Kedai Seni Djakarte : Nikmatnya Soto Betawi dan Bandrek Hangat di Kedai Bergaya Kolonial

Devi Setya - detikFood Jumat, 09 Mar 2018 12:10 WIB
Foto: Devi S. Lestari / detikFood Foto: Devi S. Lestari / detikFood
Jakarta - Mampir ke kawasan kota tua Jakarta tak hanya bisa menikmati suasana tempo dulu. Namun, ada restoran yang bisa memanjakan lidah dengan makanan enak khas Betawi.

Jika menyambangi kawasan kota tua, cobalah menyusuri jalan di samping Museum Fatahillah. Ada deretan tempat makan bergaya kolonial yang punya menu enak.

Kami mampir ke Kedai Seni Djakarte, dari luar terlihat restoran ini ramai disambangi pengunjung. Bagian luar desain restoran ini terlihat simpel dengan warna cat putih sentuhan hijau dengan sentuhan gaya bangunan zaman dulu.
Kedai Seni Djakarte : Nikmatnya Soto Betawi dan Bandrek Hangat di Kedai Bergaya KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Menu yang dihadirkan cukup bervariasi dan didominasi kuliner nusantara. Kami mencoba beberapa menu andalan di restoran ini. Pilihan kami jatuh pada Soto Betawi, Sate Ayam, Bandrek dan Es Toples yang jadi minuman andalan restoran ini.

Sambil menunggu makanan disajikan, kami menikmati suasana restoran yang aslinya adalah bangunan tua zaman kolonial Belanda. Desainnya simpel namun klasik dengan beberapa sudut restoran yang menarik dijadikan lokasi selfie.

Soto Betawi yang dibanderol dengan harga (Rp 39.000) ini datang ke meja kami dengan kepulan asap tipis yang mengeluarkan aroma sedap. Kuah soto didominasi dengan warna oranye dan sedikit berminyak. Penyajiannya bersama nasi putih, emping, sambal dan jeruk nipis.
Kedai Seni Djakarte : Nikmatnya Soto Betawi dan Bandrek Hangat di Kedai Bergaya KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Tak sabar, kami langsung mencicipnya. Rasa kuah soto Betawi meninggalkan jejak gurih manis dan sedap di lidah. Kuahnya agak kental dan terasa bumbu yang seimbang bersemburat rasa bawang putih serta kemiri.

Bukan hanya menggunakan santan, soto Betawi ini juga diracik dengan tambahan susu sehingga rasanya lebih manis dengan tekstur yang lebih creamy dan gurih, enak!

Isiannya ada daging, potongan kentang dan tomat. Tekstur dagingnya empuk sehingga tak butuh perlawanan saat dikunyah. Suka pedas? Jangan lupa tambahkan sambalnya.

Lanjut ke menu berikutnya, ada sate ayam yang harganya (Rp 27.000). Seporsi sate ayam ini berisi 6 tusuk sate ayam berdaging tebal.
Kedai Seni Djakarte : Nikmatnya Soto Betawi dan Bandrek Hangat di Kedai Bergaya KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Tampilan satenya menarik karena berlumur kecap dengan semburat warna gosong alami hasil proses pembakaran. Daging ayam yang ditusukkan ke sate bukan dipotong kecil-kecil melainkan dipotong memanjang lalu kemudian ditusuk pada sebilah lidi bambu mirip seperti sate gaya Ponorogo.

Sate ini disajikan dengan bumbu terpisah. Anda bisa meraciknya sendiri sesuai selera. Ada bumbu kacang yang gurih creamy dan bumbu kecap yang pedas manis gurih. Anda bisa memilih salah satu bumbu atau langsung mencampurkan keduanya.

Kami memilih mencampur keduanya. Bumbu kacang yang kental menjadi pas saat sudah dicampur kecap. Rasanya juga semakin kaya dan pastinya pedas menggigit. Dimakan bersama nasi putih hangat membuat lidah ogah berhenti bergoyang.

Puas makan, saatnya meneguk minuman segar. Restoran ini punya minuman unik yang jadi ciri khas yakni Es Toples. Kami tertarik memesan Es Toples Kiwi (Rp 19.000).
Kedai Seni Djakarte : Nikmatnya Soto Betawi dan Bandrek Hangat di Kedai Bergaya KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Sesuai dengan namanya, minuman ini disajikan dalam toples bening atau jar yang lengkap dengan tutupnya. Tampilannya segar, apalagi ditambah suasana kota tua yang panas terik di siang hari.

Sluurrp! Racikan minuman ini terdiri dari campuran sirup melon, simple syrup atau air gula, soda dan irisan buah kiwi segar. Usai lelah berkeliling museum, minuman ini bisa jadi andalan melegakan tenggorokan.

Kedai Seni Djakarte : Nikmatnya Soto Betawi dan Bandrek Hangat di Kedai Bergaya KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Puas makan dan minum, kami tak ingin berlalu begitu saja tanpa menikmati pemandangan kota tua dari lantai dua restoran ini. Sambil duduk santai, kami ditemani segelas bandrek hangat (Rp 17.000).

Seporsi bandrek ini disajikan secara paket. Pelengkapnya adalah sepotong pisang dan ubi merah rebus. Penyajiannya juga unik, menggunakan gelas dan sendok alami dari batok kelapa.

Jangan terlalu asyik menikmati suasana, bandrek ini paling nikmat saat diseruput hangat. Segar! Rasa rempah, jahe menyatu sempurna dengan manisnya gula aren.

Sederet makanan dan minuman lain juga bisa jadi pilihan di restoran ini. Tertarik menyambanginya? Resto ini buka setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB.

Kedai Seni Djakarte
Jl. Pintu Besar Utara, Kota Tua
Jakarta Barat
Telepon : 081808374431

(dvs/lus)