Kedai Tjikini : Mencicipi Kembali Galantine dan Sayur Lodeh dengan Suasana Kolonial

Devi Setya - detikFood Selasa, 30 Jan 2018 17:00 WIB
Foto: Devi S. Lestari / detikFood Foto: Devi S. Lestari / detikFood
Jakarta - Sebagai satu restoran yang menawarkan konsep klasik, tempat ini bisa jadi tujuan. Pengobat rindu makanan klasik gaya Belanda dan Jawa.

Di Jakarta masih ada bangunan-bangunan Belanda yang dimanfaatkan kembali misalnya menjadi restoran. Salah satunya Kedai Tjikini yang berlokasi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Menempati bangunan bergaya kolonial restoran yang ada sejak 2011 ini masih mempertahankan bangunan asli. Meja bar dan rak display yang terbuat dari kayu berpelitur cokelat memberi sentuhan klasik pada ruangan.
Kedai Tjikini : Mencicipi Kembali Galantine dan Sayur Lodeh dengan Suasana KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Baca juga : Jangan Lupa Mampir Makan Nasi Kebuli dan Sop Janda di Stasiun Cikini

Furniture di restoran berlantai dua ini juga didominasi kayu sehingga menghadirkan suasana homey dan hangat. Kamipun ingin berlana-lama
menikmati suasana vintage dengan mencicipi masakan klasik di sini.

Ada banyak menu yang ditawarkan restoran ini, kami memilih dua menu andalannya yang klasik. Galantine (Rp 55.000) dan Nasi Lodeh Ayam Kampung (Rp 55.000).
Kedai Tjikini : Mencicipi Kembali Galantine dan Sayur Lodeh dengan Suasana KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Tak lama menunggu, seporsi galantine sudah siap di hadapan kami. Aroma dagingnya langsung tercium gurih. Galantine merupakan satu hidangan gaya Belanda. Mirip meatloaf. Terbuat dari cincangan daging sapi dan daging ayam yang dicampur tepung dan telur. Kemudian dikukus dan digoreng sehingga teksturnya garing namun bagian dalamnya masih terasa lembut juicy.

Disajikan dalam keadaan hangat, galantine semakin enak disantap dengan saus khas Kedai Tjikini yang manis sedikit pedas. Dilengkapi dengan wortel, buncis, kentang dan brokoli.

Masakan Jawa Tengah Nasi Lodeh Ayam Kampung juga menarik. Paket ini berisi seporsi nasi putih yang disajikan dengan ayam kampung goreng, tempe tahu goreng dan sambal kecombrang.
Kedai Tjikini : Mencicipi Kembali Galantine dan Sayur Lodeh dengan Suasana KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Rasa sayur lodehnya seperti buatan rumah. Kuahnya tak terlalu pekat gurihnya. Ada sedikit jejak rasa pedas dari irisan cabai hijau besar.

Sementara ayam kampung gorengnya empuk dengan rasa bumbu yang meresap. Gurih enak, apalagi disantap bersama nasi putih dan sambal kecombrangnya yang aromatik.

Baca juga : Pencinta Kopi, Ini Kopi Papua Dogiyai yang Unik Semerbak

Makan di Kedai Tjikini terasa kurang lengkap tanpa mencoba kopi andalannya. Secangkit Kopi House Blend Tjikini (Rp 35.000) bisa jadi pilihan bagi pencinta kopi hitam.
Kedai Tjikini : Mencicipi Kembali Galantine dan Sayur Lodeh dengan Suasana KolonialFoto: Devi S. Lestari / detikFood
Paduan kopi arabika dan robusta lokal menghasilkan kopi dengan karakter full body, acidity yang tipis dan mengeluarkan aroma dark chocolate. Bagi pencinta kopi pekat, pasti kombinasi ini terasa unik.

Tak terlalu suka kopi pekat? Anda bisa tambahkan sedikit gula maka rasanya akan lebih ramah di lidah. Secangkir kopi ini siap menemani santai malam Anda.

Kedai Tjikini
Jl. Cikini Raya No. 17, Cikini, Menteng
Jakarta Pusat
Telepon (021) 31935521

(dvs/odi)