Soerabaja Cafe: Obati Kangen Surabaya dengan Rawon dan Bebek Songkem di Sini

Dewi Anggraini - detikFood Rabu, 03 Okt 2018 11:55 WIB
Foto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Jakarta - Rawon yang mlekoh bisa jadi obat rindu Surabaya. Atau bebek songkem yang pedas nonjok. Semuanya disajikan hangat di kafe yang mungil yang nyaman.

Berdiri sejak tahun 1999, Soerabaja Cafe pertama kali dibuka di Stasiun Gubeng, Surabaya. Meski menyandang kata kafe, sajian yang disuguhkan merupakan sajian khas Jawa Timur. Sang pemilik mungkin ingin membawa sajian tradisional yang bisa dinikmati di dalam kafe berinterior modern.

Berkat rasa yang dihadirkan, kafe ini hadir di beberapa bandara dan wilayah di Jakarta. Salah satunya di lobby Lavenda Residence, Jakarta Selatan.

Soerabaja Cafe: Obati Kangen Surabaya dengan Rawon dan Bebek Songkem di SiniFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Menempati lebih dari setengah luas wilayah lobby, Soerabaja Cafe terlihat minimalis. Hanya tersedia delapan buah meja. Empat meja yang berjejer memanjang digunakan untuk santap berdua. Sedangnya empat meja lainnya digabung dan biasa digunakan untuk santap tiga atau empat orang.

Meski minimais, kafe ini terlihat elegan karena memakai kursi bercorak cokelat dan emas. Juga ada bagian yang luas untuk santap bersama dilengkapi sebuah sofa panjang.

Melihat buku menunya, ada beberapa sajian bercap lambang jempol. Pertanda sajian tersebut jadi andalan kafe ini. Tentunya kami langsung menjatuhkan pilihan pada sajian khas Surabaya, Nasi Rawon (Rp 35.000).

Soerabaja Cafe: Obati Kangen Surabaya dengan Rawon dan Bebek Songkem di SiniFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Rawonnya tersaji dalam mangkuk putih bergagang kecil layaknya sebuah cangkir. Lengkap dengan nasi, sepotong telur asin, sambal, dan kerupuk udang. Telihat kuah rawon yang berwarna cokelat gelap tak terlalu kehitaman. Ada jejak minyak di permukaannya. Hmmm.. gurih, bawang dan semilir kluwek, daun salam serta daun jeruk tercium begitu kuahnya kami aduk.

Di dalamnya terdapat potongan daging sapi dan tauge pendek. Daging sapinya berukuran cukup besar. Sehingga dalam satu sendok, hanya cukup menampung satu potong daging. Meski berukuran besar, dagingnya sangat empuk. Pas diseruput dengan kuah rawon yang gurih namun tercecap asam di akhir.

Soerabaja Cafe: Obati Kangen Surabaya dengan Rawon dan Bebek Songkem di SiniFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Dimakan bersama nasi pulen hangat, telur asin dan tauge pendek yang renyah jadi makin sedap. Kalau suka pedas, bisa tambahkan sambal. Sambalnya cukup pedas dan sedikit asam.

Menu selanjutnya yang tentunya diberi label jempol juga, ialah Nasi Bebek Songkem (Rp 35.000). Sajian ini berasal dari Madura. Meski tersaji di atas daun pisang, bebeknya tak digoreng maupun dibakar, tapi dikukus hingga empuk.

Warna hitam pada permukaan bebek didapat dari penggunaan rempah khas Madura. Bebek ini tersaji dengan sambal rawit yang pedas nonjok. Meski begitu, Soerbaja Cafe juga menghadirkan semangkuk sambal cabemerah yang asam dan sedikit pedas. Sajian ini punya aroma asap yang semerbak. Tak hanya menggelitik hidung, tapi juga bangkitkan selera makan.

Soerabaja Cafe: Obati Kangen Surabaya dengan Rawon dan Bebek Songkem di SiniFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Wah, dengan mudah kami memisahkan daging dan tulang bebek. Rasa daging bebeknya yang lembut sedikit gurih diselimuti aroma asap. Huaah! Rasa pedas menyeruak di mulut begitu kami makan daging bebek dengan sambal rawit di atasnya. Sambalnya benar-benar nendang!

Untung saja kami punya menu terakhir yang bisa meredakan rasa pedas di mulut. Ya, Nasi Goreng Jawa (Rp 28.000). Nasi gorengnya tersaji dengan kerupuk bawang yang melimpah. Porsi nasinya pun terbilang cukup royal. Tak banyak rempah yang dipakai dalam pembuatan nasi goreng ini. Sehingga rasanya pun gurih minimalis.

Soerabaja Cafe: Obati Kangen Surabaya dengan Rawon dan Bebek Songkem di SiniFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Nasinya digoreng bersama telur orak arik dan potongan bakso sapi. Kemudian diberi topping cincangan ayam goreng dan sepotong telur rebus. Cincangan kasar ayam gorengnya rasanya manis sedikit gurih. Paling penting, berdaging lembut. Secara keseluruhan rasanya cenderung manis dan sedikit gurih.

Melihat porsi serta tempat yang nyaman, menu khas Jawa Timur di kafe ini tak bikin kantong bolong. Kalau inginkan bebek songkem pedas nonjok dan rawon isi daging lembut, tak ada salahnya datang ke Soerabaja Cafe. Ayo rek mampir!


Soerabaja Cafe
Lavande Residence
Jl. Prof. DR. Soepomo No.231, RT.7/RW.1
Menteng Dalam, Tebet, Kota Jakarta Selatan
Jam buka: 06:00 - 24:00 WIB


(dwa/odi)