup buntut ini tercium wangi. Hhmmm.....sangat gurih segar!!! Perpaduan rasa asam dari tomat, rasa gurih dari kuah sup yang segar, semakin membuat kami lahap untuk menghabiskannya. Sambil menghabiskannya, sesekali saya mencemol sosis goreng serta Fetuccini yang juga tampak menggoda. Masih tersaji dengan asap mengepul, saya menggigit sosis goreng yang ada di sebelah kanan saya. Sosis goreng ini disajikan dengan French fries yang ditaburi keju Cheddar parut. Dicocol dengan sambal tomat yang spicy, rasa sosis goreng jadi lebih enak. Bagaimana dengan fetuccini-nya? Mi Italia yang lebar ini disajikan dalam pinggan oval tersaji dalam keadaan panas alias fresh from the oven. Saus Bolognese yang meleleh terasa sedikit agak manis buat saya. Padahal lidah Jawa saya sudah terbiasa dengan rasa manis. Untung saja ada lumeran keju mozzarella yang gurih dan garlic bread yang harum dan renyah. Nyatanya fettucini tandas juga oleh kami.Untuk menghilangkan rasa dahaga dan sebagai hidangan penutup, saya memilih minuman Lady Pink Strawberry. Dari namanya saja sudah sangat menggoda, terlebih rasanya. Yoghurt strawberry yang diberi satu skop es krim vanilla ini sangat segar. Asam, manis dan segarnya serutan es di dalam Lady Pink ini benar-benar seimbang. Rasa yoghurt dan manis sirop tidak membuat eneg. Di sini juga tersedia minuman hangat, aneka jus dan minuman soda. Mengenai harga, kafe Mangiare meskipun tergolong kafe tapi harganya masih terjangkau. Satu porsi sup buntut dikenai harga Rp 33.300,00, Fetuccini Rp 22.200, Sosis Goreng, lengkap dengan kenrang gorengnya Rp 17.300,00, Lady Pink Strawberry Rp 15.600,00. Nah, kalau kehujanan saat di Bogor, coba saja mampir ke kafe ini. Bisa selonjor, nonton TV sambil menghirup teh hangat.Kafe MangiareJln. Pakuan No. 21 Bogor 16143Telp. (0251) 371450Faks (0251) 337554
(ely/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN