Koffie Tijd: Menikmati Kelezatan Sate Pak Kromo Dalam Suasana Kolonial

Sudrajat - detikFood Rabu, 03 Mei 2017 15:46 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
Jakarta - Kafe ini seperti miniatur Indo Belanda. Ada menu kolonial, barat dan tradisional. Kopi yang jadi andalan sayang kalau dilewatkan.

Tulisan mencolok 'I am Amsterdam' di Jalan Citarum No. 30, Bandung menggoda kami untuk mampir. Mendung gerimis dan perut lapar membuat kami punya alasan kuat mengisi perut sambil bersantai di sini.

'Koffie Tijd' dari bahasa Belanda yang sama artinya dengan 'Coffee Time' atau waktunya ngopi. Sesuai dengan namanya interior kafe ini bernuansa Belanda.

Tetapi dari jenis menunya bukan hanya makanan Belanda juga ada menu nusantara. Ada Bebek 10 Rempah, Ayam Honje, Iga Bakar Karamel, Bitterballen dan lain-lain.

Koffie Tijd: Menikmati Kelezatan Sate Pak Kromo Dalam Suasana Kolonial Foto: detikFood
Kami mendengar sate pak Kromo di kafe ini enak. Di area parkir kami sudah menghirup wangi bakaran sate. Maka sate pak Kromo jadi pilihan utama kami.

Sementara menunggu Zuppa Soup (Rp 27.000), sup krim ayam jagung yang ditutup puff pastry jadi pembuka. Lembut gurih sup dipadu renyahnya puff pastry jadi penghangat yang pas.

Sate pak Kromo (Rp 40.000-Rp 60.000) disajikan dalam potongan daging kambing cukup besar di atas hotplate. Empuk, juicy dan bebas aroma prengus. Rasanya baru kali itu pula kami menyantap sate di atas sofa dengan embusan AC nan sejuk.

Koffie Tijd: Menikmati Kelezatan Sate Pak Kromo Dalam Suasana Kolonial Foto: detikFood
Pemilik kafe, Joko Trio Saroso, hanya menyebut, "Itu ramuan Pak Kromo, entah bagaimana mengolahnya. Saya juga tahunya tinggal makan," ujarnya.

Alumnus Universitas Padjadjaran yang sehari-hari berprofesi sebagai advokat itu mengaku tak mempekerjakan para koki lulusan sekolah kuliner. Meski begitu, mereka punya jam terbang memadai untuk mengolah aneka menu Nusantara maupun menu Eropa. "Cuma manajernya aja yang alumnus NHI (kini Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung)," ujar Joko.

Ornamen bernuansa Negeri Kincir Angin terpasang di setiap ruangan Koffie Tijd. Bahkan di salah satu bagian tersedia spot khusus dengan pajangan dinding keramik dan klompen atau selop kayu khas Belanda. Spot ini cocok untuk mereka yang gemar berfoto narsis.

Koffie Tijd: Menikmati Kelezatan Sate Pak Kromo Dalam Suasana Kolonial Foto: detikFood
"Kami juga menyediakan pakaian tradisional yang dibeli langsung dari Belanda,"kata Joko. Maksudnya tak lain agar pengunjung yang ingin berfoto di spot itu bisa tampil seolah benar-benar seperti tengah di Amsterdam.

Selain menawarkan suasana yang homey, kafe ini memiliki ruang karaoke, ruang pertemuan, meja billiard, musolla, hingga playground untuk bermain anak. Arena bermain anak ini sungguh membantu orang tua yang ingin tenang menikmati makanan tanpa gangguan anak-anak.

Karena dikenal dengan racikan aneka kopi yang enak. Kami menutup santapan dengan Hot Capuccino dengan crema yang tebal (Rp 25.500) dan Caramel Cream Brulle (Rp 29.000) dengan legit wangi karamel.

Koffie Tijd: Menikmati Kelezatan Sate Pak Kromo Dalam Suasana Kolonial Foto: detikFood
Untuk meracik kopi, Koffie Tijd menerapkan berbagai metode penyeduhan yang bisa dipilih. Seperti siphon, Vietnam drip, plunger, hingga pourover. Mesin gilingnya manual yang dipakai didatangkan dari Italia. Sedangkan biji kopi lokal dari Bali, Sumatra, Aceh dan Papua bisa dinikmati dalam bentuk espresso.

Selain homey tempat ini juga cocok buat nongkrong, ngobrol atau rapat. Nyaris semua hidangan ada di daftar menu. Dari mendoan, pizza, pasta hingga steak dan nasi bakar. Camilannya juga banyak. Dari apple pie, singkong goreng hingga nachos. Smakkelijk eten!

Koffie Tjid Bandung
Jalan Citarum No.30
Bandung
Telpon : 082228281212 / (022) 4262896
Jam buka: 07.00-24.00 (lus/odi)